Ad Placeholder Image

Pusing di Atas Mata Bikin Risih? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Pusing di Atas Mata? Ketahui Penyebab dan Cara Atasinya.

Pusing di Atas Mata Bikin Risih? Ini Cara MengatasinyaPusing di Atas Mata Bikin Risih? Ini Cara Mengatasinya

Pusing di Atas Mata: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sensasi pusing atau nyeri di area atas mata merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini sering kali terkait dengan mata lelah akibat paparan layar berlebih, sakit kepala tegang karena stres, atau peradangan sinus (sinusitis). Memahami penyebabnya penting untuk menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Apa Itu Pusing di Atas Mata?

Pusing di atas mata merujuk pada rasa nyeri, tidak nyaman, atau sensasi berputar yang terlokalisasi di area dahi, alis, dan sekitar mata. Keluhan ini bisa dirasakan di satu sisi atau kedua sisi kepala di bagian atas mata. Intensitasnya bervariasi dari ringan hingga parah dan dapat disertai dengan gejala lain tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Umum Pusing di Atas Mata

Berbagai faktor bisa menjadi pemicu timbulnya pusing atau nyeri di area atas mata. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui:

  • Mata Lelah (Asthenopia). Terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, membaca buku, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus mata intens dapat menyebabkan otot mata bekerja keras. Akibatnya, timbul rasa lelah, pegal, dan pusing di sekitar mata.
  • Sakit Kepala Tegang (Tension Headache). Ini adalah jenis sakit kepala paling umum yang sering dipicu oleh stres, kurang tidur, postur tubuh yang buruk, atau ketegangan otot di leher dan bahu. Rasa nyeri biasanya terasa seperti tertekan di dahi, pelipis, dan bagian atas mata.
  • Sinusitis. Peradangan pada lapisan sinus, rongga berisi udara di sekitar hidung dan mata, dapat menyebabkan penumpukan lendir dan tekanan. Nyeri akibat sinusitis sering terasa di dahi, pipi, dan di atas atau di antara mata, serta bisa disertai hidung tersumbat.
  • Migrain. Jenis sakit kepala parah ini biasanya unilateral (satu sisi kepala) tetapi bisa juga terjadi di kedua sisi. Migrain seringkali menimbulkan nyeri berdenyut di area pelipis dan di atas mata, disertai mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.
  • Penggunaan Kacamata yang Tidak Pas. Kacamata dengan ukuran yang tidak sesuai resep atau lensa yang kotor dapat memaksa mata bekerja lebih keras. Hal ini menyebabkan ketegangan mata dan memicu pusing atau sakit kepala di area dahi dan atas mata.
  • Dehidrasi. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mempengaruhi volume darah dan suplai oksigen ke otak, memicu sakit kepala ringan hingga pusing. Dehidrasi juga dapat membuat mata terasa kering dan tidak nyaman.
  • Kondisi Mata Tertentu. Beberapa kondisi medis pada mata, seperti glaukoma (tekanan tinggi di mata) atau infeksi mata (misalnya konjungtivitis atau uveitis), dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area atas mata.

Gejala Penyerta Pusing di Atas Mata

Selain pusing, keluhan ini dapat disertai gejala lain yang membantu mengidentifikasi penyebabnya:

  • Mata terasa berat atau tegang.
  • Pandangan kabur atau ganda.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Nyeri di leher atau bahu.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Mual atau muntah.

Cara Mengatasi Pusing di Atas Mata

Penanganan awal dapat dilakukan secara mandiri untuk meredakan pusing di atas mata:

  • Istirahat yang Cukup. Hentikan aktivitas yang membebani mata, pejamkan mata sejenak, atau tidur yang berkualitas.
  • Kompres Hangat atau Dingin. Tempelkan kompres hangat di dahi atau mata untuk meredakan ketegangan otot. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan atau nyeri berdenyut.
  • Minum Cukup Air. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu sakit kepala.
  • Kelola Stres. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam untuk mengurangi ketegangan dan stres.
  • Batasi Paparan Layar. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek berjarak 20 kaki selama 20 detik.
  • Pijatan Ringan. Pijat area pelipis atau dahi secara lembut untuk meredakan ketegangan otot.

Pencegahan Pusing di Atas Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pusing di atas mata:

  • Pastikan pencahayaan ruangan memadai saat membaca atau bekerja.
  • Gunakan kacamata dengan resep yang tepat dan bersihkan lensa secara rutin.
  • Istirahatkan mata secara berkala, terutama saat berhadapan dengan layar digital.
  • Kelola tingkat stres dengan baik.
  • Pertahankan pola tidur yang teratur dan cukup.
  • Minum air putih yang cukup sepanjang hari.
  • Rutin berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika pusing di atas mata berlangsung terus-menerus, memburuk, atau disertai gejala serius seperti pandangan kabur yang parah, nyeri hebat, demam tinggi, atau kelemahan, segera cari pertolongan medis. Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis pasti dan penanganan yang sesuai dengan kondisi. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan

Pusing di atas mata bisa menjadi indikasi dari berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga memerlukan perhatian medis. Mengidentifikasi penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Jika gejala berlanjut atau menimbulkan kekhawatiran, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan evaluasi menyeluruh dan rekomendasi medis yang tepat untuk kesehatan.