Ad Placeholder Image

Puting Masuk ke Dalam? Ini Retraksi Payudara

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Mengenal Retraksi Payudara: Gejala, Penyebab, Kapan Dokter?

Puting Masuk ke Dalam? Ini Retraksi PayudaraPuting Masuk ke Dalam? Ini Retraksi Payudara

Retraksi Payudara Adalah: Mengenal Kondisi, Penyebab, dan Kapan Perlu Waspada

Retraksi payudara adalah kondisi ketika kulit atau puting payudara tertarik ke dalam, bukan menonjol keluar. Kondisi ini bisa bersifat normal dan tidak berbahaya, namun retraksi yang baru muncul atau mengalami perubahan harus dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga medis. Deteksi dini sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan masalah serius seperti kanker payudara.

Apa itu Retraksi Payudara?

Retraksi payudara adalah penarikan ke dalam pada bagian kulit atau puting payudara. Fenomena ini bisa terjadi secara alami sejak lahir atau sering disebut sebagai kondisi kongenital. Di sisi lain, retraksi juga dapat muncul kemudian dalam hidup, yang disebut sebagai kondisi didapat atau acquired.

Meskipun sebagian besar retraksi payudara tidak berbahaya, terutama yang kongenital, kemunculan retraksi baru atau perubahan pada retraksi yang sudah ada memerlukan perhatian khusus. Kondisi ini bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan mendasar yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Jenis Retraksi Payudara

Retraksi payudara dapat dikelompokkan berdasarkan area yang tertarik ke dalam.

  • Retraksi Puting (Puting Terbalik)

    Kondisi ini terjadi ketika puting tertarik ke dalam atau tampak rata, alih-alih menonjol keluar. Puting terbalik bisa ada sejak lahir atau baru muncul di usia dewasa. Jika puting terbalik muncul secara tiba-tiba pada usia dewasa, ini merupakan tanda yang memerlukan kewaspadaan dan evaluasi medis.

  • Retraksi Kulit Payudara (Dimpling)

    Jenis retraksi ini melibatkan penarikan kulit payudara sehingga membentuk cekungan atau lesung. Kondisi ini seringkali menjadi lebih jelas ketika lengan diangkat atau ketika payudara ditekan. Retraksi kulit bisa mengindikasikan adanya struktur di bawah kulit yang menarik jaringan payudara.

Penyebab Retraksi Payudara

Penyebab retraksi payudara bervariasi, mulai dari kondisi yang tidak berbahaya hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis serius.

  • Penyebab Kongenital

    Beberapa orang dilahirkan dengan puting terbalik karena struktur saluran susu atau jaringan ikat di belakang puting yang pendek. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan merupakan variasi normal anatomi payudara.

  • Penyebab Didapat (Non-Kanker)

    Retraksi yang muncul setelah lahir dapat disebabkan oleh beberapa faktor non-kanker. Ini termasuk peradangan atau infeksi pada payudara (mastitis), trauma atau cedera pada area payudara, serta riwayat operasi payudara sebelumnya. Ektasia duktus payudara, yaitu pelebaran saluran susu di bawah puting, juga bisa menyebabkan puting tertarik ke dalam. Proses penuaan alami pun dapat menyebabkan perubahan pada struktur payudara.

  • Penyebab Didapat (Kanker)

    Salah satu penyebab paling serius dari retraksi payudara yang didapat adalah kanker payudara. Jenis kanker seperti karsinoma duktal invasif atau kanker payudara inflamasi dapat menyebabkan tumor menarik jaringan ikat di sekitarnya. Penarikan ini kemudian memicu kulit atau puting tertarik ke dalam. Retraksi yang disebabkan oleh kanker seringkali bersifat baru dan tidak disertai nyeri.

Kapan Retraksi Payudara Perlu Diwaspadai?

Penting untuk mengenali tanda-tanda yang mengharuskan pemeriksaan medis lebih lanjut. Retraksi payudara perlu diwaspadai apabila:

  • Muncul secara tiba-tiba dan merupakan kondisi baru.
  • Mengalami perubahan ukuran atau bentuk dari retraksi yang sudah ada.
  • Disertai gejala lain seperti benjolan di payudara atau ketiak, nyeri yang tidak kunjung hilang, kemerahan atau perubahan warna kulit, serta keluar cairan dari puting.
  • Adanya perubahan tekstur kulit payudara seperti kulit jeruk.

Jika mengalami salah satu dari kondisi di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini memainkan peran krusial dalam keberhasilan penanganan banyak penyakit payudara, termasuk kanker.

Diagnosis dan Penanganan Retraksi Payudara

Untuk mendiagnosis penyebab retraksi payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi inspeksi visual dan palpasi payudara untuk mencari benjolan atau kelainan lainnya.

Selanjutnya, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan pencitraan seperti mamografi atau USG payudara. Kedua pemeriksaan ini membantu memastikan tidak ada massa atau kelainan yang mendasari retraksi tersebut. Jika ditemukan adanya massa atau area yang mencurigakan, biopsi mungkin diperlukan untuk pengambilan sampel jaringan dan analisis di laboratorium.

Penanganan retraksi payudara sangat tergantung pada penyebab yang mendasari. Jika retraksi bersifat kongenital dan tidak menimbulkan masalah, penanganan mungkin hanya berupa observasi rutin. Untuk retraksi yang disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik.

Apabila hasil diagnosis menunjukkan adanya kanker payudara, penanganan akan disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Ini bisa meliputi operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, radiasi, terapi hormon, atau terapi target.

Kesimpulan

Retraksi payudara adalah kondisi tertariknya kulit atau puting payudara ke dalam, yang bisa bersifat normal atau menandakan masalah serius. Penting untuk selalu mewaspadai retraksi yang baru muncul atau mengalami perubahan, terutama jika disertai gejala lain. Jangan ragu untuk segera mencari evaluasi medis guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, kunjungi Halodoc dan dapatkan saran medis dari ahli kesehatan profesional.