PPCM: Cari Tahu Pengertian Lengkapnya di Sini
Peripartum Kardiomiopati (PPCM) merupakan kondisi yang dapat memicu gagal jantung pada wanita hamil atau setelah melahirkan.

Daftar Isi:
- Apa Itu PPCM?
- Kenali Gejala PPCM
- Apa Penyebab PPCM?
- Faktor Risiko PPCM
- Bagaimana Diagnosis PPCM Dilakukan?
- Opsi Pengobatan PPCM
- Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat PPCM
- Bisakah PPCM Dicegah?
- Kapan Harus ke Dokter?
Peripartum Kardiomiopati (PPCM) adalah kondisi langka yang menyebabkan gagal jantung pada wanita hamil atau setelah melahirkan.
Yuk, bahas lebih lanjut mengenai definisi, gejala, penyebab, diagnosis, dan penanganan PPCM berikut ini!
Apa Itu PPCM?
Peripartum Kardiomiopati (PPCM) adalah jenis gagal jantung yang terjadi pada wanita selama bulan terakhir kehamilan atau hingga lima bulan setelah melahirkan.
Kondisi ini tergolong langka, namun serius karena dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.
Kenali Gejala PPCM
Gejala PPCM mirip dengan gejala gagal jantung lainnya. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
- Sesak napas, terutama saat berbaring atau beraktivitas.
- Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
- Kelelahan ekstrem.
- Jantung berdebar-debar atau detak jantung tidak teratur.
- Batuk terus-menerus.
- Peningkatan berat badan secara tiba-tiba.
Yuk, Kenali Gejala dan Komplikasi yang Terjadi Akibat Preeklamsia.
Apa Penyebab PPCM?
Penyebab pasti PPCM belum sepenuhnya dipahami.
Namun, ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam perkembangan kondisi ini, termasuk:
- Respon inflamasi yang tidak normal.
- Perubahan hormon selama kehamilan.
- Masalah genetik.
- Penyakit autoimun.
- Malnutrisi.
Faktor Risiko PPCM
Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena PPCM:
- Preeklamsia atau eklamsia.
- Kehamilan ganda (mengandung lebih dari satu bayi).
- Riwayat PPCM pada kehamilan sebelumnya.
- Usia ibu yang lebih tua saat hamil.
- Ras Afrika-Amerika.
- Penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Bagaimana Diagnosis PPCM Dilakukan?
Diagnosis PPCM melibatkan evaluasi medis menyeluruh, termasuk:
- Pemeriksaan fisik.
- Riwayat kesehatan.
- Ekokardiogram (USG jantung) untuk menilai fungsi jantung.
- Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung.
- Tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan penanda jantung.
Kriteria diagnostik utama PPCM adalah gagal jantung yang terjadi pada bulan terakhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) kurang dari 45%.
Opsi Pengobatan PPCM
Pengobatan PPCM bertujuan untuk memperbaiki fungsi jantung dan mengurangi gejala. Pilihan pengobatan meliputi:
- Obat-obatan untuk gagal jantung, seperti ACE inhibitor, beta-blocker, dan diuretik
- Obat-obatan untuk mengencerkan darah, jika ada risiko pembekuan darah
- Pembatasan asupan cairan dan garam
- Perangkat bantuan ventrikel (VAD) atau transplantasi jantung, dalam kasus yang parah
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan kandungan untuk mendapatkan rencana pengobatan yang tepat.
Kamu bisa simak juga, beberapa rekomendasi obat jantung yang kerap diresepkan dokter: Ini 5 Rekomendasi Obat Jantung yang Efektif di Apotek.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat PPCM
PPCM dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Gagal jantung kronis.
- Aritmia jantung (detak jantung tidak teratur).
- Pembentukan bekuan darah.
- Kematian.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.
Bisakah PPCM Dicegah?
Karena penyebab pasti PPCM belum diketahui, sulit untuk mencegahnya sepenuhnya.
Namun, menjaga kesehatan jantung selama kehamilan dan setelah melahirkan dapat membantu mengurangi risiko. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Mengelola kondisi medis yang sudah ada, seperti hipertensi dan diabetes.
- Berhenti merokok dan menghindari alkohol serta obat-obatan terlarang.
- Makan makanan yang sehat dan seimbang.
- Berolahraga secara teratur sesuai rekomendasi dokter.
- Mendapatkan istirahat yang cukup.
Konsultasikan dengan dokter mengenai risiko PPCM jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala PPCM selama kehamilan atau setelah melahirkan, terutama jika memiliki faktor risiko. Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Jika kamu mengalami gejala yang mengkhawatirkan selama kehamilan atau setelah melahirkan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan di Halodoc. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!


