Ad Placeholder Image

Pijat Saat Demam: Boleh Gak Sih? Ini Penjelasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Pijat Saat Demam: Jangan Asal, Ini Panduan Amannya

Pijat Saat Demam: Boleh Gak Sih? Ini Penjelasannya!Pijat Saat Demam: Boleh Gak Sih? Ini Penjelasannya!

Apakah Boleh Pijat Saat Demam? Memahami Risiko dan Manfaat

Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Kondisi ini seringkali disertai dengan rasa tidak nyaman seperti pegal-pegal, nyeri otot, dan kelelahan. Banyak orang mungkin tergoda untuk memijat tubuh demi meredakan keluhan tersebut. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah aman dan boleh pijat saat demam?

Secara umum, pijat sebaiknya dihindari terutama saat demam tinggi. Tubuh membutuhkan istirahat total untuk melawan infeksi. Pemijatan justru dapat membuat tubuh semakin lelah atau bahkan memperburuk kondisi. Namun, pada kasus demam ringan yang disertai pegal, pijatan lembut di area tertentu mungkin bisa memberikan sedikit kelegaan.

Mengapa Sebaiknya Menghindari Pijat Saat Demam Tinggi?

Ketika seseorang mengalami demam tinggi, tubuh sedang dalam mode pertahanan aktif melawan patogen seperti virus atau bakteri. Proses ini membutuhkan energi yang sangat besar. Memijat tubuh saat demam tinggi dapat memberikan beberapa dampak negatif:

  • Meningkatkan Kelelahan: Saat demam, sistem kekebalan tubuh bekerja keras. Stimulasi dari pijat dapat menambah beban kerja otot dan sistem sirkulasi, yang pada akhirnya membuat tubuh semakin lemas dan memperpanjang proses pemulihan.
  • Memperparah Kondisi Tubuh: Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa pijatan intensif dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menyebarkan toksin atau patogen ke seluruh tubuh lebih cepat, meskipun ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, prinsip kehati-hatian tetap penting.
  • Meningkatkan Suhu Tubuh Sementara: Aktivitas fisik ringan saja dapat sedikit meningkatkan suhu tubuh. Pijatan, yang melibatkan gesekan dan stimulasi otot, berpotensi memicu peningkatan suhu tubuh sementara, padahal tujuan utama adalah menurunkannya.
  • Ketidaknyamanan Tambahan: Kulit bisa menjadi lebih sensitif saat demam. Pijatan mungkin terasa tidak nyaman atau bahkan menyakitkan, bukan meredakan ketidaknyamanan.

Kapan Pijat Boleh Dilakukan Saat Demam Ringan?

Apabila demam yang dialami tergolong ringan, yaitu tidak terlalu tinggi, dan disertai keluhan pegal-pegal yang mengganggu, pijatan lembut mungkin dapat membantu. Beberapa kondisi di mana pijatan sangat ringan bisa dipertimbangkan:

  • Demam dengan suhu tubuh tidak melebihi 38 derajat Celsius.
  • Kondisi tubuh masih cukup stabil dan tidak ada gejala berat lainnya seperti sesak napas, muntah hebat, atau kebingungan.
  • Pijatan hanya bersifat sangat lembut dan terbatas pada area tertentu.

Area yang mungkin dapat dipijat dengan sangat lembut antara lain:

  • Kepala: Pijatan ringan pada pelipis atau bagian belakang kepala dapat membantu meredakan sakit kepala ringan.
  • Leher: Pijatan lembut di area leher dan bahu bisa mengurangi ketegangan otot yang sering menyertai demam.

Namun, penting untuk selalu mengutamakan istirahat total, minum banyak air untuk mencegah dehidrasi, dan memantau kondisi tubuh dengan cermat. Jika demam tidak membaik atau suhu tubuh kembali tinggi, segera hentikan segala bentuk pijatan dan konsultasikan ke dokter.

Alternatif untuk Meredakan Ketidaknyamanan Saat Demam

Daripada mengambil risiko dengan pijatan, ada beberapa metode yang lebih aman dan efektif untuk meredakan ketidaknyamanan saat demam:

  • Istirahat Cukup: Ini adalah fondasi utama pemulihan. Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi.
  • Cukupi Cairan Tubuh: Minum air putih, jus buah, atau sup kaldu dapat mencegah dehidrasi yang sering terjadi saat demam.
  • Kompres Hangat: Letakkan kompres hangat di dahi, ketiak, atau lipatan paha untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Mandi Air Hangat: Mandi air hangat dapat membantu merelaksasi otot dan menurunkan demam secara perlahan.
  • Konsumsi Obat Penurun Demam: Sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan, obat seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam dan nyeri.
  • Pakaian Nyaman dan Tipis: Kenakan pakaian yang longgar dan tipis agar panas tubuh bisa keluar dengan baik.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk tidak menunda konsultasi medis jika mengalami kondisi demam tertentu. Segera cari pertolongan medis jika:

  • Demam mencapai 39 derajat Celsius atau lebih.
  • Demam tidak mereda setelah 2-3 hari.
  • Demam disertai gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, ruam, atau kaku leher.
  • Demam terjadi pada bayi di bawah 3 bulan.

Kesimpulan: Apakah Boleh Pijat Saat Demam?

Kesimpulannya, sebaiknya hindari pijat saat demam, terutama jika demam tinggi dan tubuh memerlukan istirahat total untuk memerangi infeksi. Pijatan berisiko meningkatkan kelelahan dan memperburuk kondisi. Jika demam ringan dan disertai pegal, pijatan sangat lembut pada area tertentu seperti kepala dan leher mungkin bisa membantu meredakan ketegangan, namun tetap prioritaskan istirahat cukup, hidrasi yang optimal, dan pantau kondisi tubuh secara seksama. Apabila demam tidak membaik atau menunjukkan gejala serius, segera konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan informasi medis yang akurat.