Ad Placeholder Image

Plasenta Akreta Inkreta Perkreta: Kenali Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Yuk Kenali Plasenta Akreta, Inkreta, Perkreta: Bahayanya

Plasenta Akreta Inkreta Perkreta: Kenali Yuk!Plasenta Akreta Inkreta Perkreta: Kenali Yuk!

Mengenal Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta: Tingkat Keparahan serta Penanganannya

Plasenta akreta, inkreta, dan perkreta adalah kondisi serius dalam kehamilan yang melibatkan penempelan plasenta terlalu dalam pada dinding rahim. Kondisi ini merupakan spektrum dengan tingkat penetrasi yang berbeda, mulai dari yang relatif kurang parah hingga yang sangat berbahaya. Pemahaman mendalam mengenai perbedaan ketiga kondisi ini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan meminimalkan risiko komplikasi.

Apa Itu Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta?

Plasenta akreta, inkreta, dan perkreta merujuk pada spektrum kelainan penempelan plasenta (placenta accreta spectrum/PAS). Normalnya, plasenta menempel pada lapisan rahim dan terpisah setelah persalinan tanpa masalah. Namun, pada kondisi PAS, plasenta tumbuh terlalu erat ke dinding rahim, menyebabkan kesulitan saat melepaskannya.

Kondisi ini diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana plasenta menembus dinding rahim, yang menentukan tingkat keparahan dan risiko yang menyertainya.

Tingkatan Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta

Perbedaan utama terletak pada kedalaman invasi plasenta ke dinding rahim:

  • Plasenta Akreta: Ini adalah bentuk paling umum dari PAS. Pada kondisi ini, plasenta menempel kuat pada dinding rahim (miometrium), tetapi tidak menembus otot rahim. Penempelannya lebih dalam dari normal, tetapi belum sampai ke lapisan otot.
  • Plasenta Inkreta: Kondisi ini lebih parah dari akreta. Plasenta menembus dan tumbuh ke dalam otot rahim (miometrium). Penetrasi ini membuat plasenta sangat sulit dipisahkan dari rahim.
  • Plasenta Perkreta: Merupakan bentuk paling parah dan paling berbahaya. Plasenta menembus seluruh dinding rahim dan bahkan dapat mencapai atau menempel pada organ di sekitarnya, seperti kandung kemih atau usus. Risiko perdarahan masif pada kondisi ini sangat tinggi dan seringkali memerlukan histerektomi.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti plasenta akreta, inkreta, dan perkreta tidak selalu jelas. Namun, kondisi ini seringkali terkait dengan adanya luka atau kerusakan pada lapisan dinding rahim.

Beberapa faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan terjadinya PAS meliputi:

  • Riwayat Operasi Caesar Sebelumnya: Ini adalah faktor risiko paling signifikan, di mana semakin banyak operasi caesar sebelumnya, semakin tinggi risikonya.
  • Plasenta Previa: Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, terutama jika disertai riwayat operasi caesar.
  • Operasi Rahim Sebelumnya: Termasuk miomektomi (pengangkatan fibroid rahim) atau kuretase berulang.
  • Usia Ibu Lanjut: Wanita yang hamil pada usia lebih tua memiliki risiko lebih tinggi.
  • Multipara: Wanita yang pernah melahirkan beberapa kali.

Gejala dan Diagnosis

Seringkali, wanita dengan plasenta akreta, inkreta, atau perkreta tidak menunjukkan gejala selama kehamilan. Kondisi ini biasanya terdeteksi selama pemeriksaan rutin atau ketika ada komplikasi seperti perdarahan pada trimester ketiga.

Diagnosis umumnya dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan:

  • USG (Ultrasonografi): Pemeriksaan ini seringkali dapat menunjukkan tanda-tanda penempelan plasenta yang abnormal.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): Dapat memberikan gambaran yang lebih detail mengenai kedalaman penetrasi plasenta, terutama jika USG tidak memberikan hasil yang konklusif.

Komplikasi Berbahaya

Komplikasi utama dari plasenta akreta, inkreta, dan perkreta adalah perdarahan masif selama atau setelah persalinan. Perdarahan ini dapat mengancam jiwa ibu dan mungkin memerlukan transfusi darah dalam jumlah besar.

Pada kasus perkreta, di mana plasenta menembus organ lain, risiko kerusakan organ tersebut juga sangat tinggi. Akibatnya, histerektomi (pengangkatan rahim) seringkali diperlukan untuk menghentikan perdarahan dan menyelamatkan nyawa ibu.

Penanganan Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta

Penanganan kondisi ini memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter kandungan, ahli bedah, anestesiolog, dan bank darah. Perencanaan matang sangat penting untuk meminimalkan risiko.

Strategi penanganan umum meliputi:

  • Persalinan Terencana: Operasi caesar terencana biasanya dilakukan lebih awal dari tanggal perkiraan persalinan, sekitar minggu ke-34 atau ke-35 kehamilan, untuk menghindari dimulainya persalinan spontan yang dapat memicu perdarahan.
  • Histerektomi: Dalam banyak kasus, terutama pada inkreta dan perkreta, pengangkatan rahim (histerektomi) bersama dengan plasenta adalah satu-satunya cara aman untuk menghentikan perdarahan.
  • Tim Medis Berpengalaman: Persalinan harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan tim medis yang berpengalaman dalam mengelola kasus plasenta akreta spectrum.

Rekomendasi Medis Halodoc

Plasenta akreta, inkreta, dan perkreta adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis serius dan penanganan profesional. Deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan rutin sangat krusial. Jika memiliki faktor risiko, penting untuk berdiskusi dengan dokter mengenai skrining dan pemantauan khusus.

Konsultasi dengan dokter kandungan di Halodoc dapat membantu memahami risiko, gejala, dan opsi penanganan yang tersedia. Dukungan dari tim medis yang tepat akan memastikan penanganan terbaik untuk keselamatan ibu dan bayi.