Ad Placeholder Image

Presbikusis: Kuping Susah Dengar Saat Tua?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 April 2026

Presbikusis: Saat Dengar Berkurang di Usia Lanjut

Presbikusis: Kuping Susah Dengar Saat Tua?Presbikusis: Kuping Susah Dengar Saat Tua?

Mengenal Presbikusis Adalah: Penurunan Pendengaran Akibat Penuaan

Presbikusis adalah kondisi penurunan kemampuan mendengar yang terjadi secara bertahap, progresif, dan memengaruhi kedua telinga (bilateral). Kondisi ini merupakan bagian alami dari proses penuaan, umumnya mulai dialami oleh lansia berusia di atas 60 tahun. Ciri khas presbikusis adalah kesulitan mendengar suara bernada tinggi, seperti konsonan (s, p, k, f), dan kesulitan memahami percakapan terutama di lingkungan yang bising.

Apa Itu Presbikusis?

Presbikusis merujuk pada gangguan pendengaran sensorineural yang terkait dengan usia. Penurunan fungsi pendengaran ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan seiring berjalannya waktu. Akibatnya, seseorang mungkin tidak menyadari adanya masalah pendengaran sampai kondisinya cukup signifikan.

Kemampuan mendengar suara bernada tinggi menjadi yang pertama kali terpengaruh. Hal ini membuat percakapan terdengar kurang jelas, terutama ketika ada banyak suara latar. Penurunan pendengaran ini bersifat permanen karena melibatkan kerusakan pada struktur telinga bagian dalam.

Gejala Presbikusis yang Perlu Diwaspadai

Gejala presbikusis seringkali berkembang secara bertahap, sehingga mungkin tidak langsung disadari. Namun, ada beberapa tanda umum yang mengindikasikan seseorang mungkin mengalami presbikusis. Mengenali gejala ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa gejala utama presbikusis:

  • Suara terdengar bergumam atau tidak jelas, terutama saat berbicara cepat.
  • Kesulitan mendengar atau memahami suara wanita dan anak-anak, karena cenderung bernada lebih tinggi.
  • Perlu mengeraskan volume televisi atau radio secara signifikan untuk bisa mendengarnya.
  • Sering meminta lawan bicara untuk mengulang perkataan mereka.
  • Kesulitan mengikuti percakapan di tempat yang ramai atau bising.
  • Adanya tinnitus atau telinga berdenging.

Penyebab Utama Presbikusis

Penyebab utama presbikusis adalah proses degenerasi alami yang terjadi seiring penuaan. Namun, ada beberapa faktor lain yang juga berperan dalam perkembangan kondisi ini. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam upaya pencegahan dan pengelolaan.

Berikut adalah rincian penyebab presbikusis:

  • **Degenerasi Sel Rambut di Koklea:** Koklea adalah bagian dari telinga dalam yang berisi sel-sel rambut halus. Sel-sel ini berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Seiring bertambahnya usia, sel-sel rambut ini bisa rusak atau mati, terutama yang bertanggung jawab untuk mendeteksi frekuensi tinggi. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki secara alami.
  • **Faktor Genetik:** Riwayat keluarga dengan presbikusis dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya. Beberapa gen diyakini memengaruhi kerentanan sel-sel pendengaran terhadap kerusakan terkait usia.
  • **Paparan Kebisingan Kronis:** Paparan suara bising yang berlebihan dan dalam jangka waktu lama sepanjang hidup dapat mempercepat kerusakan sel-sel rambut di koklea. Pekerjaan di lingkungan bising atau hobi yang melibatkan suara keras tanpa pelindung telinga berkontribusi pada risiko ini.
  • **Faktor Lain:** Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan penggunaan obat-obatan ototoksik tertentu (yang merusak telinga) juga dapat memperburuk atau mempercepat timbulnya presbikusis. Merokok dan gaya hidup tidak sehat juga menjadi faktor risiko tambahan.

Penanganan dan Solusi untuk Presbikusis

Saat ini, belum ada terapi definitif yang dapat menyembuhkan presbikusis atau mengembalikan pendengaran yang hilang sepenuhnya. Namun, berbagai intervensi medis dan rehabilitasi tersedia untuk membantu mengelola kondisi ini dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan penanganan adalah memaksimalkan sisa pendengaran dan memfasilitasi komunikasi.

Beberapa penanganan dan solusi untuk presbikusis meliputi:

  • **Alat Bantu Dengar (ABD):** Ini adalah penanganan yang paling umum dan efektif. ABD dirancang untuk memperkuat suara dan membuatnya lebih mudah didengar. Ada berbagai jenis ABD yang dapat disesuaikan dengan tingkat dan jenis gangguan pendengaran individu. Teknologi modern memungkinkan ABD menjadi lebih kecil, lebih nyaman, dan memiliki fitur canggih.
  • **Terapi Audiologi dan Rehabilitasi:** Terapi ini melibatkan pelatihan untuk membantu seseorang beradaptasi dengan alat bantu dengar dan mengembangkan strategi komunikasi yang efektif. Audiolog akan memberikan panduan tentang cara menggunakan ABD, cara membaca bibir, dan cara mengelola lingkungan pendengaran yang menantang.
  • **Implan Telinga Tengah (Cochlear Implant):** Untuk kasus presbikusis yang parah di mana alat bantu dengar tidak lagi memberikan manfaat yang memadai, implan koklea bisa menjadi pilihan. Implan koklea adalah perangkat elektronik yang ditanamkan melalui operasi. Ini berfungsi untuk merangsang saraf pendengaran secara langsung, melewati bagian telinga dalam yang rusak.
  • **Perangkat Pembantu Lain:** Teknologi pendukung seperti telepon yang diperkuat, sistem FM, atau alat bantu visual untuk TV juga dapat membantu dalam situasi tertentu.

Dampak Psikososial Presbikusis

Selain kesulitan pendengaran itu sendiri, presbikusis dapat memiliki dampak psikososial yang signifikan pada kehidupan seseorang. Gangguan pendengaran seringkali menimbulkan stigma, rasa malu, dan isolasi sosial, terutama pada lansia. Kesulitan berkomunikasi dapat membuat seseorang menarik diri dari interaksi sosial dan aktivitas yang dulunya dinikmati.

Dampak ini bisa memicu perasaan frustrasi, kecemasan, bahkan depresi. Penting bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk memahami kondisi ini dan memberikan dukungan. Penggunaan alat bantu dengar atau terapi dapat membantu mengurangi dampak ini dengan memfasilitasi komunikasi dan menjaga koneksi sosial.

Mencegah Presbikusis: Langkah Protektif

Meskipun presbikusis adalah bagian alami dari penuaan, beberapa langkah dapat diambil untuk memperlambat perkembangannya atau mengurangi tingkat keparahannya. Pencegahan berfokus pada melindungi telinga dari kerusakan dan menjaga kesehatan pendengaran secara keseluruhan.

Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • **Menghindari Paparan Suara Bising Berlebihan:** Gunakan pelindung telinga (penyumbat telinga atau headphone peredam bising) saat berada di lingkungan yang bising, seperti konser, tempat kerja industri, atau saat menggunakan alat berat. Batasi durasi paparan suara keras.
  • **Menjaga Kesehatan Telinga:** Lakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin, terutama jika ada riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran atau jika seseorang sering terpapar kebisingan. Hindari membersihkan telinga dengan benda tajam yang dapat merusak gendang telinga.
  • **Gaya Hidup Sehat:** Mengelola kondisi kesehatan kronis seperti diabetes dan hipertensi sangat penting, karena penyakit ini dapat memengaruhi aliran darah ke telinga dalam. Berhenti merokok dan menerapkan pola makan sehat juga berkontribusi pada kesehatan pendengaran.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Presbikusis adalah kondisi penurunan pendengaran progresif yang umum terjadi seiring proses penuaan. Meskipun tidak dapat disembuhkan, deteksi dini dan penanganan yang tepat, seperti penggunaan alat bantu dengar atau implan koklea, dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup. Memahami gejala, penyebab, dan langkah-langkah pencegahan sangat krusial.

Jika seseorang atau kerabat terdekat mulai menunjukkan gejala presbikusis, seperti kesulitan mendengar suara bernada tinggi atau memahami percakapan di tempat bising, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT atau audiolog. Melalui Halodoc, seseorang dapat dengan mudah menemukan dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan terbaik. Halodoc menyediakan akses untuk konsultasi medis yang praktis dan terpercaya guna menjaga kesehatan pendengaran.