Ad Placeholder Image

Petidin: Fungsi, Dosis, Efek Samping dan Peringatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Pethidine: Manfaat, Dosis, Efek Samping & Peringatan

Petidin: Fungsi, Dosis, Efek Samping dan PeringatanPetidin: Fungsi, Dosis, Efek Samping dan Peringatan

Apa Itu Pethidine?

Pethidine, juga dikenal sebagai meperidin, adalah analgesik opioid sintetis yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Obat ini bekerja dengan memengaruhi cara otak dan sistem saraf merespons rasa sakit.

Penting untuk dicatat bahwa pethidine adalah obat narkotika dan memiliki potensi tinggi untuk disalahgunakan dan menyebabkan ketergantungan. Penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter.

Indikasi dan Penggunaan Pethidine

Pethidine umumnya digunakan dalam situasi berikut:

  • Meredakan nyeri akut sedang hingga berat.
  • Nyeri saat persalinan.
  • Nyeri pascaoperasi.

Karena risiko efek samping dan potensi ketergantungan, pethidine biasanya bukan pilihan pertama dan lebih jarang digunakan dibandingkan opioid lain seperti morfin.

Bagaimana Pethidine Bekerja?

Pethidine bekerja dengan mengikat reseptor opioid di otak dan sumsum tulang belakang. Ikatan ini menghambat transmisi sinyal nyeri, sehingga mengurangi persepsi rasa sakit.

Obat ini bekerja relatif cepat, biasanya dalam 10-15 menit setelah pemberian, dan efeknya berlangsung selama 3-5 jam.

Dosis dan Cara Pemberian Pethidine

Pethidine dapat diberikan melalui beberapa cara:

  • Injeksi intravena (IV): Disuntikkan langsung ke pembuluh darah.
  • Injeksi intramuskular (IM): Disuntikkan ke dalam otot.
  • Injeksi subkutan: Disuntikkan di bawah kulit.
  • Oral: Dalam bentuk tablet atau cairan (walaupun jarang digunakan).

Dosis dewasa yang umum adalah 50-150 mg, yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan setiap 3-4 jam. Dosis dan frekuensi pemberian harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis pasien.

Efek Samping Pethidine

Seperti semua obat, pethidine dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum meliputi:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Konstipasi

Efek samping yang lebih serius dapat mencakup depresi pernapasan, terutama pada dosis tinggi atau pada bayi baru lahir. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan toksisitas.

Peringatan dan Kontraindikasi Pethidine

Pethidine tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi tertentu, dan harus digunakan dengan hati-hati pada orang lain. Peringatan penting meliputi:

  • Hindari penggunaan pada pasien dengan asidosis diabetik.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan benzodiazepin karena risiko koma atau kematian.
  • Berhati-hati pada pasien dengan gangguan pernapasan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan.

Interaksi Obat Pethidine

Pethidine dapat berinteraksi dengan obat lain, yang dapat meningkatkan risiko efek samping. Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang dikonsumsi sebelum memulai pengobatan dengan pethidine. Interaksi yang signifikan dapat terjadi dengan:

  • Inhibitor MAO (Monoamine Oxidase Inhibitors)
  • Obat penenang
  • Alkohol

Alternatif Pengobatan Nyeri

Karena risiko efek samping dan potensi ketergantungan, terdapat alternatif pengobatan nyeri lain yang lebih aman dan efektif. Beberapa alternatif meliputi:

  • Paracetamol
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproksen
  • Opioid lain seperti morfin (dengan pengawasan ketat)

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping yang serius setelah mengonsumsi pethidine, seperti kesulitan bernapas, detak jantung lambat, atau kebingungan.

Jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang penggunaan pethidine, konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang tepat.