“Proses pembentukan urine terjadi dalam tiga tahap, yaitu penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengumpulan (augmentasi). Sistem ini termasuk dalam ekskresi tubuh.”

Ringkasan: Bursitis adalah peradangan pada bursa, yaitu kantong berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang, tendon, dan otot di sekitar sendi. Kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan yang biasanya terjadi pada bahu, siku, pinggul, atau lutut akibat gerakan berulang atau cedera kronis.
Daftar Isi:
Apa Itu Bursitis?
Bursitis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan sinovial yang melumasi persendian. Fungsi utama bursa adalah mengurangi gesekan antara jaringan lunak dan tulang saat tubuh bergerak. Peradangan ini paling sering ditemukan pada area sendi yang sering melakukan gerakan repetitif atau tekanan terus-menerus.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara namun dapat menjadi kronis jika faktor penyebab tidak segera ditangani. Lokasi yang paling rentan terkena adalah bahu (bursitis subakromial), siku (bursitis olekranon), dan pinggul (bursitis trokanterika). Pemahaman mengenai anatomi bursa sangat penting untuk membedakan nyeri sendi biasa dengan peradangan pada kantong cairan ini.
Gejala Umum Bursitis
Gejala bursitis biasanya muncul secara bertahap dan terlokalisasi pada sendi yang mengalami peradangan. Penderita sering merasakan nyeri tumpul atau kaku yang memburuk saat sendi digerakkan atau ditekan. Area di sekitar bursa yang meradang mungkin tampak membengkak, terasa hangat saat disentuh, dan kulit di atasnya terlihat kemerahan.
- Nyeri yang meningkat saat melakukan aktivitas fisik atau gerakan tertentu.
- Sendi terasa kaku dan sulit digerakkan dalam rentang gerak normal.
- Pembengkakan lokal yang terlihat jelas pada sendi seperti siku atau lutut.
- Sensasi nyeri tekan yang tajam saat area bursa mendapatkan tekanan langsung.
- Kemerahan dan rasa hangat yang menandakan adanya proses inflamasi aktif.
Apa Penyebab Bursitis?
Penyebab utama bursitis adalah gerakan berulang atau tekanan yang berkepanjangan pada bursa di lokasi sendi tertentu. Sebagai contoh, mengangkat beban di atas kepala secara terus-menerus dapat memicu peradangan pada bahu. Selain aktivitas fisik, cedera traumatik seperti benturan keras pada siku atau lutut juga dapat menyebabkan bursa terisi darah dan meradang.
“Bursitis paling sering disebabkan oleh penggunaan sendi yang berlebihan (overuse) dalam jangka waktu lama tanpa istirahat yang cukup bagi jaringan lunak.” — WHO, 2023
Infeksi bakteri atau komplikasi dari kondisi medis lain seperti rheumatoid arthritis (radang sendi autoimun) dan gout (asam urat) juga sering menjadi pemicu. Penumpukan kristal asam urat di dalam bursa dapat menyebabkan iritasi mekanis yang parah. Oleh karena itu, identifikasi penyebab dasar sangat menentukan keberhasilan rencana terapi bagi pasien.
Faktor Risiko Radang Bursa
Faktor usia menjadi salah satu risiko utama karena tendon dan bursa cenderung kehilangan elastisitas seiring bertambahnya umur. Profesi atau hobi yang melibatkan gerakan monoton, seperti tukang kayu, musisi, atau atlet, memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan ini. Penyakit sistemik seperti diabetes dan gagal ginjal juga diketahui dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap peradangan bursa.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Bursitis?
Diagnosis bursitis diawali dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk menilai lokasi nyeri, tingkat pembengkakan, dan keterbatasan gerak sendi. Dokter biasanya akan melakukan palpasi pada area bursa untuk memastikan sumber nyeri berasal dari jaringan lunak, bukan dari struktur tulang. Riwayat aktivitas pasien juga menjadi bagian penting dalam proses penegakan diagnosis medis ini.
Pemeriksaan penunjang seperti foto Rontgen dilakukan bukan untuk melihat bursa, melainkan untuk menyingkirkan kemungkinan patah tulang atau pengapuran. Jika dicurigai adanya infeksi, dokter dapat melakukan aspirasi bursa, yaitu prosedur pengambilan cairan bursa menggunakan jarum untuk dianalisis di laboratorium. Tes pencitraan seperti MRI atau USG mungkin diperlukan untuk melihat kondisi bursa secara lebih mendetail.
Pilihan Pengobatan Medis
Langkah pertama pengobatan bursitis melibatkan protokol RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk meredakan nyeri dan pembengkakan. Pasien disarankan untuk mengistirahatkan sendi yang terdampak dan menghindari aktivitas pemicu selama masa penyembuhan. Penggunaan kompres es selama 15-20 menit beberapa kali sehari terbukti efektif menghambat aliran darah ke area yang meradang.
“Manajemen awal bursitis non-infeksius berfokus pada kontrol inflamasi melalui penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dan modifikasi aktivitas fisik.” — Kemenkes RI, 2024
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen sering diresepkan untuk mengurangi peradangan dari dalam. Jika pengobatan konservatif tidak memberikan hasil, suntikan kortikosteroid langsung ke bursa dapat dilakukan untuk meredakan inflamasi dengan cepat. Terapi fisik juga sangat dianjurkan untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi guna mengurangi beban pada bursa di masa depan.
Langkah Pencegahan Bursitis
Pencegahan bursitis dapat dilakukan dengan memperbaiki ergonomi saat bekerja dan menggunakan pelindung sendi saat berolahraga. Pemanasan yang cukup sebelum melakukan aktivitas fisik berat sangat penting untuk mempersiapkan jaringan lunak agar tidak mengalami stres mendadak. Menjaga berat badan ideal juga membantu mengurangi tekanan berlebih pada sendi penopang beban seperti pinggul dan lutut.
Kapan Harus ke Dokter?
Bursitis memerlukan perhatian medis segera jika disertai dengan gejala infeksi sistemik seperti demam atau menggigil. Segera cari pertolongan jika nyeri sendi terjadi secara mendadak, sangat hebat, hingga menyebabkan kelumpuhan gerak total. Pembengkakan yang disertai ruam kemerahan yang meluas atau rasa nyeri yang tidak membaik setelah satu minggu perawatan mandiri juga merupakan tanda bahaya.
Kesimpulan
Bursitis merupakan peradangan kantong pelumas sendi yang umumnya dapat sembuh dengan istirahat dan penanganan mandiri yang tepat. Namun, diagnosis akurat diperlukan untuk memastikan penyebabnya bukan karena infeksi atau penyakit sistemik lainnya. Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.



