Ad Placeholder Image

Plasenta Adhesiva: Kenali Bahaya & Gejala Plasenta Lengket

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Jaga Kehamilanmu! Pahami Plasenta Adhesiva Sejak Dini

Plasenta Adhesiva: Kenali Bahaya & Gejala Plasenta LengketPlasenta Adhesiva: Kenali Bahaya & Gejala Plasenta Lengket

Plasenta adhesiva adalah kondisi serius pada kehamilan di mana plasenta menempel terlalu kuat pada dinding rahim, menyebabkan komplikasi saat persalinan. Kondisi ini membuat plasenta tidak dapat lepas secara normal setelah bayi lahir, berbeda dengan proses persalinan plasenta yang sehat. Termasuk dalam spektrum kelainan penempelan plasenta abnormal, yaitu plasenta akreta, inkreta, dan perkreta, plasenta adhesiva berpotensi menimbulkan perdarahan hebat yang mengancam jiwa ibu. Penanganannya sering melibatkan operasi caesar terencana, bahkan histerektomi atau pengangkatan rahim pada kasus yang parah.

Definisi Plasenta Adhesiva

Plasenta adhesiva adalah kondisi medis saat plasenta tumbuh dan menempel terlalu dalam ke dinding rahim, atau miometrium. Ini menghambat plasenta untuk terpisah dari rahim setelah proses melahirkan, sebagaimana mestinya. Normalnya, plasenta akan lepas dengan sendirinya beberapa menit setelah bayi lahir.

Namun, pada kondisi adhesiva, ikatan antara plasenta dan rahim sangat kuat sehingga pelepasan alami tidak mungkin terjadi. Spektrum kondisi ini bervariasi dari penempelan yang dangkal hingga menembus organ lain. Identifikasi dan penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

Jenis-jenis Plasenta Adhesiva (Spektrum Akreta)

Plasenta adhesiva merupakan istilah umum yang mencakup beberapa tingkat keparahan penempelan plasenta abnormal. Kondisi ini sering disebut sebagai spektrum plasenta akreta dan diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana plasenta menembus dinding rahim.

  • Plasenta Akreta: Ini adalah bentuk yang paling umum, di mana plasenta menempel kuat pada miometrium, lapisan otot dinding rahim. Penempelan ini tidak menembus seluruh ketebalan otot.
  • Plasenta Inkreta: Plasenta inkreta terjadi saat plasenta menembus lebih dalam ke dalam miometrium. Penetrasi ini melibatkan sebagian besar ketebalan otot rahim.
  • Plasenta Perkreta: Ini adalah bentuk yang paling parah, di mana plasenta menembus seluruh dinding rahim hingga mencapai organ di sekitarnya. Organ yang paling sering terkena adalah kandung kemih dan usus. Kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan yang kompleks.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Adhesiva

Plasenta adhesiva terjadi ketika sel-sel trofoblas, yang seharusnya berhenti di lapisan terdalam rahim, tumbuh terlalu jauh. Sel-sel ini menembus lapisan dinding rahim (miometrium) dan bahkan bisa sampai ke organ lain. Umumnya, penyebab pasti tidak diketahui, tetapi beberapa faktor risiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini.

Faktor risiko utama meliputi riwayat operasi caesar sebelumnya, yang dapat meninggalkan jaringan parut pada rahim. Operasi rahim lainnya, seperti miomektomi (pengangkatan mioma) atau kuretase, juga dapat meningkatkan risiko. Selain itu, plasenta previa, yaitu kondisi plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim, seringkali terkait dengan plasenta adhesiva. Wanita yang hamil pada usia lanjut atau memiliki riwayat banyak melahirkan juga memiliki risiko lebih tinggi.

Gejala Plasenta Adhesiva

Seringkali, plasenta adhesiva tidak menunjukkan gejala spesifik selama kehamilan. Banyak wanita dengan kondisi ini tidak mengalami keluhan hingga saat persalinan. Oleh karena itu, diagnosis seringkali dilakukan melalui pemeriksaan rutin atau baru terlihat saat proses melahirkan.

Gejala paling signifikan dan berbahaya muncul setelah melahirkan, yaitu kegagalan plasenta untuk terlepas secara normal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat atau perdarahan pascapersalinan, yang berpotensi mengancam jiwa ibu. Perdarahan ini bisa menjadi tanda pertama yang mengindikasikan adanya plasenta adhesiva.

Diagnosis Plasenta Adhesiva

Diagnosis plasenta adhesiva dapat dicurigai selama kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin. USG dapat menunjukkan tanda-tanda penempelan plasenta yang abnormal pada dinding rahim. Jika dicurigai, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan lebih lanjut, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang sejauh mana plasenta menembus rahim dan organ sekitarnya.

Pada beberapa kasus, diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah persalinan, ketika plasenta gagal terlepas. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi plasenta dan rahim. Diagnosis dini penting untuk perencanaan persalinan yang aman dan penanganan yang tepat.

Penanganan Plasenta Adhesiva

Penanganan plasenta adhesiva memerlukan perencanaan yang matang dan tim medis multidisiplin, melibatkan dokter spesialis kandungan, ahli bedah, dan anestesiolog. Tujuannya adalah untuk mengelola perdarahan dan menjaga kesehatan ibu. Umumnya, persalinan akan direncanakan melalui operasi caesar.

Pada kasus yang ringan, dokter mungkin mencoba melepaskan plasenta secara hati-hati. Namun, pada kasus plasenta akreta, inkreta, atau perkreta yang parah, tindakan histerektomi (pengangkatan rahim) seringkali menjadi pilihan utama. Ini dilakukan untuk mencegah perdarahan yang masif dan berpotensi fatal, terutama jika plasenta menembus organ vital seperti kandung kemih. Keputusan penanganan akan sangat tergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan kondisi medis ibu.

Pencegahan Plasenta Adhesiva

Pencegahan plasenta adhesiva seringkali sulit dilakukan karena banyak faktor risikonya tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, manajemen kehamilan yang baik dan deteksi dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi. Wanita dengan riwayat operasi caesar atau faktor risiko lainnya disarankan untuk melakukan perencanaan kehamilan yang cermat dengan dokter.

Pemeriksaan antenatal rutin dan ultrasonografi yang teliti sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi ini. Dengan deteksi dini, tim medis dapat membuat rencana persalinan yang sesuai dan meminimalkan risiko perdarahan hebat. Pemahaman tentang kondisi ini membantu ibu hamil lebih siap menghadapi potensi komplikasi.

Plasenta adhesiva adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis khusus. Penting bagi wanita hamil, terutama dengan faktor risiko, untuk memahami kondisi ini dan mendiskusikannya dengan dokter kandungan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau konsultasi, disarankan untuk menghubungi dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan rekomendasi dan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing.