Ad Placeholder Image

Pesarium: Solusi Prolaps dan Inkontinensia Urin Wanita

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Pesarium: Solusi Prolaps & Inkontinensia Urin Wanita

Pesarium: Solusi Prolaps dan Inkontinensia Urin WanitaPesarium: Solusi Prolaps dan Inkontinensia Urin Wanita

DAFTAR ISI


Masalah pada dasar panggul, seperti turunnya peranakan atau kesulitan menahan buang air kecil, merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh wanita, terutama seiring bertambahnya usia atau setelah proses persalinan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kualitas hidup sehari-hari. Banyak wanita merasa ragu untuk mencari bantuan karena menganggap ini adalah bagian normal dari penuaan, padahal ada solusi non-bedah yang sangat efektif bernama ring pessarium.

Ring pessarium adalah alat medis berbentuk cincin yang dirancang khusus untuk memberikan dukungan struktural pada organ-organ di dalam panggul. Penggunaannya menjadi alternatif utama bagi mereka yang belum siap atau tidak disarankan untuk menjalani prosedur operasi. Alat ini bekerja dengan cara menahan posisi rahim, kandung kemih, atau rektum agar tetap pada tempatnya, sehingga gejala-gejala yang mengganggu dapat berkurang secara signifikan.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa penanganan masalah panggul sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Jika kamu mulai merasakan adanya tekanan atau benjolan di area vagina, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Deteksi dini membantu menentukan apakah penggunaan pessarium adalah langkah terbaik untuk kondisi kamu.

Meskipun ring pessarium sendiri harus dipasang dan dipantau oleh tenaga medis profesional, dukungan perawatan mandiri seperti penggunaan pelumas berbahan dasar air atau pembersih antiseptik tertentu sering kali dibutuhkan. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk pendukung kesehatan organ intim yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai penggunaan, manfaat, hingga cara perawatan ring pessarium? Berikut ulasannya!

Apa Itu Ring Pessarium?

Ring pessarium adalah perangkat medis fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menyangga organ panggul yang turun (prolaps). Alat ini biasanya terbuat dari bahan silikon kelas medis (medical-grade silicone) yang bersifat inert, artinya tidak bereaksi dengan jaringan tubuh dan aman digunakan dalam jangka waktu lama. Bentuknya yang menyerupai cincin memungkinkan alat ini terpasang dengan pas di sekitar leher rahim atau di bawah tulang simfisis pubis.

Secara mekanis, pessarium berfungsi seperti “braket” internal. Ketika otot dasar panggul melemah akibat faktor usia, kehamilan, atau obesitas, organ seperti rahim dapat merosot ke saluran vagina. Ring pessarium mengisi ruang tersebut dan memberikan tekanan yang cukup untuk menahan organ tersebut agar tidak turun lebih jauh. Keunggulan utama dari alat ini adalah sifatnya yang konservatif; ia menawarkan perbaikan gejala tanpa risiko yang biasanya menyertai tindakan pembedahan besar.

Indikasi Penggunaan Ring Pessarium

Tidak semua masalah kewanitaan memerlukan pessarium, namun ada dua kondisi utama yang menjadi indikasi kuat penggunaannya:

1. Pelvic Organ Prolapse (POP)

Kondisi ini terjadi ketika otot dan ligamen panggul meregang atau melemah, sehingga tidak lagi mampu menyangga rahim, kandung kemih, atau rektum. Gejalanya meliputi perasaan penuh di vagina, nyeri punggung bawah, atau munculnya benjolan yang terasa saat mandi atau cebok. Pessarium sangat efektif untuk prolaps derajat ringan hingga berat (stadium 2-4).

2. Stress Urinary Incontinence (SUI)

Pernahkah kamu tidak sengaja mengeluarkan urin saat bersin, batuk, atau tertawa? Ini disebut inkontinensia urin tipe stres. Jenis pessarium tertentu dirancang dengan tambahan tonjolan (knob) yang memberikan tekanan ringan pada uretra (saluran kencing) untuk membantu mencegah kebocoran urin saat ada tekanan mendadak pada perut.

Siapa yang Sebaiknya Mempertimbangkan Pessarium?
  1. Wanita yang ingin menunda atau menghindari operasi.
  2. Wanita yang masih merencanakan kehamilan di masa depan (karena operasi prolaps seringkali disarankan setelah selesai masa reproduksi).
  3. Lansia yang memiliki risiko medis tinggi jika harus menjalani anestesi/operasi.
  4. Ibu pasca melahirkan yang mengalami prolaps sementara selama masa pemulihan.

Jenis-Jenis Pessarium

Meskipun varian “ring” adalah yang paling umum, dokter mungkin merekomendasikan bentuk lain tergantung pada anatomi dan kebutuhan spesifik kamu:

  • Ring Pessary: Bentuk standar yang paling mudah dipasang dan dilepas sendiri oleh pasien. Tersedia dengan atau tanpa dukungan (support) di bagian tengah.
  • Gellhorn Pessary: Berbentuk seperti kancing besar, digunakan untuk prolaps yang lebih berat di mana ring standar sering kali merosot keluar.
  • Cube Pessary: Berbentuk kubus dengan daya hisap pada sisinya untuk menahan dinding vagina. Biasanya harus dilepas setiap malam.
  • Donut Pessary: Cincin tebal dan empuk untuk kasus prolaps stadium lanjut yang membutuhkan penyangga lebih kuat.

