Ad Placeholder Image

Pusar Bau? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Pusar Bau? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya!

Pusar Bau? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya!Pusar Bau? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya!

DAFTAR ISI


Pusar merupakan salah satu bagian tubuh yang sering kali terlupakan kebersihannya. Karena bentuknya yang cekung dan tersembunyi, pusar menjadi tempat yang ideal bagi penumpukan keringat, sel kulit mati, serat pakaian, hingga minyak alami kulit (sebum). Kondisi yang lembap dan kotor ini dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme secara berlebihan. Akibatnya, muncul aroma tidak sedap yang sering dikeluhkan masyarakat, seperti bau amis atau bau yang menyerupai terasi.

Munculnya aroma menyengat dari pusar sebenarnya adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada area tersebut. Dalam dunia medis, bau ini bisa disebabkan oleh kebersihan yang buruk, infeksi bakteri, hingga infeksi jamur. Mengabaikan kondisi pusar yang berbau bukan hanya masalah estetika atau kepercayaan diri, melainkan juga risiko kesehatan yang lebih serius jika terjadi peradangan atau omphalitis (infeksi pusar).

Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang paling penting adalah menjaga kebersihan area pusar secara rutin. Jika bau sudah terlanjur muncul, penggunaan produk antiseptik atau antijamur tertentu mungkin diperlukan untuk menekan pertumbuhan kuman penyebab bau. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi seperti kemerahan, bengkak, atau keluarnya cairan bernanah dari pusar.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk mengatasi pusar bau? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan yang Ampuh

Sebagai langkah awal perawatan mandiri di rumah, kamu bisa menggunakan beberapa produk pembersih dan antiseptik yang tersedia di apoteker. Produk-produk ini berfungsi untuk membunuh kuman dan menjaga area pusar tetap kering dan bersih.

1. Betadine Skin Cleanser 60 ml

Betadine Skin Cleanser mengandung zat aktif Povidone-Iodine 7.5%. Produk ini bekerja sebagai antiseptik yang sangat efektif dalam membunuh bakteri, jamur, virus, dan protozoa yang mungkin bersarang di area pusar. Teksturnya yang seperti sabun memudahkan kamu untuk membersihkan sela-sela pusar saat mandi.

Manfaat utamanya adalah membersihkan kulit dan melindunginya dari infeksi kuman. Jika pusar kamu mulai berbau menyengat akibat penumpukan bakteri, menggunakan sabun antiseptik ini dapat membantu menekan jumlah kuman penyebab aroma tidak sedap.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan secukupnya pada area pusar saat mandi.
  • Usapkan dengan lembut menggunakan jari atau kapas, diamkan selama 15-30 detik, lalu bilas dengan air bersih hingga tidak ada residu tertinggal.

Obat ini termasuk kategori obat bebas. Pastikan tidak ada alergi terhadap iodine sebelum penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Skin Cleanser 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Canesten Krim 5 g

Jika pusar bau disertai dengan rasa gatal, kemerahan, atau kulit mengelupas, kemungkinan besar penyebabnya adalah infeksi jamur (kandidiasis). Canesten mengandung Clotrimazole 1%, sebuah zat antijamur spektrum luas yang bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur, sehingga pertumbuhan jamur terhenti.

Manfaat spesifik produk ini adalah mengatasi infeksi jamur pada lipatan kulit, termasuk area pusar yang lembap. Clotrimazole sangat efektif melawan Candida albicans, salah satu jenis jamur yang sering menyebabkan bau pada area tubuh yang tertutup.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan krim tipis-tipis pada area pusar yang sudah dibersihkan dan dikeringkan.
  • Gunakan 2-3 kali sehari secara rutin hingga gejala hilang.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Canesten Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Pusar Bau
  1. Kebersihan yang kurang terjaga, memicu penumpukan sel kulit mati dan kotoran (omphalolith).
  2. Kondisi lembap berlebihan akibat keringat atau sisa air mandi yang tidak dikeringkan.
  3. Adanya luka atau iritasi akibat kebiasaan mengorek pusar dengan jari yang kotor.

3. Dettol Antiseptic Liquid 45 ml

Dettol Antiseptic Liquid mengandung bahan aktif Chloroxylenol. Senyawa ini bekerja sebagai disinfektan dan antiseptik yang mampu membunuh berbagai jenis kuman penyebab penyakit dan bau. Produk ini sangat serbaguna untuk menjaga higienitas area kulit luar yang rentan kotor.

Manfaatnya adalah memberikan perlindungan ekstra terhadap kuman. Untuk area pusar, cairan ini dapat diencerkan untuk membantu membersihkan area luar pusar dari kerak kotoran yang membandel dan menyebabkan bau tidak sedap.

Dosis dan aturan pakai:

  • Larutkan sedikit cairan Dettol ke dalam air hangat (perbandingan sesuai petunjuk kemasan).
  • Gunakan kapas yang telah dibasahi larutan tersebut untuk menyeka area pusar dengan lembut.

