Ad Placeholder Image

Pusing di Kepala Belakang? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Maret 2026

Pusing di Kepala Belakang? Atasi dengan Tips Ini!

Pusing di Kepala Belakang? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!Pusing di Kepala Belakang? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Pusing di Kepala Belakang: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

Rasa pusing atau sakit di kepala bagian belakang adalah keluhan umum yang sering membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh ketegangan otot leher, stres, atau postur tubuh yang buruk, yang seringkali merupakan gejala dari sakit kepala tegang. Namun, beberapa kondisi lain seperti tekanan darah tinggi, saraf kejepit, atau kurang tidur juga bisa menjadi pemicu. Penanganan awal melibatkan istirahat, kompres, perbaikan postur, dan penggunaan obat pereda nyeri.

Apa Itu Pusing di Kepala Belakang?

Pusing di kepala belakang merujuk pada sensasi nyeri, tegang, atau berdenyut yang terlokalisasi di area belakang kepala, seringkali menjalar hingga leher dan bahu. Kondisi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat dan bisa terjadi sesekali atau secara kronis. Memahami penyebabnya adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat.

Penyebab Umum Pusing di Kepala Belakang

Berbagai faktor dapat memicu timbulnya pusing atau sakit di kepala bagian belakang. Mengenali penyebabnya membantu dalam menentukan langkah penanganan yang efektif.

  • Tension Headache (Sakit Kepala Tegang). Ini adalah penyebab paling umum, ditandai dengan rasa kaku atau tekanan di kepala, leher, dan bahu. Stres, kecemasan, atau posisi duduk atau menunduk terlalu lama, misalnya saat menggunakan gawai, dapat memicu kondisi ini.
  • Oksipital Neuralgia. Kondisi ini terjadi akibat peradangan atau iritasi pada saraf oksipital, yang menjalar dari tulang belakang leher ke kulit kepala. Nyeri yang dirasakan bisa tajam, menusuk, atau seperti sengatan listrik.
  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Tekanan darah tinggi, terutama yang tidak terkontrol, sering memicu sakit kepala belakang. Nyeri ini bisa terasa lebih intens saat bangun tidur di pagi hari.
  • Masalah Leher atau Postur. Postur tubuh yang buruk, seperti sering menunduk, tidur dengan bantal yang terlalu tinggi, atau otot bahu yang kaku, dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan memicu pusing di kepala belakang.
  • Migrain Basilar. Ini adalah jenis migrain yang gejalanya berpusat di pangkal kepala. Selain nyeri, penderita mungkin mengalami gangguan penglihatan, pusing, atau masalah keseimbangan.
  • Saraf Kejepit. Kompresi atau penjepitan saraf di area leher dapat menyebabkan nyeri yang menjalar hingga ke kepala bagian belakang. Kondisi ini seringkali disertai kesemutan atau kelemahan pada lengan.
  • Kurang Tidur. Kualitas tidur yang buruk atau kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan otot, yang berkontribusi pada munculnya pusing di kepala belakang.
  • Stres dan Kecemasan. Kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan dapat menyebabkan otot-otot di leher dan kepala menegang, sehingga memicu sakit kepala tegang.

Cara Mengatasi dan Penanganan Awal Pusing di Kepala Belakang

Ketika pusing di kepala belakang menyerang, ada beberapa langkah penanganan awal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala.

  • Istirahat yang Cukup. Memberikan waktu istirahat bagi tubuh dan pikiran dapat membantu mengurangi ketegangan dan mempercepat pemulihan.
  • Kompres Hangat atau Dingin. Aplikasikan kompres panas atau dingin di area leher belakang dan bahu selama 15-20 menit. Kompres hangat membantu mengendurkan otot yang tegang, sedangkan kompres dingin dapat mengurangi peradangan.
  • Pijatan Ringan. Pijat ringan area tengkuk dan bahu dapat membantu melepaskan ketegangan otot. Teknik ini juga bisa melancarkan peredaran darah di area tersebut.
  • Obat Pereda Nyeri. Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan. Obat-obatan ini efektif untuk meredakan nyeri kepala ringan hingga sedang.
  • Perbaiki Postur Tubuh. Hindari menunduk terlalu lama saat bekerja atau menggunakan gawai. Pastikan posisi duduk tegak dengan punggung menempel pada sandaran kursi dan layar monitor sejajar dengan mata.
  • Manajemen Stres. Praktikkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam. Mengelola stres secara efektif dapat mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala tegang.
  • Cukup Tidur. Pastikan mendapatkan tidur yang berkualitas dan cukup, setidaknya 7-9 jam setiap malam. Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

Pencegahan Pusing di Kepala Belakang

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa kebiasaan sehat dapat membantu mengurangi risiko pusing di kepala belakang.

  • Jaga Postur Tubuh. Pertahankan postur yang baik saat duduk, berdiri, dan tidur. Gunakan bantal yang mendukung posisi alami leher.
  • Rutin Peregangan. Lakukan peregangan ringan pada leher dan bahu secara berkala, terutama jika sering duduk lama.
  • Kelola Stres. Temukan cara yang sehat untuk mengelola stres, seperti berolahraga, melakukan hobi, atau menghabiskan waktu dengan orang terdekat.
  • Hindari Pemicu. Identifikasi dan hindari pemicu spesifik yang dapat menyebabkan pusing di kepala belakang, seperti kurang tidur atau dehidrasi.
  • Istirahat Teratur. Berikan jeda singkat setiap jam jika pekerjaan mengharuskan duduk atau berdiri dalam waktu lama.

Kapan Harus ke Dokter untuk Pusing di Kepala Belakang?

Meskipun pusing di kepala belakang seringkali tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Pusing terasa sangat berat atau nyeri kepala yang semakin parah.
  • Terjadi secara tiba-tiba dan intens tanpa penyebab yang jelas.
  • Disertai dengan muntah yang tidak jelas penyebabnya.
  • Leher terasa kaku, terutama saat digerakkan.
  • Disertai demam tinggi.
  • Mengalami kelemahan pada salah satu sisi anggota gerak tubuh.
  • Ada gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Pusing atau nyeri kepala tidak membaik setelah menggunakan obat pereda nyeri.
  • Gejala terus berulang atau semakin sering terjadi.

Memahami penyebab dan penanganan pusing di kepala belakang penting untuk menjaga kualitas hidup. Jika gejala berlanjut atau menimbulkan kekhawatiran, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Halodoc siap membantu menghubungkan Anda dengan dokter spesialis yang berpengalaman untuk mendapatkan nasihat medis yang akurat dan terpercaya.