Pusar Terhubung Kemana? Kenali Jaringan Penting Dalam Tubuh

DAFTAR ISI
- Fakta Unik di Balik Pusar Manusia
- Saat Berada dalam Kandungan: Jaringan Penghubung Kehidupan
- Setelah Lahir: Pusar Terhubung Kemana?
- Masalah Kesehatan Umum pada Pusar
- Studi Mengenai Mikrobioma Pusar
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu memperhatikan pusar di perutmu dan bertanya-tanya, sebenarnya pusar terhubung kemana? Sebagian besar dari kita mungkin menganggap pusar hanya sebagai titik kecil di tengah perut yang tidak memiliki fungsi khusus setelah kita lahir. Beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai “hiasan” tubuh, sementara yang lain mungkin merasa area ini sensitif atau bahkan mudah kotor. Namun, secara anatomis, pusar adalah salah satu saksi bisu dari perjalanan hidup kita yang paling awal.
Pusar, atau dalam istilah medis disebut umbilikus, pada dasarnya adalah jaringan parut pertama yang kita miliki. Jaringan parut ini terbentuk tepat setelah kita lahir ke dunia. Ketika tali pusat yang menghubungkan kita dengan ibu dipotong, sisa tali pusat tersebut akan mengering, menghitam, dan akhirnya puput (lepas) dengan sendirinya, meninggalkan bekas luka yang unik di perut kita. Bekas luka inilah yang kita kenal sebagai pusar.
Namun, pertanyaan “pusar terhubung kemana” adalah pertanyaan yang sangat menarik dan sarat akan ilmu anatomi medis. Di balik kulit perut kita, pusar menyimpan sisa-sisa saluran penting yang dulunya menyokong kehidupan kita di dalam rahim. Jika saluran-saluran ini mengalami masalah, baik karena bawaan lahir maupun kondisi medis di kemudian hari, kesehatan perut dan organ di sekitarnya bisa terganggu. Oleh karena itu, penting untuk memahami anatomi dan potensi masalah kesehatan di area pusar.
Nah, mau tahu fakta menarik tentang jaringan di balik pusar dan kemana sebenarnya pusar kita terhubung? Berikut ulasan medis lengkapnya!
Fakta Unik di Balik Pusar Manusia
Sebelum kita menyelam lebih dalam ke dalam anatomi internal perut, ada baiknya kita memahami pusar dari luar. Bentuk pusar setiap orang berbeda-beda, dan ini sama sekali tidak dipengaruhi oleh bagaimana dokter atau bidan memotong tali pusat saat kamu lahir. Banyak mitos yang beredar bahwa bentuk pusar “bodong” (menonjol ke luar atau outie) disebabkan oleh potongan tali pusat yang terlalu panjang atau cara mengikatnya yang salah. Padahal, hal tersebut tidak terbukti secara medis.
Bentuk pusar sepenuhnya ditentukan oleh bagaimana jaringan parut terbentuk saat sisa tali pusat lepas, serta bagaimana otot-otot perut menyatu di bawah kulit. Sekitar 90 persen manusia memiliki pusar yang masuk ke dalam (innie), sementara sisanya memiliki pusar yang menonjol ke luar. Selain itu, pusar adalah tempat yang sangat ideal bagi bakteri untuk bersembunyi karena bentuknya yang berlipat dan jarang dibersihkan dengan sabun secara mendetail.
Saat Berada dalam Kandungan: Jaringan Penghubung Kehidupan
Untuk menjawab pertanyaan pusar terhubung kemana, kita harus kembali ke masa ketika kamu masih berada di dalam kandungan ibu. Di dalam rahim, janin tidak bisa bernapas, makan, atau membuang kotoran secara mandiri. Semua fungsi bertahan hidup ini bergantung sepenuhnya pada plasenta ibu.
Tali pusat (ari-ari) adalah selang kehidupan yang menghubungkan perut janin (tepat di area yang sekarang menjadi pusar) dengan plasenta. Tali pusat ini bukan sekadar daging yang menempel, melainkan berisi tiga saluran pembuluh darah utama dan satu saluran pembuangan, yaitu:
1. Vena Umbilikalis (Satu Saluran)
Vena umbilikalis adalah pembuluh darah yang sangat vital. Fungsinya adalah membawa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi dari plasenta ibu langsung menuju tubuh janin. Vena ini masuk melalui pusar dan berjalan lurus ke arah hati (liver) janin. Namun, karena hati janin belum sepenuhnya berfungsi untuk memproses nutrisi, sebagian besar darah akan memintas hati melalui saluran khusus yang disebut ductus venosus, langsung menuju ke jantung janin untuk dipompa ke seluruh tubuh.
