Ad Placeholder Image

Pusar Bayi Belum Kering Hampir 2 Bulan? Ini Kata Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Sudah Hampir 2 Bulan Pusar Bayi Belum Kering, Normal?

Pusar Bayi Belum Kering Hampir 2 Bulan? Ini Kata DokterPusar Bayi Belum Kering Hampir 2 Bulan? Ini Kata Dokter

DAFTAR ISI


Menyambut kelahiran si Kecil tentu membawa kebahagiaan yang luar biasa. Namun, di balik itu, ada banyak hal baru yang harus dipelajari oleh orang tua, salah satunya adalah perawatan tali pusat (pusar). Pada umumnya, sisa tali pusat bayi akan mengering, berubah warna menjadi kehitaman, dan akhirnya puput (lepas) dengan sendirinya dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah kelahiran.

Namun, dalam beberapa kasus, ibu mungkin mendapati kondisi pusar bayi belum kering meski sudah berminggu-minggu, bahkan hampir dua bulan. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa cemas dan khawatir. Apakah ini hal yang normal? Ataukah ada tanda infeksi yang membutuhkan penanganan medis segera? Sebagai orang tua, memahami apa yang terjadi pada tubuh bayi adalah langkah awal untuk memberikan penanganan yang tepat.

Penting untuk diketahui bahwa setiap bayi memiliki laju penyembuhan yang berbeda-beda. Pusar yang lambat kering bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari metode perawatan sehari-hari, kelembapan area popok, hingga kondisi medis tertentu seperti granuloma umbilikalis atau bahkan infeksi. Oleh karena itu, penting untuk tidak panik namun tetap waspada.

Nah, mau tahu apa saja penyebab pusar bayi belum kering dan bagaimana langkah perawatan yang tepat sesuai anjuran medis? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Proses Penyembuhan Tali Pusat

Sebelum membahas mengapa pusar belum kering, penting untuk memahami proses penyembuhan alaminya. Saat bayi berada di dalam rahim, tali pusat adalah “saluran kehidupan” yang mengalirkan oksigen dan nutrisi dari plasenta ibu ke bayi. Setelah bayi lahir, tali pusat ini dijepit dan dipotong, menyisakan tunggul (stump) kecil di perut bayi.

Karena tunggul ini tidak lagi memiliki aliran darah, jaringan tersebut akan mulai mati, mengering, dan akhirnya terlepas. Proses ini biasanya memakan waktu antara 7 hingga 21 hari. Selama proses ini, wajar jika pusar terlihat sedikit lengket, memiliki sedikit kerak di sekitarnya, atau mengeluarkan setetes darah ringan saat tali pusat akhirnya puput.

Penyebab Pusar Bayi Belum Kering

Jika tali pusat bayi atau area pusar setelah tali pusat puput masih tampak basah, bernanah ringan, atau belum mengering setelah lebih dari 3-4 minggu, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu dievaluasi:

1. Kelembapan Berlebih

Faktor paling umum yang menghambat proses pengeringan pusar adalah kelembapan. Jika area pusar sering tertutup rapat oleh popok yang basah akibat urine atau keringat, aliran udara ke area tersebut menjadi terhambat. Jaringan yang selalu lembap tentu akan lebih sulit untuk mengering dan mengelupas secara alami.

2. Granuloma Umbilikalis

Setelah tali pusat puput, kadang-kadang penyembuhan tidak berjalan sempurna dan meninggalkan jaringan parut kecil berwarna kemerahan atau merah muda di dasar pusar. Kondisi ini disebut granuloma umbilikalis. Granuloma ini sering mengeluarkan cairan bening atau kekuningan yang membuat area pusar selalu tampak basah dan tidak kunjung kering. Granuloma tidak mengandung saraf, sehingga tidak terasa sakit bagi bayi, tetapi memerlukan tindakan medis ringan (biasanya diolesi perak nitrat oleh dokter) agar bisa mengering.

3. Perawatan yang Kurang Tepat

Di masa lalu, orang tua sering disarankan untuk membersihkan pusar dengan alkohol. Namun, pedoman medis saat ini (seperti dari American Academy of Pediatrics) merekomendasikan metode dry cord care atau membiarkannya sembuh secara alami tanpa bahan kimia. Penggunaan alkohol yang terus-menerus justru dapat membunuh bakteri baik yang membantu proses pengeringan dan memperlambat pelepasan tali pusat. Di sisi lain, menaburkan bedak atau menggunakan ramuan tradisional juga berisiko membuat pusar teriritasi dan lembap.

4. Infeksi (Omfalitis)

Meskipun jarang, pusar yang basah bisa menjadi tanda infeksi yang disebut omfalitis. Kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi baru lahir. Tanda-tandanya meliputi pusar yang bernanah (kuning atau hijau), berbau busuk, kemerahan pada kulit di sekitar pusar yang meluas, serta bayi tampak rewel atau demam. Jika kamu mencurigai ini, penanganan medis darurat sangat dibutuhkan.

Tips Pencegahan Iritasi Pusar Bayi
  1. Lipat bagian atas popok (di bawah pusar) agar area pusar tidak terkena urine dan tinja.
  2. Hindari memakaikan pakaian yang terlalu ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat.
  3. Jangan menarik sisa tali pusat secara paksa, biarkan lepas dengan sendirinya meskipun hanya menempel sedikit.
  4. Hindari penggunaan bedak tabur, koin, atau plester di atas pusar.

