Ad Placeholder Image

POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

POTS adalah: Mengapa Jantung Berdebar Saat Berdiri?

POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!

POTS Adalah: Memahami Sindrom Takikardia Ortostatik Postural

Sindrom Takikardia Ortostatik Postural atau POTS adalah gangguan kompleks pada sistem saraf otonom yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Kondisi ini sering kali menimbulkan serangkaian gejala yang mengganggu kualitas hidup, terutama saat seseorang berdiri dari posisi berbaring atau duduk. Memahami apa itu POTS, gejala, penyebab, dan cara mengelolanya sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa Itu POTS?

POTS adalah singkatan dari Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Sindrom Takikardia Ortostatik Postural. Ini merupakan bentuk disautonomia, yaitu gangguan pada sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom bertanggung jawab mengatur fungsi tubuh yang tidak disadari, seperti detak jantung, tekanan darah, pencernaan, dan suhu tubuh.

Karakteristik utama POTS adalah peningkatan detak jantung yang drastis ketika seseorang beralih dari posisi berbaring atau duduk ke posisi berdiri. Pada orang dewasa, detak jantung dapat meningkat lebih dari 30 denyut per menit (bpm) dalam waktu 10 menit setelah berdiri. Sementara pada remaja, peningkatan detak jantung bisa lebih dari 40 bpm, tanpa disertai penurunan tekanan darah yang signifikan. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah tidak optimal ke otak dan bagian tubuh atas, menyebabkan berbagai gejala.

Gejala Utama POTS

Gejala POTS sangat bervariasi antar individu, tetapi umumnya muncul atau memburuk saat berdiri dan mereda saat berbaring. Gejala-gejala ini dapat sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dialami penderita POTS:

  • Kepala terasa ringan atau pusing ( lightheadedness ).
  • Pingsan (syncope), baik sebagian maupun sepenuhnya.
  • Kelelahan ekstrem atau kelelahan kronis yang tidak membaik dengan istirahat.
  • Jantung berdebar (palpitasi), sering kali terasa seperti jantung berpacu kencang.
  • “Kabut otak” (brain fog), yaitu kesulitan berkonsentrasi, masalah memori, atau merasa seperti ada “kabut” di kepala.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
  • Gemetar atau tremor pada tubuh.
  • Kelemahan atau nyeri pada otot.
  • Intoleransi panas atau dingin.
  • Gangguan tidur.

Gejala-gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, dan intensitasnya dapat berbeda setiap hari.

Penyebab POTS

Penyebab pasti POTS belum sepenuhnya dipahami, namun diduga kuat melibatkan gangguan pada sistem saraf otonom. Sistem ini gagal mengoordinasikan respons tubuh terhadap gravitasi saat berdiri. Normalnya, saat seseorang berdiri, pembuluh darah di kaki akan menyempit dan detak jantung sedikit meningkat untuk menjaga aliran darah ke otak tetap stabil. Pada penderita POTS, mekanisme ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan munculnya POTS meliputi:

  • **Disfungsi Saraf Otonom**: Kegagalan sistem saraf otonom dalam mengatur detak jantung dan tekanan darah.
  • **Volume Darah Rendah**: Beberapa penderita POTS memiliki volume darah yang lebih rendah dari normal.
  • **Gangguan Pembuluh Darah**: Pembuluh darah di kaki dan perut mungkin tidak menyempit dengan benar saat berdiri, menyebabkan penumpukan darah di bagian bawah tubuh.
  • **Faktor Pemicu**: POTS sering kali muncul setelah suatu kejadian, seperti infeksi virus (misalnya, flu atau mononukleosis), kehamilan, operasi, cedera fisik, atau trauma.
  • **Faktor Genetik**: Ada kemungkinan faktor genetik yang berperan pada beberapa kasus.

POTS lebih sering menyerang wanita muda dengan rentang usia 15 hingga 50 tahun. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada pria dan anak-anak.

