• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pijat untuk Atasi Nyeri PMS Berbahayakah?

Pijat untuk Atasi Nyeri PMS Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, disebutkan bahwa terapi pijat dapat mengurangi nyeri PMS. Tidak hanya mengurangi nyeri, tetapi juga bisa menjadi medium relaksasi buat perempuan yang kerap merasakan nyeri saat menstruasi.

Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian dari University of Miami Medical School, mengatakan pijat saat merasakan nyeri PMS dapat memberikan relaksasi otot. Karenanya, disarankan untuk melakukan pijat ini secara rutin tergantung kebutuhan. Simak selengkapnya di bawah ini.

Bagian dari Gejala PMS

Sejatinya minyak ataupun krim yang digunakan untuk memijat biasanya juga memengaruhi keringanan dari gejala PMS. Krim pemijatan yang mengandung minyak esensial, seperti clary sage, lavender, dan geranium memiliki manfaat tambahan bagi tubuh. Minyak ini mengandung senyawa yang secara nyata membantu menghilangkan rasa sakit PMS dan bagus untuk mood.

Satu atau dua minggu sebelum menstruasi dimulai, biasanya kamu akan merasakan gejala fisik mungkin melihat kembung, sakit kepala, perubahan suasana hati, fisik, dan emosional lainnya. Gejala-gejala ini dikenal sebagai sindrom pramenstruasi, atau PMS. 

Baca juga: 5 Makanan Pereda Nyeri PMS

Sekitar 85 persen perempuan mengalami beberapa tingkat PMS. Beberapa memiliki gejala yang lebih parah dan mengganggu pekerjaan, bahkan hubungan pribadi. Gejala ini dikenal sebagai gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD).

Penyebab pasti PMS tidak jelas, tetapi sejauh ini disinyalir kalau kadar estrogen dan progesteron yang menurun selama seminggu sebelum menstruasi menjadi pemicunya. Perubahan bahan kimia otak atau defisiensi vitamin dan mineral tertentu juga dapat berperan dalam kondisi ini. Bahkan untuk beberapa situasi, terlalu banyak makanan asin, alkohol, atau kafein dapat memperburuk gejala PMS.

Nyeri perut, kram, otot ngilu, punggung sakit menjadi bagian dari gejala PMS. Tidak hanya nyeri persendian saja yang menjadi gejala, tetapi juga gejala-gejala lainnya. Keinginan untuk mengunyah terus-menerus, sakit kepala, mood swing, dan kemunculan jerawat. 

Atasi Nyeri Haid

Sejatinya, melakukan pijat bisa menjadi salah satu upaya untuk mengatasi nyeri PMS. Namun, kamu perlu untuk melakukan beberapa upaya lain untuk mengatasi gejala PMS. Berikut adalah rekomendasi ahli medis untuk mengatasi nyeri PMS.

  1. Konsumsi Air 

Jika kamu tidak menyukai rasa air putih, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menambah asupan cairan. Mulailah dengan minum segelas air infus buah setelah bangun di pagi hari. Selain air infus buah, teh chamomile, atau air jahe bisa jadi pilihan lain. Kamu bisa mengakali dengan menyiapkan botol minuman yang sudah diberi irisan mentimun, daun mint, atau lemon guna diminum sepanjang hari.

Mengonsumsi kaldu untuk untuk menambah asupan cairan selama PMS juga menjadi salah satu upaya untuk tetap terhidrasi dengan baik dan menghindari kram. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak soal PMS, tanyakan langsung ke Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  1. Olahraga

Bergeraklah untuk meringankan gejala PMS. Banyak perempuan menemukan fakta bahwa berolahraga membantu meringankan kram menstruasi. Olahraga melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia otak yang meningkatkan kebahagiaan.

Baca juga: Sering Terlambat, Adakah Cara agar Menstruasi Lancar?

Kamu bisa melakukan olahraga sederhana, seperti berjalan, berlari, atau berenang. Yoga dan Tai chi adalah bentuk latihan yang lebih ringan yang mungkin lebih mudah dilakukan jika kamu merasakan olahraga jenis lainnya terlalu melelahkan. 

Referensi:

Onhealth.com Diakses pada 2019. 25 Ways to Relieve Menstrual Cramps.
National Institutes of Health. Diakses pada 2019. The effects of massage therapy on dysmenorrhea caused by endometriosis.