2. Arteri Umbilikalis (Dua Saluran)
Setelah darah beredar di tubuh janin, darah tersebut akan kehilangan oksigen dan dipenuhi oleh karbon dioksida serta zat sisa metabolisme. Darah kotor ini harus dikembalikan ke plasenta ibu untuk dibersihkan. Tugas ini diemban oleh dua buah arteri umbilikalis. Kedua pembuluh darah ini terhubung dari arteri iliaka interna (pembuluh darah besar di daerah panggul janin), berjalan ke atas menuju pusar, dan keluar menuju tali pusat.
3. Urakus (Urachus)
Selain pembuluh darah, ada juga saluran kecil yang disebut urakus. Saluran ini menghubungkan kandung kemih janin yang sedang berkembang dengan kantong kuning telur (yolk sac). Ini adalah bagian dari sistem pembuangan awal janin sebelum ginjal dan saluran kemih berkembang dengan sempurna.
Setelah Lahir: Pusar Terhubung Kemana?
Ketika bayi lahir dan mulai bernapas sendiri menggunakan paru-parunya, sirkulasi darah janin berubah secara dramatis. Bayi mulai menyusu untuk mendapatkan nutrisi dan ginjalnya mulai berfungsi membuang urine. Tali pusat tidak lagi dibutuhkan, sehingga dokter akan menjepit dan memotongnya.
Lalu, apa yang terjadi pada pembuluh darah dan saluran di balik pusar tersebut? Apakah mereka menghilang begitu saja? Jawabannya adalah tidak. Tubuh manusia sangat luar biasa. Saluran-saluran tersebut tidak hilang, melainkan menutup, menyusut, dan berubah menjadi ligamen (jaringan ikat yang kuat). Inilah letak jawaban pasti tentang pusar terhubung kemana:
1. Terhubung ke Hati (Liver)
Vena umbilikalis yang dulunya membawa darah bersih dari ibu, setelah lahir akan menyusut dan mengeras. Pembuluh ini berubah menjadi ligamen yang disebut ligamentum teres hepatis (ligamen bundar hati). Ligamen ini masih membentang dari pusarmu, berjalan ke atas di balik dinding perut, dan menempel di organ hati. Bagian salurannya yang dulunya menuju ke jantung (ductus venosus) juga menutup dan berubah menjadi ligamentum venosum.
2. Terhubung ke Area Panggul
Dua arteri umbilikalis yang dulunya membuang darah kotor juga mengalami nasib yang sama. Setelah sirkulasi bayi berfungsi normal, bagian arteri ini akan berhenti dialiri darah. Mereka menyusut menjadi ligamen yang disebut ligamentum umbilikalis medial. Jaringan keras ini membentang dari pusar, berjalan ke arah bawah di balik dinding perut, dan terhubung ke pembuluh darah di area panggulmu.
3. Terhubung ke Kandung Kemih
Saluran pembuangan awal atau urakus juga menutup rapat sesaat setelah bayi lahir. Saluran ini berubah bentuk menjadi jaringan parut yang kokoh bernama ligamentum umbilikalis medianum. Ligamen ini terhubung langsung dari pusar menuju ke bagian kubah kandung kemihmu di rongga panggul bawah.
Jadi, jika disimpulkan, saat ini pusarmu tidak terhubung secara bebas ke organ dalam layaknya lubang yang menembus perut. Pusarmu terhubung oleh tali-tali ligamen kuat menuju ke hati, panggul, dan kandung kemih di bagian dalam perut.
Faktor Penting: Mengapa Memahami Anatomi Pusar Itu Perlu?
- Mendeteksi Kelainan Bawaan: Terkadang, saluran urakus tidak menutup sempurna saat bayi lahir, menyebabkan urine bocor keluar dari pusar (fistula urakus).
- Kesehatan Saluran Cerna: Terdapat sisa saluran lain (saluran omphalomesenterik) yang jika gagal menutup, bisa menyebabkan masalah usus yang disebut Divertikulum Meckel.
- Prosedur Medis: Karena pusar terhubung langsung ke dinding dalam perut tanpa terhalang otot yang tebal, pusar menjadi titik masuk utama bagi dokter bedah saat melakukan operasi laparoskopi (operasi dengan sayatan minimal).
Masalah Kesehatan Umum pada Pusar
Meskipun pusar adalah bekas luka yang sudah tidak aktif, area ini sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan jika tidak dirawat dengan baik atau karena faktor anatomis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang sering terjadi di sekitar pusar:
1. Infeksi Pusar (Omphalitis atau Infeksi Jamur)
Pusar yang memiliki bentuk innie (masuk ke dalam) seringkali gelap, hangat, dan lembap. Hal ini menjadikannya tempat berkembang biak yang sangat sempurna bagi bakteri dan jamur. Keringat, sisa sabun mandi, sel kulit mati, dan serat pakaian bisa menumpuk di dalam pusar. Jika tidak dibersihkan, bakteri dapat menyebabkan infeksi. Gejala utamanya meliputi pusar yang berbau sangat tidak sedap, kemerahan, gatal, bengkak, hingga mengeluarkan cairan berwarna putih atau kekuningan.
