
Purpura Henoch-Schönlein: Ruam Ungu Anak, Kenali Gejalanya
Purpura Henoch-Schönlein: Ruam Misterius Anak

Purpura Henoch-Schönlein: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
Purpura Henoch-Schönlein (HSP) adalah kondisi peradangan pada pembuluh darah kecil, yang secara medis dikenal sebagai vaskulitis IgA. Kondisi ini umumnya ditandai dengan ruam ungu kemerahan yang tidak hilang saat ditekan, nyeri sendi, dan nyeri perut. HSP paling sering menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun, seringkali muncul setelah infeksi.
Meskipun HSP seringkali dapat sembuh dengan sendirinya, pemantauan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah potensi komplikasi, terutama yang berkaitan dengan ginjal.
Definisi Purpura Henoch-Schönlein
Purpura Henoch-Schönlein (HSP) adalah jenis vaskulitis sistemik yang melibatkan peradangan pada pembuluh darah kapiler atau pembuluh darah kecil. Peradangan ini dipicu oleh deposit imunoglobulin A (IgA) di dinding pembuluh darah. Kondisi ini umumnya memengaruhi kulit, sendi, saluran pencernaan, dan ginjal.
Meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun, HSP paling umum ditemukan pada anak-anak prasekolah dan usia sekolah dasar. Sebagian besar kasus menunjukkan prognosis yang baik, namun komplikasi ginjal merupakan perhatian serius yang memerlukan pengawasan medis.
Gejala Purpura Henoch-Schönlein
Gejala HSP dapat bervariasi intensitasnya, tetapi biasanya muncul secara bertahap. Gejala utama yang menjadi ciri khas kondisi ini meliputi:
- Ruam Purpura: Munculnya bintik-bintik merah atau ungu yang teraba dan tidak memudar saat ditekan. Ruam ini biasanya berukuran kecil hingga sedang dan paling sering ditemukan di area tungkai bawah, kaki, dan bokong. Ini merupakan tanda kebocoran darah dari pembuluh darah kecil di bawah kulit.
- Nyeri Sendi (Artralgia): Peradangan dan nyeri dapat terjadi pada sendi-sendi besar, terutama lutut dan pergelangan kaki. Nyeri sendi ini tidak menyebabkan kerusakan permanen pada sendi, namun dapat sangat mengganggu aktivitas.
- Nyeri Perut: Kram perut seringkali dialami dan bisa disertai mual, muntah, atau diare. Dalam beberapa kasus, bisa terjadi pendarahan gastrointestinal yang ditandai dengan darah pada tinja.
- Keterlibatan Ginjal: Beberapa pasien dapat mengalami masalah ginjal, ditandai dengan protein atau darah dalam urin (hematuria atau proteinuria). Ini biasanya tidak menimbulkan gejala awal dan hanya terdeteksi melalui tes laboratorium.
Gejala-gejala ini seringkali muncul secara berurutan, dengan ruam biasanya menjadi tanda yang paling menonjol.
Penyebab Purpura Henoch-Schönlein
Penyebab pasti Purpura Henoch-Schönlein belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini diyakini merupakan respons imun abnormal yang dipicu oleh faktor-faktor tertentu. Faktor pemicu paling umum adalah infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus.
Infeksi memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi IgA. Pada individu yang rentan, IgA ini dapat menumpuk di dinding pembuluh darah kecil dan menyebabkan peradangan. HSP bukanlah penyakit menular dan tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.
Diagnosis Purpura Henoch-Schönlein
Diagnosis HSP sebagian besar didasarkan pada pemeriksaan fisik dan gejala klinis yang khas. Dokter akan mencari kombinasi ruam purpura yang teraba, nyeri sendi, nyeri perut, dan kemungkinan keterlibatan ginjal. Untuk mengkonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain, beberapa tes mungkin dilakukan:
- Tes Darah: Dapat menunjukkan tanda-tanda peradangan atau jumlah trombosit yang normal, membedakan dari kondisi pendarahan lain.
- Tes Urin: Untuk memeriksa adanya darah (hematuria) atau protein (proteinuria), yang mengindikasikan keterlibatan ginjal.
- Biopsi Kulit atau Ginjal: Dalam kasus yang tidak biasa atau ketika diagnosis tidak jelas, biopsi mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi deposit IgA di pembuluh darah.
Pengobatan Purpura Henoch-Schönlein
Pengobatan Purpura Henoch-Schönlein umumnya bersifat suportif, bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Sebagian besar kasus HSP akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu tanpa intervensi khusus. Penanganan meliputi:
- Istirahat Cukup: Membantu tubuh pulih dan mengurangi tekanan pada sendi yang meradang.
- Obat Pereda Nyeri: Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri sendi dan perut. Namun, penggunaannya perlu hati-hati, terutama jika ada dugaan keterlibatan ginjal.
- Kortikosteroid: Dalam kasus nyeri perut yang parah atau keterlibatan ginjal yang signifikan, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
- Pemantauan Ginjal: Pasien dengan HSP, terutama anak-anak, memerlukan pemantauan fungsi ginjal secara teratur melalui tes urin dan darah, bahkan setelah gejala lain mereda, karena komplikasi ginjal dapat muncul lebih lambat.
Komplikasi Purpura Henoch-Schönlein
Meskipun HSP seringkali ringan, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi. Komplikasi yang paling serius adalah kerusakan ginjal. Keterlibatan ginjal dapat berkisar dari ringan (darah atau protein dalam urin) hingga parah (gagal ginjal), meskipun yang terakhir jarang terjadi. Penting untuk melakukan pemantauan ginjal secara berkala.
Komplikasi lain yang mungkin meliputi intususepsi (usus masuk ke dalam usus lain), perdarahan gastrointestinal, atau orchitis (peradangan testis pada anak laki-laki).
Pencegahan Purpura Henoch-Schönlein
Karena penyebab pasti HSP belum diketahui, tidak ada cara spesifik untuk mencegah kondisi ini. Namun, karena HSP sering dipicu oleh infeksi, menjaga kebersihan dan menghindari infeksi saluran pernapasan atas sebisa mungkin dapat membantu. Vaksinasi rutin dan praktik kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan, dapat mengurangi risiko infeksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika seseorang, terutama anak-anak, mengalami ruam ungu kemerahan yang tidak hilang saat ditekan, disertai nyeri sendi atau perut, segera cari pertolongan medis. Diagnosis dini dan pemantauan yang tepat dapat membantu mengelola Purpura Henoch-Schönlein dan mencegah komplikasi serius, terutama pada ginjal.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Purpura Henoch-Schönlein (HSP) adalah kondisi vaskulitis yang umumnya ringan, namun memerlukan perhatian medis untuk memastikan penanganan yang tepat dan memantau potensi komplikasi ginjal. Pemahaman akan gejala utama seperti ruam purpura, nyeri sendi, dan nyeri perut sangat penting untuk deteksi dini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Purpura Henoch-Schönlein atau kondisi kesehatan lainnya, serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis, gunakan aplikasi Halodoc. Tersedia fitur konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis melalui video call/chat, pembelian obat dan vitamin, serta pemeriksaan kesehatan. Halodoc menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dan terpercaya langsung di genggaman Anda.


