Pilek Mata Berair Saat Flu? Ini Dia Penyebabnya

Saat flu menyerang, tidak jarang mata ikut berair. Kondisi pilek mata berair ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, disertai gatal, kemerahan, dan sensasi berpasir pada mata. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Fenomena ini merupakan respons normal tubuh terhadap infeksi virus flu.
Apa Itu Pilek Mata Berair?
Pilek mata berair adalah kondisi umum yang terjadi ketika seseorang mengalami gejala flu, di mana mata memproduksi air mata berlebihan atau kesulitan menyalurkan air mata tersebut. Hal ini dapat menimbulkan mata terasa basah atau menetes, seringkali disertai gejala lain seperti hidung meler, bersin, dan sakit tenggorokan.
Kondisi ini merupakan indikator bahwa tubuh sedang melawan infeksi virus. Meskipun umumnya tidak berbahaya, mata berair saat flu dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan perhatian untuk mengurangi gejalanya.
Gejala Lain yang Menyertai
Selain mata berair, seseorang yang mengalami flu mungkin juga merasakan beberapa gejala lain yang umum, seperti:
- Gatal atau iritasi pada mata.
- Kemerahan pada area putih mata (sklera) atau kelopak mata, yang bisa menjadi tanda peradangan mata (konjungtivitis).
- Sensasi seolah ada pasir di mata.
- Hidung tersumbat atau meler.
- Bersin-bersin.
- Batuk.
- Sakit kepala atau nyeri tubuh.
- Demam ringan.
Mengapa Pilek Mata Berair Terjadi?
Mata berair saat flu terutama disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan pada saluran hidung atau sinus. Proses ini memiliki beberapa mekanisme:
Peradangan Sinus dan Saluran Air Mata Tersumbat
Virus flu menyebabkan peradangan di dalam rongga sinus, yaitu saluran-saluran di sekitar hidung dan mata. Pembengkakan ini membuat tubuh memproduksi lendir berlebih. Lendir dan pembengkakan ini kemudian menekan atau menyumbat saluran air mata yang dikenal sebagai saluran nasolakrimalis.
Saluran nasolakrimalis adalah jalur normal air mata dari mata menuju hidung. Ketika saluran ini tersumbat, air mata tidak bisa mengalir ke hidung dan akhirnya menumpuk di mata, lalu meluap keluar.
Pelepasan Histamin dan Iritasi Mata
Respons tubuh terhadap virus flu juga bisa memicu pelepasan histamin. Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh, seringkali terkait dengan reaksi alergi, namun juga berperan dalam respons peradangan. Pelepasan histamin ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, yang dikenal sebagai konjungtivitis, atau peradangan selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis akibat flu ini dapat memperburuk mata berair dan kemerahan.
Penanganan Awal Pilek Mata Berair
Untuk meredakan ketidaknyamanan dari pilek mata berair, beberapa langkah penanganan awal dapat dilakukan:
- Menjaga kebersihan mata: Hindari menggosok mata secara langsung untuk mencegah iritasi lebih lanjut atau penyebaran kuman. Bersihkan area sekitar mata dengan kapas bersih dan air hangat.
- Kompres hangat: Letakkan kompres hangat pada mata untuk membantu meredakan pembengkakan dan melonggarkan sumbatan.
- Tetap terhidrasi: Minum banyak cairan dapat membantu mengencerkan lendir dan menjaga tubuh terhidrasi dengan baik.
- Istirahat cukup: Istirahat membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus secara lebih efektif.
- Hindari pemicu iritasi: Jauhkan mata dari asap rokok, polusi, atau alergen lain yang bisa memperburuk kondisi.
Kapan Harus Konsultasi Dokter?
Meskipun pilek mata berair umumnya akan membaik seiring dengan pulihnya flu, ada beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dokter:
- Gejala mata berair menjadi sangat parah.
- Nyeri mata yang intens.
- Penglihatan kabur atau terganggu.
- Mata sangat merah dan mengeluarkan kotoran kehijauan atau kekuningan.
- Gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau justru memburuk.
- Demam tinggi atau gejala flu lainnya yang memburuk.
Pencegahan Pilek Mata Berair
Pencegahan pilek mata berair berpusat pada pencegahan flu itu sendiri. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk, bersin, atau menyentuh permukaan umum.
- Menghindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.
- Menggunakan masker saat berada di keramaian atau saat merawat orang sakit.
- Mendapatkan vaksin flu setiap tahun.
- Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, istirahat cukup, dan olahraga teratur.
Kesimpulan
Pilek mata berair adalah respons fisiologis normal terhadap infeksi virus flu, di mana peradangan sinus menyumbat saluran air mata. Meskipun umum dan seringkali ringan, penting untuk menjaga kebersihan dan hidrasi, serta mengetahui kapan harus mencari bantuan medis. Jika gejala memburuk atau tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter adalah langkah bijak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.



