Ad Placeholder Image

Preeklamsia: Gejala, Risiko, dan Penanganan Ibu Hamil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Preeklamsia: Gejala, Risiko, & Penanganan Ibu Hamil

Preeklamsia: Gejala, Risiko, dan Penanganan Ibu HamilPreeklamsia: Gejala, Risiko, dan Penanganan Ibu Hamil

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ, seperti proteinuria. Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat membahayakan ibu serta janin jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai preeklamsia, termasuk gejala, penyebab, cara mengatasi, dan pencegahannya.

Apa Itu Preeklamsia?

Preeklamsia adalah kondisi serius yang terjadi selama kehamilan, ditandai dengan tekanan darah tinggi (≥ 140/90 mmHg) dan adanya protein dalam urine (proteinuria). Kondisi ini dapat memengaruhi organ-organ vital seperti hati, ginjal, dan otak. Preeklamsia memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti eklamsia (kejang pada ibu hamil).

Gejala Preeklamsia yang Perlu Diwaspadai

Gejala preeklamsia bisa bervariasi pada setiap ibu hamil. Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Tekanan darah tinggi (≥ 140/90 mmHg)
  • Proteinuria (protein dalam urine)
  • Sakit kepala hebat yang tidak kunjung reda
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau melihat kilatan cahaya
  • Nyeri perut bagian atas, terutama di sisi kanan
  • Pembengkakan (edema) yang berlebihan pada wajah, tangan, dan kaki
  • Sesak napas

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Preeklamsia

Penyebab pasti preeklamsia belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan gangguan perkembangan plasenta. Plasenta adalah organ yang menyediakan nutrisi dan oksigen kepada janin selama kehamilan.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya preeklamsia meliputi:

  • Kehamilan pertama
  • Usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun
  • Riwayat keluarga dengan preeklamsia
  • Obesitas
  • Kehamilan kembar
  • Riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi kronis, penyakit ginjal, atau diabetes

Bagaimana Preeklamsia Didiagnosis?

Preeklamsia biasanya didiagnosis selama pemeriksaan kehamilan rutin. Dokter akan mengukur tekanan darah dan memeriksa urine untuk mendeteksi adanya protein. Jika tekanan darah tinggi dan proteinuria ditemukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengevaluasi kondisi organ-organ lain.

Penanganan dan Pengobatan Preeklamsia

Penanganan preeklamsia bertujuan untuk mencegah komplikasi serius dan memastikan keselamatan ibu dan janin. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Pemantauan ketat: Dokter akan memantau tekanan darah, fungsi organ, dan kondisi janin secara berkala.
  • Obat-obatan: Obat antihipertensi dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah.
  • Kortikosteroid: Obat ini dapat diberikan untuk membantu mematangkan paru-paru janin jika persalinan dini diperlukan.
  • Magnesium sulfat: Obat ini digunakan untuk mencegah kejang (eklamsia).
  • Persalinan: Jika preeklamsia berat atau mengancam jiwa, dokter mungkin akan merekomendasikan persalinan, bahkan jika janin belum cukup bulan.

Pencegahan Preeklamsia: Apa yang Bisa Dilakukan?

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Pemeriksaan kehamilan rutin: Kunjungan rutin ke dokter memungkinkan deteksi dini dan penanganan preeklamsia.
  • Pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan batasi asupan garam.
  • Olahraga teratur: Lakukan olahraga ringan secara teratur sesuai rekomendasi dokter.
  • Suplemen kalsium: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen kalsium dapat membantu mengurangi risiko preeklamsia pada wanita dengan asupan kalsium rendah. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.
  • Aspirin dosis rendah: Dokter mungkin merekomendasikan aspirin dosis rendah untuk wanita dengan risiko tinggi preeklamsia.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala preeklamsia selama kehamilan. Jangan tunda konsultasi dengan dokter, terutama jika Anda memiliki faktor risiko preeklamsia.

Rekomendasi Halodoc

Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk mendeteksi dini preeklamsia dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai preeklamsia atau membutuhkan konsultasi dengan dokter kandungan, gunakan aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter terpercaya dan mendapatkan informasi medis yang akurat. Download Halodoc sekarang untuk menjaga kesehatan Anda dan janin selama kehamilan.