Proses Pemasangan dan Pencocokan

Pemasangan ring pessarium tidak boleh dilakukan sembarangan. Proses ini dimulai dengan pemeriksaan panggul oleh dokter spesialis uroginekologi atau bidan terlatih. Dokter akan mengukur kedalaman dan lebar vagina kamu untuk menentukan ukuran pessarium yang tepat.

Sesi pencocokan (fitting) sangat penting. Ukuran yang terlalu besar dapat menyebabkan nyeri atau luka (erosi) pada dinding vagina, sedangkan ukuran yang terlalu kecil dapat membuat alat mudah lepas atau jatuh saat kamu mengejan atau buang air besar. Setelah dipasang, dokter biasanya meminta kamu untuk berjalan, berjongkok, atau batuk guna memastikan alat tetap di tempatnya dan tidak menimbulkan rasa mengganjal.

Cara Merawat dan Membersihkan Pessarium

Kebersihan adalah kunci utama untuk menghindari infeksi atau aroma tidak sedap selama menggunakan alat ini. Berikut adalah panduan perawatannya:

  • Pembersihan Rutin: Jika kamu bisa melepasnya sendiri, cucilah pessarium setidaknya seminggu sekali (atau sesuai anjuran dokter) menggunakan sabun lembut bebas pewangi dan air hangat. Keringkan sebelum dipasang kembali.
  • Kunjungan Berkala: Jika kamu tidak bisa melepasnya sendiri, kamu wajib mengunjungi dokter setiap 3 hingga 6 bulan sekali untuk pembersihan profesional dan pemeriksaan jaringan vagina.
  • Penggunaan Pelumas: Gunakan sedikit pelumas berbahan dasar air saat memasukkan alat untuk mencegah iritasi. Hindari pelumas berbahan dasar minyak karena dapat merusak bahan silikon.

Risiko dan Efek Samping

Meskipun aman, penggunaan benda asing di dalam vagina dalam waktu lama memiliki beberapa risiko sampingan:

  • Keputihan Meningkat: Tubuh bereaksi terhadap pessarium dengan memproduksi lebih banyak cairan. Selama cairan tidak berbau busuk atau berubah warna menjadi hijau/abu-abu, ini biasanya normal.
  • Iritasi Dinding Vagina: Gesekan alat dapat menyebabkan luka kecil. Dokter mungkin meresepkan krim estrogen (untuk wanita menopause) guna mempertebal dinding vagina dan mengurangi risiko lecet.
  • Perdarahan Ringan: Jika muncul bercak darah, segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi tanda adanya erosi jaringan.

Studi Mengenai Keefektifan Pessarium

International Urogynecology Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa sekitar 60-80% wanita yang menggunakan pessarium melaporkan kepuasan yang tinggi dan perbaikan gejala prolaps yang signifikan dalam 2 bulan pertama penggunaan.

Penelitian tersebut juga menekankan bahwa keberhasilan penggunaan pessarium sangat bergantung pada teknik fitting yang tepat dan kepatuhan pasien dalam menjaga kebersihan alat. Pessarium terbukti mampu meningkatkan fungsi seksual pada wanita dengan prolaps karena mengurangi rasa tidak nyaman saat beraktivitas fisik.

FAQ

FAQ Mengenai Ring Pessarium

1. Apakah ring pessarium bisa jatuh saat buang air besar?

Jika ukurannya tepat, pessarium seharusnya tetap di tempatnya. Namun, tekanan saat mengejan keras bisa membuatnya sedikit bergeser. Jika sering lepas, kamu perlu kembali ke dokter untuk mengecek ulang ukurannya.

2. Bisakah saya berhubungan intim saat memakai pessarium?

Tergantung jenisnya. Ring pessarium standar biasanya tidak mengganggu hubungan intim, namun jenis lain seperti Gellhorn atau Cube harus dilepas terlebih dahulu sebelum berhubungan seksual.

3. Berapa lama ring pessarium bisa bertahan?

Secara fisik, alat berbahan silikon bisa bertahan hingga beberapa tahun. Namun, pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan jaringan vagina kamu secara berkala.

4. Apakah penggunaan pessarium terasa nyeri?

Pessarium yang terpasang dengan benar seharusnya tidak terasa sama sekali. Jika kamu merasakan nyeri, tekanan hebat, atau rasa mengganjal yang tidak nyaman, itu tandanya ukuran atau posisinya belum pas.

Punya Keluhan Organ Intim Turun atau Inkontinensia? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti rasa mengganjal di vagina atau sulit menahan kencing, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika gejala yang kamu alami sudah sangat mengganggu aktivitas, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa mendapatkan produk perawatan kesehatan dengan praktis melalui fitur beli obat online di Halodoc. Selain itu, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi medis kamu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pelvic organ prolapse: Diagnosis & treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Vaginal Pessary: Purpose, Types & Care.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2024. Alternatives to surgery for pelvic organ prolapse.
ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists). Diakses pada 2024. Pelvic Organ Prolapse FAQ.