Ad Placeholder Image

Pusar Bau Busuk? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya Cepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Pusar Bau Busuk? Ini Cara Atasi dan Cegah Cepat!

Pusar Bau Busuk? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya CepatPusar Bau Busuk? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya Cepat

Definisi Pusar Bau Busuk

Pusar bau busuk, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai omphalorrhea, merupakan kondisi di mana area pusar mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi ini seringkali disertai dengan keluarnya cairan atau kotoran dari pusar. Meskipun sering dianggap sepele, bau busuk pada pusar dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian.

Area pusar memiliki lipatan dan cenderung lembap, menjadikannya lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Penumpukan kotoran, keringat, dan sel kulit mati di lipatan pusar dapat memicu kondisi ini. Memahami penyebab utamanya sangat penting untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Gejala Pusar Bau Busuk

Selain bau tidak sedap yang menjadi gejala utama, pusar bau busuk dapat disertai dengan beberapa tanda lain. Gejala-gejala ini dapat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari. Mengenali gejala penyerta dapat membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya.

  • Cairan berwarna kekuningan, kehijauan, atau bening yang keluar dari pusar.
  • Kemerahan atau iritasi pada kulit di sekitar pusar.
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar di area pusar.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman saat disentuh.
  • Pembengkakan atau benjolan di sekitar pusar.
  • Kadang disertai demam jika infeksi menyebar atau cukup parah.

Penyebab Pusar Bau Busuk

Pusar bau busuk umumnya disebabkan oleh penumpukan berbagai zat di area pusar yang berlipat dan lembap. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur. Beberapa penyebab umum dan spesifik perlu diketahui.

Kebersihan yang Buruk

Penumpukan kotoran, keringat, dan sel kulit mati merupakan pemicu paling umum pusar bau busuk. Lipatan pusar seringkali terabaikan saat mandi, sehingga kotoran dapat terperangkap. Ini menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri normal kulit untuk tumbuh berlebihan dan menghasilkan bau.

Infeksi Bakteri atau Jamur

Lingkungan yang lembap di pusar sangat ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur. Infeksi bakteri, seperti yang disebabkan oleh Staphylococcus atau Streptococcus, sering terjadi. Jamur, khususnya Candida albicans, juga dapat menyebabkan infeksi jamur pada pusar yang ditandai dengan ruam kemerahan, gatal, dan bau.

Tindik Pusar (Navel Piercing)

Tindik pusar yang baru atau tidak dirawat dengan benar dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri. Infeksi pada tindik dapat menyebabkan pusar bau busuk, disertai nyeri, kemerahan, dan keluarnya cairan dari lokasi tindikan. Penting untuk menjaga kebersihan tindik sesuai instruksi profesional.

Kista atau Benjolan

Kista urakus atau kista epidermis dapat terbentuk di atau dekat pusar. Kista urakus adalah sisa saluran yang menghubungkan pusar ke kandung kemih selama perkembangan janin. Jika kista ini terinfeksi, dapat mengeluarkan cairan berbau. Kista epidermis adalah benjolan non-kanker berisi keratin yang bisa pecah dan terinfeksi.

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko infeksi dan bau pada pusar. Penderita diabetes, misalnya, memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur, termasuk di area pusar.

Cara Mengatasi Pusar Bau Busuk

Penanganan pusar bau busuk bergantung pada penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah umum yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Penting untuk menjaga kebersihan dan memperhatikan respons tubuh.

  • Bersihkan pusar secara rutin dan lembut dengan sabun antibakteri atau sabun ringan saat mandi.
  • Gunakan kapas atau kain lembut untuk membersihkan bagian dalam lipatan pusar.
  • Setelah dibersihkan, keringkan area pusar dengan benar menggunakan handuk bersih atau kapas. Pastikan tidak ada kelembapan yang tertinggal.
  • Jika memiliki tindik pusar, bersihkan area tindik dengan larutan garam atau cairan antiseptik khusus sesuai anjuran.
  • Hindari penggunaan produk beraroma atau iritatif di area pusar yang dapat memperburuk kondisi.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan katun untuk mengurangi kelembapan di sekitar pusar.

Pencegahan Pusar Bau Busuk

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Langkah-langkah pencegahan berfokus pada menjaga kebersihan dan keringnya area pusar. Rutinitas sederhana dapat secara signifikan mengurangi risiko pusar bau busuk.

  • Mandi secara teratur dan bersihkan pusar setiap kali.
  • Pastikan pusar kering sempurna setelah mandi atau berkeringat.
  • Hindari menggaruk atau mengorek pusar secara berlebihan, yang bisa menyebabkan iritasi atau luka.
  • Jaga kebersihan tindik pusar dengan prosedur yang tepat.
  • Jika sering berkeringat, pertimbangkan untuk menaburkan sedikit bedak tabur bebas pewangi di sekitar pusar untuk menjaga kekeringan.
  • Kenakan pakaian bersih dan ganti secara teratur, terutama setelah beraktivitas fisik.

Kapan Harus ke Dokter

Meskipun seringkali dapat diatasi dengan kebersihan mandiri, ada kondisi di mana pusar bau busuk memerlukan evaluasi medis. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika gejala tidak membaik atau memburuk. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

  • Bau busuk tidak hilang atau semakin parah setelah beberapa hari perawatan di rumah.
  • Muncul rasa nyeri yang signifikan di area pusar.
  • Terdapat kemerahan yang meluas, bengkak, atau terasa hangat di sekitar pusar.
  • Pusar mengeluarkan cairan kental, nanah, atau berdarah.
  • Mengalami demam yang tidak dapat dijelaskan.
  • Terdapat benjolan baru atau pembengkakan yang mencurigakan di sekitar pusar.

Kesimpulan

Pusar bau busuk seringkali disebabkan oleh kebersihan yang kurang optimal, menyebabkan penumpukan kotoran dan pertumbuhan bakteri. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda infeksi, kista, atau kondisi medis lain. Menjaga kebersihan area pusar secara rutin dengan sabun antibakteri dan memastikan kekeringannya adalah langkah pencegahan utama.

Apabila gejala seperti nyeri, kemerahan, atau keluarnya cairan tidak kunjung membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, kemudahan akses ke dokter ahli siap membantu mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.