Untuk pencegahan awal dan penanganan infeksi yang masih ringan, pastikan kamu selalu mengeringkan pusar setelah mandi. Jika kamu memerlukan obat-obatan seperti salep antijamur atau krim antibakteri sesuai keluhanmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Produk yang kamu butuhkan akan langsung diantar ke rumah, sehingga kamu bisa segera menangani infeksi pusar tanpa harus keluar rumah.
2. Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis terjadi ketika ada bagian dari organ dalam perut (biasanya sebagian usus atau jaringan lemak) yang menonjol keluar melalui celah kecil di sekitar cincin pusar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, otot di sekitar pusar dulunya berlubang untuk jalur tali pusat. Jika lubang otot ini tidak menutup dengan rapat setelah bayi tumbuh, area tersebut akan menjadi titik lemah di dinding perut.
Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi, tetapi juga bisa dialami oleh orang dewasa, terutama pada ibu hamil, orang yang mengalami obesitas, atau seseorang yang sering mengangkat beban berat. Pada orang dewasa, hernia umbilikalis jarang bisa sembuh dengan sendirinya dan sering menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Jika benjolan di pusarmu terasa nyeri, mengeras, atau berubah warna menjadi kemerahan/kebiruan, segera lakukan konsultasi dokter. Penanganan hernia umbilikalis pada orang dewasa umumnya memerlukan prosedur operasi bedah untuk mengembalikan usus ke posisinya dan menutup dinding perut yang lemah.
3. Batu Pusar (Omphaloliths)
Tahukah kamu bahwa pusar bisa membentuk batu? Kondisi ini dikenal sebagai omphalolith atau batu pusar. Ini bukanlah batu mineral seperti batu ginjal, melainkan kumpulan sel kulit mati (keratin), minyak alami tubuh (sebum), kotoran, dan serat baju yang menumpuk di dalam pusar selama bertahun-tahun. Karena jarang dibersihkan, tumpukan ini mengeras, menghitam, dan membentuk massa padat yang menyerupai batu kecil. Batu pusar biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa menyebabkan iritasi, infeksi, dan bau yang sangat menyengat.
Studi Mengenai Mikrobioma Pusar
PLOS ONE menerbitkan studi yang sangat unik di tahun 2012 bertajuk “Belly Button Biodiversity”, yang diprakarsai oleh para peneliti dari North Carolina State University. Studi ini mengeksplorasi ekosistem bakteri di dalam pusar manusia yang jarang mendapat perhatian.
Hasil studi tersebut sangat mengejutkan. Peneliti menemukan ada lebih dari 2.300 spesies bakteri yang hidup di pusar, dan sebagian besar dari bakteri tersebut benar-benar belum pernah diteliti sebelumnya secara mendalam. Setiap pusar manusia diibaratkan seperti sidik jari; memiliki komunitas mikrobioma yang sangat spesifik dan berbeda-beda. Studi ini menyadarkan dunia medis betapa uniknya pusar sebagai sebuah lingkungan mikroskopis pada tubuh manusia yang harus selalu dijaga kebersihannya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Umbilical hernia – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Belly Button (Umbilicus): Anatomy & Function.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Anatomy, Abdomen and Pelvis, Umbilicus.
PLOS ONE. Diakses pada 2026. A Jungle in There: Bacteria in Belly Buttons are Highly Diverse, but Predictable.
Healthline. Diakses pada 2026. Belly Button Discharge: Causes, Treatments, and More.
FAQ
1. Apakah benar pusar terhubung kemana-mana di dalam tubuh?
Secara tidak langsung, iya. Pusarmu terhubung oleh jaringan ligamen (jaringan ikat padat) yang dulunya adalah pembuluh darah tali pusat. Ligamen ini membentang dari pusar dan menempel ke organ hati, saluran di daerah panggul, serta bagian atas kandung kemihmu.
2. Apa penyebab pusar orang dewasa tiba-tiba terasa sakit?
Rasa sakit pada pusar bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi bakteri atau jamur karena kurangnya kebersihan, gangguan lambung, hingga kondisi medis serius seperti hernia umbilikalis atau usus buntu. Jika sakitnya parah, segera periksakan ke dokter.
3. Bagaimana cara membersihkan pusar yang benar?
Gunakan kapas atau cotton bud yang sudah dibasahi dengan air hangat dan sabun bayi, atau bisa juga menggunakan alkohol gosok. Usap bagian dalam pusar secara perlahan, jangan mengoreknya terlalu keras. Setelah bersih, pastikan kamu mengeringkan pusar dengan handuk agar tidak lembap.
4. Bisakah bentuk pusar yang bodong diubah menjadi masuk ke dalam?
Bisa, namun itu memerlukan prosedur bedah kosmetik yang disebut umbilikoplasti (umbilicoplasty). Operasi ini sering dilakukan untuk memperbaiki bentuk pusar setelah kehamilan, penurunan berat badan yang drastis, atau untuk memperbaiki hernia umbilikalis.



