Ad Placeholder Image

Pusar Bayi Infeksi? Kenali Gejala dan Atasi Cepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Infeksi Pusar: Waspadai Gejala dan Cara Menanganinya

Pusar Bayi Infeksi? Kenali Gejala dan Atasi CepatPusar Bayi Infeksi? Kenali Gejala dan Atasi Cepat

Mengenal Infeksi Pusar (Omfalitis) pada Bayi Baru Lahir

Infeksi pusar atau omfalitis adalah kondisi serius yang dapat menyerang sisa tali pusar bayi baru lahir. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri dan umumnya terjadi pada pangkal tali pusat. Penting bagi setiap orang tua untuk memahami tanda-tanda, penyebab, dan cara penanganannya agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena infeksi bisa menyebar ke bagian tubuh lain, berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis. Oleh karena itu, penanganan medis yang cepat dan akurat sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi.

Apa Itu Infeksi Pusar (Omfalitis)?

Infeksi pusar, atau dalam istilah medis disebut omfalitis, adalah infeksi bakteri pada sisa tali pusar bayi yang belum puput. Sisa tali pusar adalah bagian yang tertinggal setelah pemotongan tali pusat saat lahir, yang biasanya akan mengering dan puput sendiri dalam waktu 5 hingga 15 hari. Jika tidak dirawat dengan benar, area ini rentan menjadi tempat masuknya bakteri.

Infeksi ini menyebabkan peradangan di sekitar area pusar, dan bila tidak ditangani dengan baik, dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya atau bahkan masuk ke aliran darah, mengancam jiwa bayi.

Gejala Infeksi Pusar yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu mengenali tanda-tanda infeksi pusar agar dapat mencari pertolongan medis sesegera mungkin. Gejala umum omfalitis meliputi:

  • Kemerahan dan bengkak di sekitar pangkal tali pusat. Area di sekitar pusar tampak lebih merah dan terasa lebih hangat saat disentuh.
  • Keluarnya nanah atau cairan berbau busuk dari pusar. Cairan ini bisa berwarna kekuningan atau kehijauan, disertai bau tidak sedap yang khas.
  • Demam. Bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda demam yang merupakan respons tubuh terhadap infeksi.
  • Nyeri saat disentuh. Bayi mungkin rewel atau menangis saat area pusarnya disentuh atau saat popok diganti.
  • Lemas atau tidak mau menyusu. Bayi mungkin terlihat tidak aktif, lesu, atau nafsu makannya menurun.

Penyebab Infeksi Pusar pada Bayi Baru Lahir

Penyebab utama infeksi pusar adalah infeksi bakteri. Bakteri dapat masuk melalui sisa tali pusat yang belum kering sempurna atau melalui luka kecil di area tersebut. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi pusar meliputi:

  • Perawatan tali pusat yang kurang bersih. Kebersihan yang tidak memadai saat membersihkan atau mengganti popok dapat memicu pertumbuhan bakteri.
  • Tali pusat yang terlalu lembab. Lingkungan lembab menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
  • Kontak dengan kotoran. Kotoran bayi dari popok yang basah atau kotor dapat mengontaminasi tali pusat jika tidak segera dibersihkan.
  • Sistem kekebalan tubuh bayi yang lemah. Bayi prematur atau dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin lebih rentan terhadap infeksi.

Pengobatan Infeksi Pusar (Omfalitis)

Infeksi pusar adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Jangan mencoba mengobati sendiri di rumah. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis tingkat keparahan infeksi dan menentukan pengobatan yang tepat.

Umumnya, pengobatan infeksi pusar melibatkan pemberian antibiotik. Antibiotik dapat diberikan secara oral (melalui mulut) atau intravena (melalui infus) tergantung pada kondisi dan tingkat penyebaran infeksi. Dalam kasus yang parah, bayi mungkin perlu dirawat inap untuk observasi dan pemberian antibiotik secara intensif. Pengobatan yang cepat dan tepat dapat mencegah penyebaran infeksi dan komplikasi serius seperti sepsis.

Pencegahan Infeksi Pusar untuk Kesehatan Bayi

Pencegahan infeksi pusar sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Menjaga kebersihan tali pusat. Cuci tangan sebelum menyentuh atau membersihkan area tali pusat bayi.
  • Memastikan tali pusat tetap kering. Hindari membalut tali pusat terlalu rapat dan biarkan terkena udara agar cepat kering. Gunakan popok di bawah tali pusat agar tidak lembab.
  • Menghindari antiseptik berlebihan. Penggunaan antiseptik yang berlebihan tidak selalu diperlukan dan bahkan dapat mengganggu proses pengeringan alami tali pusat. Ikuti saran dokter atau bidan mengenai perawatan tali pusat.
  • Biarkan tali pusat puput dengan sendirinya. Jangan mencoba menarik atau mempercepat proses puput tali pusat.
  • Ganti popok secara teratur. Pastikan area pusar tidak terkontaminasi oleh urine atau feses bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ditemukan gejala infeksi pusar seperti kemerahan, bengkak, bau tidak sedap, atau nanah di sekitar pusar bayi, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran medis dari ahli kapan saja dan di mana saja.