Ad Placeholder Image

Pyometra: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Pyometra: Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahan

Pyometra: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan PencegahanPyometra: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Mengenal Pyometra: Infeksi Rahim yang Mengancam Nyawa pada Hewan Peliharaan

Pyometra adalah infeksi bakteri serius yang menyerang rahim hewan betina, terutama anjing dan kucing yang belum disterilisasi. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan nanah di dalam rahim.

Pyometra dapat berkembang dengan cepat dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Pemahaman yang baik tentang penyakit ini sangat penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Gejala Klinis Pyometra pada Hewan Peliharaan

Gejala pyometra dapat bervariasi tergantung pada jenis pyometra (terbuka atau tertutup) dan tingkat keparahan infeksi. Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:

  • Lemas dan lesu
  • Muntah
  • Penurunan atau kehilangan nafsu makan
  • Perut membesar atau terasa keras saat disentuh
  • Dehidrasi (kekurangan cairan)
  • Keluarnya cairan bernanah dari vagina (terutama pada pyometra terbuka)
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil dan rasa haus

Pada pyometra tertutup, nanah tidak dapat keluar sehingga gejala seperti perut membesar dan lesu lebih menonjol. Kondisi ini lebih berbahaya karena risiko septikemia (keracunan darah) meningkat.

Penyebab Pyometra pada Hewan Peliharaan

Pyometra disebabkan oleh infeksi bakteri pada rahim. Bakteri yang paling umum terlibat adalah E. coli, yang biasanya berasal dari lingkungan sekitar atau saluran pencernaan hewan.

Perubahan hormon setelah siklus birahi juga berperan dalam perkembangan pyometra. Setelah birahi, kadar progesteron tetap tinggi, yang dapat menyebabkan penebalan dinding rahim dan peningkatan produksi cairan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Jenis-Jenis Pyometra yang Perlu Diketahui

Terdapat dua jenis utama pyometra, yaitu:

  • Pyometra Terbuka (Open Pyometra): Leher rahim terbuka, sehingga nanah dapat keluar melalui vagina.
  • Pyometra Tertutup (Closed Pyometra): Leher rahim tertutup, sehingga nanah terperangkap di dalam rahim. Jenis ini lebih berbahaya karena nanah dapat merembes ke dalam aliran darah dan menyebabkan septikemia.

Diagnosis Pyometra oleh Dokter Hewan

Diagnosis pyometra melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter hewan akan memeriksa kondisi umum hewan dan mencari tanda-tanda seperti demam, dehidrasi, dan pembesaran perut.
  • USG (Ultrasonografi): USG dapat membantu memvisualisasikan rahim dan mendeteksi adanya penumpukan cairan.
  • Rontgen (X-ray): Rontgen dapat digunakan untuk melihat ukuran dan bentuk rahim.
  • Tes Darah: Tes darah dapat menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, yang merupakan indikasi infeksi.

Pengobatan Pyometra pada Hewan Peliharaan

Pengobatan pyometra yang paling efektif adalah operasi pengangkatan rahim dan ovarium (ovariohisterektomi). Operasi ini menghilangkan sumber infeksi dan mencegah kekambuhan.

Pada kasus ringan, dokter hewan mungkin mencoba terapi hormon (prostaglandin) untuk membantu mengeluarkan nanah dari rahim. Antibiotik juga diberikan untuk melawan infeksi bakteri. Namun, terapi ini memiliki risiko kekambuhan dan tidak selalu efektif.

Pencegahan Pyometra: Sterilisasi adalah Kunci

Sterilisasi (ovariohisterektomi) adalah cara paling efektif untuk mencegah pyometra. Dengan mengangkat rahim dan ovarium, risiko infeksi dan perubahan hormon yang menyebabkan pyometra dapat dihilangkan.

Sterilisasi juga memiliki manfaat kesehatan lain, seperti mengurangi risiko kanker payudara dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Pyometra pada Hewan Peliharaan yang Lebih Tua

Pyometra lebih sering terjadi pada hewan betina yang lebih tua (di atas 6-7 tahun), tetapi dapat menyerang hewan usia berapa pun jika belum disterilisasi. Semakin tua hewan, semakin tinggi risiko terkena pyometra.

Rekomendasi Halodoc

Jika hewan peliharaan menunjukkan gejala pyometra, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Penanganan dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Jika dokter hewan merekomendasikan operasi, jangan ragu untuk mengikuti saran tersebut. Sterilisasi adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan hewan peliharaan dari pyometra. Untuk konsultasi dengan dokter hewan terpercaya, gunakan aplikasi Halodoc.