Cara Tepat Merawat Pusar Bayi Agar Cepat Kering

Bagi orang tua yang sedang menghadapi kondisi ini, menjaga kebersihan dan sirkulasi udara adalah kunci utamanya. Berikut adalah langkah-langkah medis yang disarankan:

1. Terapkan Metode Perawatan Kering (Dry Care)

Berdasarkan rekomendasi kesehatan modern, cukup biarkan pusar mengering dengan sendirinya. Pastikan pusar terpapar udara sebanyak mungkin. Jika pusar terkena kotoran (urine atau feses), bersihkan secara lembut menggunakan air matang biasa dan sabun bayi yang lembut. Setelah itu, keringkan area tersebut dengan menepuk-nepuknya secara perlahan menggunakan kain bersih. Jika kamu membutuhkan kasa steril, kapas lembut, atau perlengkapan kesehatan bayi lainnya, pastikan untuk menggunakan produk yang terjamin kebersihannya.

2. Gunakan Metode Mandi Spons (Sponge Bath)

Selama tali pusat belum puput atau area pusar masih tampak basah, hindari merendam bayi ke dalam bak mandi. Lebih baik lakukan sponge bath (menyeka tubuh bayi dengan waslap basah). Hal ini mencegah pusar terendam air terlalu lama yang bisa membuatnya semakin lembap dan menunda proses pengeringan.

3. Perhatikan Cara Memakaikan Popok

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pastikan bagian atas popok bayi dilipat ke bawah agar berada di bawah pusar. Beberapa merek popok newborn saat ini sudah dilengkapi dengan umbilical cord cut-out (celah khusus untuk tali pusat), sehingga sangat membantu menjaga sirkulasi udara di area pusar.

Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter

Perawatan mandiri di rumah hanya berlaku jika pusar basah karena penyembuhan yang lambat atau granuloma ringan. Namun, kamu tidak boleh menunda pemeriksaan medis jika bayi menunjukkan gejala-gejala infeksi.

Apabila pusar bayi kemerahan yang meluas ke perut, berbau tidak sedap, mengeluarkan nanah kuning atau hijau yang terus-menerus, bayi menangis kesakitan saat area sekitarnya disentuh, atau disertai demam (suhu di atas 38 derajat Celcius), segera konsultasi ke dokter spesialis anak di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan resep antibiotik atau penanganan medis darurat.

Studi Mengenai Perawatan Tali Pusat

Pediatrics Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa metode perawatan kering (dry care) pada tali pusat bayi di negara maju merupakan cara paling efektif untuk mempercepat pemisahan tali pusat dan mencegah kolonisasi bakteri yang tidak normal.

Studi tersebut membandingkan penggunaan alkohol, antiseptik, dan perawatan kering. Hasilnya menunjukkan bahwa membiarkan pusar sembuh secara alami (dry care) justru memperpendek durasi puputnya tali pusat. Pembersihan dengan cairan alkohol malah memperlama proses karena menghambat bakteri menguntungkan yang memfasilitasi pelepasan tali pusat secara alami.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org). Diakses pada 2024. Umbilical Cord Care.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Umbilical cord care: Do’s and don’ts for parents.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Care of the umbilical cord.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Umbilical Cord Care & What to Expect.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) / PubMed. Diakses pada 2024. Dry umbilical cord care vs. alcohol or antiseptics.

FAQ

1. Apakah normal pusar bayi belum kering setelah 1 bulan?

Meskipun mayoritas pusar bayi kering dan puput dalam 1-3 minggu, ada kasus di mana penyembuhan memakan waktu lebih lama. Jika tidak ada tanda infeksi (kemerahan, bau, nanah, demam), ini bisa disebabkan oleh granuloma umbilikalis atau area yang terlalu lembap. Namun, sangat disarankan untuk memeriksakannya ke dokter anak jika sudah melewati usia 4 minggu.

2. Apakah boleh membersihkan pusar bayi yang belum kering dengan alkohol?

Panduan medis saat ini (seperti dari AAP) tidak lagi merekomendasikan penggunaan alkohol. Alkohol terbukti dapat membunuh bakteri baik yang sebenarnya membantu proses pengeringan dan pelepasan tali pusat, sehingga justru memperlama pusar untuk kering. Cukup gunakan air matang dan keringkan dengan baik.

3. Bagaimana ciri-ciri pusar bayi yang mengalami infeksi?

Ciri-ciri infeksi (omfalitis) meliputi: kulit di sekitar pusar dan perut menjadi sangat merah, bengkak, dan hangat; mengeluarkan cairan kuning atau hijau yang berbau busuk; bayi menangis atau tampak kesakitan saat area perutnya disentuh; dan bayi mungkin mengalami demam atau tampak lemas.

4. Apa itu granuloma umbilikalis dan apakah berbahaya?

Granuloma umbilikalis adalah jaringan parut berwarna kemerahan atau merah muda yang terbentuk di pusar setelah tali pusat puput. Jaringan ini sering mengeluarkan cairan bening yang membuat pusar sulit kering. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menyakitkan, namun memerlukan tindakan ringan dari dokter (seperti pemberian perak nitrat) agar bisa mengering dan sembuh total.