Ad Placeholder Image

Plasenta Adhesiva: Saat Plasenta Tak Mau Lepas

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 April 2026

Plasenta Adhesiva: Pahami Kondisi Rahim yang Serius

Plasenta Adhesiva: Saat Plasenta Tak Mau LepasPlasenta Adhesiva: Saat Plasenta Tak Mau Lepas

Plasenta Adhesiva Adalah Kondisi Kehamilan Serius yang Membutuhkan Penanganan Khusus

Plasenta adhesiva adalah suatu kondisi kehamilan yang serius di mana plasenta, organ yang menyediakan nutrisi dan oksigen untuk bayi, menempel terlalu kuat atau tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Kondisi ini menyebabkan plasenta gagal terlepas secara normal setelah persalinan, yang dapat mengakibatkan perdarahan masif dan mengancam jiwa ibu. Penting untuk memahami plasenta adhesiva adalah suatu kelainan yang membutuhkan deteksi dini dan perencanaan persalinan yang cermat.

Definisi Plasenta Adhesiva

Secara umum, plasenta adhesiva merujuk pada spektrum kelainan implantasi plasenta. Kelainan ini terjadi ketika vili korionik (struktur kecil pada plasenta) tumbuh menembus lapisan desidua basalis rahim dan menempel pada miometrium (otot rahim).

Plasenta normal akan terlepas dari dinding rahim setelah bayi lahir. Namun, pada kasus plasenta adhesiva, penempelan yang abnormal ini mencegah pelepasan alami plasenta. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia.

Jenis-Jenis Plasenta Adhesiva

Plasenta adhesiva adalah istilah umum yang mencakup tiga jenis utama berdasarkan kedalaman penempelan plasenta:

  • Plasenta Akreta: Ini adalah jenis yang paling umum, di mana vili korionik menempel kuat pada miometrium (otot rahim) tanpa menembus seluruh ketebalannya.
  • Plasenta Inkreta: Pada kondisi ini, vili korionik menembus lebih dalam ke dalam miometrium, masuk ke dalam jaringan otot rahim.
  • Plasenta Perkreta: Jenis paling parah, di mana vili korionik menembus seluruh dinding rahim hingga mencapai atau bahkan menembus organ sekitar, seperti kandung kemih atau usus.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Adhesiva

Meskipun penyebab pasti plasenta adhesiva tidak selalu jelas, kondisi ini umumnya terkait dengan kerusakan atau bekas luka pada dinding rahim. Beberapa faktor risiko utama meliputi:

  • Riwayat Operasi Caesar Sebelumnya: Ini adalah faktor risiko paling signifikan. Semakin banyak riwayat operasi caesar, semakin tinggi risikonya.
  • Plasenta Previa: Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Plasenta previa sering ditemukan bersamaan dengan plasenta adhesiva.
  • Riwayat Kuretase atau Operasi Rahim Lainnya: Prosedur yang dapat menyebabkan kerusakan atau parut pada dinding rahim, seperti kuretase berulang atau pengangkatan mioma.
  • Usia Ibu Lanjut: Wanita yang hamil di usia lebih tua (di atas 35 tahun) memiliki risiko lebih tinggi.
  • Multiparitas: Wanita yang telah melahirkan beberapa kali.

Gejala Plasenta Adhesiva

Plasenta adhesiva seringkali tidak menimbulkan gejala yang nyata selama kehamilan. Banyak ibu hamil baru menyadari kondisi ini saat persalinan. Namun, pada beberapa kasus, dapat terjadi perdarahan vagina tanpa rasa sakit selama trimester ketiga, terutama jika disertai dengan plasenta previa.

Diagnosis Plasenta Adhesiva

Deteksi dini plasenta adhesiva sangat penting untuk perencanaan persalinan yang aman. Diagnosis sebagian besar dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) rutin selama kehamilan. USG dapat menunjukkan tanda-tanda penempelan plasenta yang abnormal. Dalam beberapa kasus, pencitraan resonansi magnetik (MRI) mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis dan menilai sejauh mana invasi plasenta, terutama pada kasus yang kompleks.

Penanganan Plasenta Adhesiva

Karena risiko perdarahan masif, penanganan plasenta adhesiva adalah prosedur yang kompleks dan membutuhkan tim medis multidisiplin. Umumnya, persalinan akan direncanakan melalui operasi caesar di rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan bank darah yang memadai.

Pada banyak kasus plasenta akreta dan inkreta, histerektomi (pengangkatan rahim) setelah operasi caesar seringkali menjadi pilihan terbaik untuk mencegah perdarahan yang mengancam jiwa. Pada kasus plasenta perkreta yang menembus organ lain, penanganan mungkin melibatkan ahli bedah lain selain dokter kandungan.

Komplikasi Plasenta Adhesiva

Komplikasi utama dari plasenta adhesiva adalah perdarahan masif setelah melahirkan. Perdarahan ini dapat menyebabkan syok, kebutuhan transfusi darah yang besar, kerusakan organ, dan bahkan kematian ibu. Komplikasi lain termasuk cedera pada organ sekitar jika terjadi plasenta perkreta, serta risiko persalinan prematur.

Pencegahan Plasenta Adhesiva

Pencegahan langsung plasenta adhesiva sulit dilakukan, terutama bagi ibu dengan riwayat operasi caesar atau kondisi rahim tertentu. Namun, penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan berdiskusi dengan dokter mengenai riwayat medis, terutama jika memiliki faktor risiko. Deteksi dini melalui USG adalah kunci untuk mempersiapkan penanganan terbaik dan meminimalkan risiko.

Konsultasi dengan Ahli di Halodoc

Jika memiliki kekhawatiran mengenai plasenta adhesiva atau kondisi kehamilan lainnya, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu atau berkonsultasi secara daring untuk mendapatkan informasi medis yang akurat dan penanganan yang tepat.