Diagnosis POTS

Mendiagnosis POTS bisa menjadi tantangan karena gejalanya yang tumpang tindih dengan kondisi lain. Dokter akan memulai dengan riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik. Untuk konfirmasi diagnosis, metode yang paling umum digunakan adalah tilt table test (tes meja miring).

Selama tilt table test, pasien akan berbaring telentang di atas meja yang dapat dimiringkan. Detak jantung dan tekanan darah akan dipantau secara berkala saat pasien berbaring, dan kemudian saat meja dimiringkan ke posisi tegak. Peningkatan detak jantung yang signifikan saat tegak, tanpa penurunan tekanan darah yang drastis, menjadi indikator kuat POTS. Pemeriksaan lain mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kondisi serupa.

Pengelolaan dan Pencegahan POTS

POTS bukanlah penyakit yang mematikan, tetapi bisa menjadi kronis dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Meskipun demikian, banyak penderita dapat mengalami perbaikan signifikan seiring waktu dengan manajemen gaya hidup dan, jika diperlukan, pengobatan.

Pengelolaan POTS berfokus pada mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa strategi yang umum direkomendasikan antara lain:

  • **Peningkatan Asupan Cairan**: Minum banyak air, setidaknya 2-3 liter per hari, untuk membantu menjaga volume darah.
  • **Konsumsi Garam**: Dokter mungkin merekomendasikan peningkatan asupan garam (melalui makanan atau suplemen) untuk membantu menahan cairan dalam tubuh.
  • **Pakaian Kompresi**: Mengenakan stoking kompresi dapat membantu mencegah penumpukan darah di kaki.
  • **Perubahan Gaya Hidup**: Hindari pemicu seperti berdiri terlalu lama, perubahan posisi yang cepat, dan paparan panas berlebihan.
  • **Latihan Fisik Bertahap**: Latihan yang dirancang khusus oleh fisioterapis, sering kali dimulai dengan latihan di posisi berbaring atau duduk, dapat membantu meningkatkan toleransi ortostatik.
  • **Posisi Tidur**: Meninggikan kepala tempat tidur dapat membantu mengurangi gejala di pagi hari.
  • **Obat-obatan**: Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengelola detak jantung, tekanan darah, atau gejala lainnya.

Pencegahan POTS sering kali sulit karena penyebabnya yang kompleks. Namun, bagi individu yang memiliki riwayat keluarga atau pernah mengalami pemicu seperti infeksi virus, menjaga hidrasi yang baik dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko.

Pertanyaan Umum tentang POTS

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai POTS:

  • **Apakah POTS dapat disembuhkan?**
    POTS adalah kondisi kronis, tetapi banyak penderita mengalami perbaikan gejala yang signifikan dan bahkan remisi seiring waktu dengan manajemen yang tepat. Tidak ada “obat” tunggal yang menyembuhkan POTS sepenuhnya.
  • **Apakah POTS berbahaya atau mematikan?**
    POTS tidak dianggap sebagai kondisi yang mematikan. Namun, dapat sangat melemahkan dan memengaruhi kualitas hidup secara drastis karena gejalanya yang mengganggu dan risiko pingsan.
  • **Berapa lama seseorang menderita POTS?**
    Durasi POTS sangat bervariasi. Beberapa orang mungkin hanya mengalaminya selama beberapa bulan atau tahun, sementara yang lain bisa mengalaminya seumur hidup. Banyak yang membaik seiring waktu, terutama dengan penanganan yang konsisten.

POTS adalah kondisi serius yang membutuhkan diagnosis dan pengelolaan yang tepat. Jika ada individu yang mengalami gejala-gejala yang mirip dengan POTS, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup, banyak penderita POTS dapat mengelola gejala mereka dan meningkatkan kualitas hidup.

Dapatkan informasi dan konsultasi medis yang akurat mengenai POTS serta kondisi kesehatan lainnya. Kunjungi Halodoc untuk berbicara dengan dokter atau mendapatkan layanan kesehatan yang terpercaya dan berbasis riset ilmiah terbaru.