Hanya untuk penggunaan luar. Jangan gunakan langsung tanpa pengenceran pada kulit sensitif atau luka terbuka.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dettol Antiseptic Liquid 45 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Onemed Kasa Steril 16 x 16 cm 10 pcs

Menjaga pusar tetap kering adalah kunci utama mengatasi bau. Onemed Kasa Steril merupakan alat kesehatan berupa kain kasa yang diproses sedemikian rupa sehingga bebas dari mikroorganisme. Kasa ini sangat lembut dan memiliki daya serap yang baik.

Manfaatnya dalam kasus pusar bau adalah sebagai media pembersih yang aman. Dibandingkan dengan jari tangan, penggunaan kasa steril jauh lebih higienis untuk menyerap kelembapan di dalam pusar setelah mandi atau setelah mengaplikasikan cairan antiseptik.

Aturan penggunaan:

  • Gunakan kasa untuk mengeringkan pusar dengan cara menepuk-nepuk lembut (jangan digosok keras).
  • Gunakan satu kasa untuk sekali pakai guna mencegah kontaminasi silang.

Produk ini adalah alat kesehatan habis pakai yang aman digunakan secara mandiri di rumah.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Onemed Kasa Steril di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab dan Cara Mengatasi Pusar Bau Terasi

Setelah mengetahui produk-produk yang bisa digunakan, penting juga untuk memahami akar permasalahannya agar bau tersebut tidak kembali lagi.

1. Pertumbuhan Bakteri dan Jamur Berlebih

Pusar adalah “rumah” bagi ratusan jenis bakteri. Namun, jika kelembapan tinggi (misalnya karena tidak dikeringkan setelah olahraga), bakteri Staphylococcus atau jamur Candida dapat berkembang biak tak terkendali. Hal inilah yang menghasilkan senyawa sulfur yang baunya mirip dengan terasi atau makanan busuk. Upayakan untuk selalu menjaga pusar tetap kering.

2. Penumpukan Kotoran (Omphalolith)

Tanpa disadari, sel kulit mati dan minyak dapat memadat di dalam pusar membentuk kerak hitam atau kecokelatan yang disebut omphalolith. Kerak ini sering kali memerangkap keringat di bawahnya, menciptakan lingkungan anaerob yang sangat berbau. Kamu bisa [beli obat online di Halodoc](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) seperti baby oil untuk melunakkan kerak tersebut sebelum dibersihkan dengan kasa steril.

3. Adanya Kista Sebaceous atau Kista Urachal

Kadang kala, bau pusar bukan sekadar masalah kebersihan. Kista sebaceous yang terinfeksi di area pusar dapat pecah dan mengeluarkan cairan berbau amis. Selain itu, ada kondisi langka bernama kista urachal, yaitu sisa saluran dari masa janin yang tidak menutup sempurna. Jika ini terjadi, pusar mungkin akan terus-menerus basah dan berbau.

Studi Mengenai Mikrobioma Pusar

PLOS ONE menerbitkan studi berjudul “A Jungle in There: Bacteria in Belly Buttons are Highly Diverse, but Predictable” yang menjelaskan bahwa rata-rata pusar manusia mengandung sekitar 67 jenis bakteri yang berbeda. Studi ini menekankan bahwa variasi bakteri ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan higiene individu.

Temuan ini menunjukkan bahwa pusar merupakan ekosistem mikro yang sangat aktif. Jika keseimbangan mikrobioma ini terganggu oleh kotoran yang menumpuk, maka dominasi bakteri patogen penyebab bau akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, pembersihan rutin dengan antiseptik ringan sangat disarankan secara medis.

Jika kondisi pusar bau terasi yang kamu alami disertai dengan nyeri hebat, demam, atau keluarnya darah, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa [konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv) untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Menjaga kebersihan pusar adalah bagian kecil namun penting dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan pusar yang berbau tidak sedap atau terasa gatal, tapi bingung harus menggunakan produk apa atau mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Why Does My Belly Button Smell?.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What to do if your belly button smells.
NCBI. Diakses pada 2026. Belly Button Biodiversity Project.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Navel Discharge and Infections.

FAQ

1. Kenapa pusar bau terasi meskipun sudah mandi?

Hal ini biasanya terjadi karena air mandi dan sabun tidak masuk ke sela-sela terdalam pusar, atau sisa air mandi yang tertinggal menyebabkan pusar lembap dan memicu pertumbuhan bakteri anaerob.

2. Apakah boleh membersihkan pusar dengan jari?

Sangat tidak disarankan menggunakan kuku jari karena dapat menyebabkan luka mikro yang menjadi pintu masuk infeksi. Gunakanlah cotton bud atau kasa steril yang dibasahi cairan pembersih.

3. Berapa kali sebaiknya pusar dibersihkan?

Pembersihan secara mendalam cukup dilakukan 1-2 kali seminggu menggunakan pembersih antiseptik jika kamu aktif berkeringat, namun pengeringan pusar harus dilakukan setiap hari setelah mandi.

4. Apakah pusar bau tanda penyakit serius?

Sebagian besar disebabkan masalah higiene, namun jika disertai cairan berwarna hijau, kuning, atau kemerahan luas, itu bisa menjadi tanda infeksi bakteri serius atau kista yang memerlukan penanganan dokter.