Ad Placeholder Image

Placenta Previa Marginalis: Sering Membaik, Tetap Tenang

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Placenta Previa Marginalis: Tenang, Bisa Lahir Normal

Placenta Previa Marginalis: Sering Membaik, Tetap TenangPlacenta Previa Marginalis: Sering Membaik, Tetap Tenang

Apa itu Plasenta Previa Marginalis?

Plasenta previa marginalis adalah sebuah kondisi kehamilan di mana tepi plasenta, organ yang menyediakan nutrisi dan oksigen untuk janin, berada sangat dekat dengan pinggir lubang leher rahim atau serviks. Meskipun dekat, tepi plasenta pada jenis marginalis ini tidak sampai menutupi seluruh atau sebagian mulut rahim. Kondisi ini berbeda dengan jenis plasenta previa lainnya yang mungkin menutupi jalan lahir sepenuhnya.

Kondisi plasenta previa marginalis kerap kali membaik seiring bertambahnya usia kehamilan, karena plasenta dapat bergerak menjauhi serviks. Fenomena ini dikenal sebagai migrasi plasenta. Meskipun demikian, risiko perdarahan signifikan tetap ada, terutama saat mendekati waktu persalinan atau selama persalinan, karena adanya kontak antara tepi plasenta dengan serviks yang rentan.

Gejala Plasenta Previa Marginalis

Gejala utama yang mungkin dialami oleh ibu hamil dengan plasenta previa marginalis adalah perdarahan vagina. Perdarahan ini memiliki beberapa karakteristik khas:

  • Terjadi tanpa rasa nyeri atau kram pada perut.
  • Volume perdarahan dapat bervariasi, dari flek ringan hingga perdarahan berat.
  • Kadang disalahartikan sebagai menstruasi, terutama jika terjadi pada awal kehamilan.
  • Dapat muncul setelah berhubungan intim atau setelah melakukan aktivitas fisik berat.

Meskipun risiko perdarahan tetap ada, umumnya risiko tersebut lebih rendah dibandingkan dengan jenis plasenta previa lain yang menutupi jalan lahir lebih luas.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Previa Marginalis

Penyebab pasti plasenta previa marginalis seringkali tidak diketahui. Namun, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami kondisi plasenta letak rendah ini:

  • Riwayat kehamilan sebelumnya dengan plasenta previa.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim, seperti operasi caesar atau pengangkatan miom.
  • Memiliki riwayat persalinan lebih dari satu kali (multipara).
  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun.
  • Kehamilan kembar atau kehamilan multipel lainnya.
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Kehadiran satu atau lebih faktor risiko tidak menjamin terjadinya plasenta previa marginalis, namun penting untuk menyadarinya.

Diagnosis Plasenta Previa Marginalis

Plasenta previa marginalis paling sering terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin yang dilakukan selama kehamilan. Pemeriksaan USG, baik transabdominal maupun transvaginal, memungkinkan dokter untuk melihat posisi plasenta secara akurat relatif terhadap serviks.

Jika kondisi ini terdeteksi pada awal kehamilan, dokter biasanya akan memantau terus-menerus posisi plasenta melalui USG lanjutan. Pemantauan ini untuk melihat apakah terjadi migrasi plasenta seiring bertambahnya usia kehamilan.

Penanganan Plasenta Previa Marginalis

Penanganan plasenta previa marginalis difokuskan untuk mencegah dan mengelola perdarahan serta memastikan kesehatan ibu dan janin. Beberapa langkah yang biasanya direkomendasikan antara lain:

  • Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas fisik yang berat.
  • Hindari hubungan intim, karena dapat memicu kontraksi rahim dan perdarahan.
  • Kontrol rutin ke dokter kandungan untuk memantau kondisi ibu dan janin.
  • Pemantauan posisi plasenta secara berkala melalui pemeriksaan USG.
  • Dalam kasus perdarahan berat, mungkin diperlukan rawat inap di rumah sakit.

Dokter akan mengevaluasi kondisi individual dan membuat rencana penanganan yang paling sesuai.

Komplikasi dan Kapan Harus ke Dokter

Meskipun plasenta previa marginalis memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan jenis lain, potensi komplikasi tetap ada. Komplikasi utama adalah perdarahan hebat yang dapat menyebabkan anemia pada ibu, bahkan berisiko mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat. Selain itu, ada risiko persalinan prematur jika perdarahan tidak dapat dihentikan.

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:

  • Perdarahan vagina dalam jumlah banyak.
  • Perdarahan vagina yang disertai dengan nyeri atau kontraksi.
  • Merasa pusing, lemas, atau mengalami pingsan.

Setiap perdarahan selama kehamilan harus selalu dievaluasi oleh tenaga medis profesional.

Rekomendasi Halodoc

Memahami kondisi plasenta previa marginalis adalah langkah penting untuk kehamilan yang lebih aman. Jika mengalami gejala perdarahan atau didiagnosis dengan plasenta previa marginalis, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis obgyn terpercaya, mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, serta memantau kondisi kehamilan dengan lebih tenang dan terinformasi.