Ad Placeholder Image

Pusing Diatas Mata? Ini Penyebab dan Solusi Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Pusing di Atas Mata: Pahami Sebab dan Solusi Mudah

Pusing Diatas Mata? Ini Penyebab dan Solusi MudahPusing Diatas Mata? Ini Penyebab dan Solusi Mudah

Ringkasan Pusing di Atas Mata

Pusing di atas mata adalah keluhan umum yang sering disebabkan oleh mata lelah akibat menatap layar terlalu lama, sakit kepala tegang karena stres atau kurang tidur, dan infeksi sinus. Kondisi ini juga dapat menjadi tanda migrain, masalah penglihatan yang belum terkoreksi, glaukoma, atau bahkan cluster headache yang lebih serius. Penanganan awal bisa dilakukan dengan istirahat cukup, kompres, hidrasi tubuh, dan mengelola stres. Namun, jika keluhan berlanjut, semakin parah, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan.

Mengenal Pusing di Atas Mata

Pusing di atas mata merujuk pada sensasi nyeri atau tekanan yang dirasakan di area dahi, tepat di atas kedua alis atau salah satu mata. Kondisi ini dapat bermanifestasi sebagai rasa berat, berdenyut, atau seperti tertekan. Intensitas nyeri bervariasi, mulai dari ringan yang mengganggu hingga berat yang melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Meskipun seringkali tidak serius, pusing di area ini dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Pemahaman terhadap penyebabnya penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Penyebab Umum Pusing di Atas Mata

Ada beberapa faktor yang dapat memicu sensasi pusing atau nyeri di atas mata. Mengenali penyebabnya membantu dalam penanganan dan pencegahan yang efektif.

  • Mata Lelah (Asthenopia)
    Terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, atau membaca dalam pencahayaan kurang dapat menyebabkan otot mata bekerja ekstra. Ini memicu ketegangan yang sering terasa sebagai pusing di dahi atau di atas mata.
  • Sakit Kepala Tegang
    Stres, kelelahan, dan kurang tidur adalah pemicu umum sakit kepala tegang. Nyeri biasanya digambarkan seperti kepala diikat erat, menjalar dari leher, pelipis, dan seringkali terasa di atas mata.
  • Infeksi Sinus (Sinusitis)
    Peradangan pada rongga sinus yang terletak di belakang dahi dan pipi dapat menyebabkan tekanan dan nyeri. Nyeri akibat sinusitis seringkali memburuk saat membungkuk atau melakukan gerakan kepala, dan dapat disertai hidung tersumbat serta ingus.
  • Migrain
    Migrain adalah jenis sakit kepala primer yang umumnya berdenyut dan seringkali unilateral, meski bisa juga dirasakan di atas mata. Gejala lain yang menyertai migrain meliputi sensitivitas terhadap cahaya dan suara, mual, serta muntah.
  • Masalah Kacamata atau Penglihatan
    Resep kacamata yang tidak sesuai atau masalah penglihatan yang belum terkoreksi (misalnya astigmatisme) memaksa mata bekerja lebih keras. Ini bisa mengakibatkan ketegangan mata dan pusing di area dahi.
  • Glaukoma
    Glaukoma merupakan kondisi serius yang terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam bola mata. Peningkatan tekanan ini dapat merusak saraf optik dan menyebabkan nyeri hebat di sekitar mata, terutama dalam kasus glaukoma sudut tertutup akut.
  • Cluster Headache
    Cluster headache adalah jenis sakit kepala yang jarang namun sangat parah. Nyeri biasanya terlokalisir di sekitar salah satu mata atau pelipis, disertai mata merah dan berair pada sisi yang sama, hidung tersumbat, dan kelopak mata turun.

Gejala Lain yang Menyertai Pusing di Atas Mata

Selain rasa pusing atau nyeri, beberapa gejala lain dapat muncul tergantung pada penyebabnya:

  • Mata merah, berair, atau terasa gatal.
  • Penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Hidung tersumbat, ingus, atau nyeri tekan pada wajah.
  • Mual atau muntah.
  • Kelelahan atau sulit tidur.
  • Perubahan suasana hati atau kesulitan berkonsentrasi.

Penanganan Pusing di Atas Mata

Penanganan awal untuk pusing di atas mata seringkali berfokus pada langkah-langkah mandiri:

  • Istirahat Cukup
    Hentikan aktivitas yang memicu, seperti menatap layar, dan berikan mata serta tubuh waktu untuk beristirahat. Tidur yang berkualitas sangat penting untuk pemulihan.
  • Kompres Hangat atau Dingin
    Kompres hangat pada dahi atau sinus dapat meredakan tekanan akibat sinusitis. Sementara itu, kompres dingin pada pelipis bisa membantu mengurangi nyeri pada sakit kepala tegang atau migrain.
  • Hidrasi Tubuh
    Dehidrasi dapat memicu sakit kepala. Pastikan asupan cairan cukup sepanjang hari dengan minum air putih secara teratur.
  • Kelola Stres
    Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi tingkat stres yang menjadi pemicu sakit kepala tegang.
  • Pereda Nyeri
    Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit sementara.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun seringkali bukan kondisi serius, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa pusing di atas mata memerlukan pemeriksaan medis:

  • Nyeri sangat parah atau tiba-tiba.
  • Pusing disertai perubahan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur atau melihat lingkaran cahaya.
  • Mual, muntah, demam tinggi, leher kaku, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Pusing berulang dan tidak membaik dengan penanganan mandiri.
  • Ada riwayat glaukoma atau kondisi medis serius lainnya.

Pencegahan Pusing di Atas Mata

Menerapkan gaya hidup sehat dan kebiasaan baik dapat membantu mencegah pusing di atas mata:

  • Istirahatkan mata setiap 20 menit saat menatap layar (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Pastikan pencahayaan ruangan memadai saat membaca atau bekerja.
  • Gunakan kacamata dengan resep yang tepat dan periksa mata secara rutin.
  • Cukupi waktu tidur dan kelola stres dengan baik.
  • Jaga hidrasi tubuh dan konsumsi makanan bergizi.
  • Hindari pemicu migrain yang diketahui, jika memiliki riwayat migrain.

Kesimpulan

Pusing di atas mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Mengidentifikasi penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Jika gejala berlanjut atau disertai tanda-tanda bahaya, sangat direkomendasikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya.