Mengenal Quet: Fungsi, Efek Samping, dan Kegunaan

DAFTAR ISI
- Mengenal Quetiapine dan Fungsinya
- Bagaimana Quetiapine Bekerja di Otak?
- Kondisi Medis yang Memerlukan Quetiapine
- Efek Samping dan Peringatan Penting
- Interaksi Quetiapine dengan Obat Lain
- Studi Terkait
- FAQ
Kesehatan mental merupakan fondasi utama bagi kesejahteraan hidup seseorang secara keseluruhan. Namun, ada kalanya ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak menyebabkan gangguan suasana hati (mood) atau gangguan persepsi yang cukup berat. Salah satu obat yang sering diresepkan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) untuk menangani kondisi ini adalah quetiapine.
Quetiapine termasuk dalam golongan obat antipsikotik atipikal atau generasi kedua. Penggunaan obat ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena memiliki pengaruh yang kuat terhadap sistem saraf pusat. Memahami bagaimana obat ini bekerja, dosis yang tepat, serta risiko yang mungkin muncul sangat penting bagi pasien maupun pendamping pasien (caregiver).
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa menangani gangguan kesehatan mental membutuhkan kesabaran dan kepatuhan terhadap terapi. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental yang mengganggu aktivitas harian, langkah terbaik adalah segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Nah, mau tahu apa saja hal penting mengenai pengobatan dengan quetiapine? Berikut ulasannya!
Mengenal Quetiapine dan Fungsinya
Quetiapine adalah obat yang bekerja dengan cara menyeimbangkan kadar zat alami tertentu (neurotransmitter) di dalam otak. Secara klinis, obat ini digunakan untuk mengobati beberapa kondisi kejiwaan tertentu seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan terkadang sebagai terapi tambahan pada gangguan depresi mayor.
Di Indonesia, quetiapine tersedia dalam bentuk tablet dengan dua jenis pelepasan: immediate-release (pelepasan segera) dan extended-release (pelepasan lambat atau XR). Perbedaan utama keduanya terletak pada seberapa cepat obat masuk ke dalam aliran darah dan seberapa lama efeknya bertahan di dalam tubuh. Dokter akan menentukan jenis sediaan mana yang paling sesuai berdasarkan profil gejala yang dialami pasien.
Bagaimana Quetiapine Bekerja di Otak?
Sebagai antipsikotik atipikal, quetiapine memiliki mekanisme kerja yang unik dibandingkan dengan antipsikotik generasi pertama (tipikal). Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor pada jalur saraf yang menggunakan dopamin dan serotonin.
Dopamin sering dikaitkan dengan sistem “reward” dan persepsi realitas. Pada penderita skizofrenia, aktivitas dopamin yang berlebihan di bagian otak tertentu dapat menyebabkan halusinasi dan delusi. Quetiapine membantu menurunkan aktivitas dopamin tersebut. Di sisi lain, interaksinya dengan reseptor serotonin membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi kecemasan, dan memperbaiki kualitas tidur yang sering terganggu pada penderita gangguan bipolar.
Pentingnya Kepatuhan Minum Obat
- Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter karena dapat memicu gejala putus obat (withdrawal symptoms).
- Minumlah obat pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga kestabilan kadar obat dalam darah.
- Jika lupa satu dosis, segera minum saat ingat, kecuali jika sudah mendekati jadwal dosis berikutnya.
Kondisi Medis yang Memerlukan Quetiapine
Berdasarkan panduan klinis, quetiapine memiliki beberapa indikasi utama yang telah disetujui secara medis:
1. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental berat di mana penderitanya mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Gejala seperti mendengar suara-suara yang tidak nyata (halusinasi) atau memiliki keyakinan yang salah (delusi) dapat diredam dengan penggunaan quetiapine secara rutin.
2. Gangguan Bipolar
Quetiapine sangat efektif untuk menangani dua sisi dari gangguan bipolar. Pertama, untuk menangani episode manik (perasaan sangat bersemangat, tidak butuh tidur, dan impulsif). Kedua, untuk episode depresi bipolar, di mana pasien merasa sangat sedih, putus asa, dan kehilangan minat pada segala hal.
3. Gangguan Depresi Mayor (MDD)
Pada beberapa kasus depresi yang tidak membaik dengan antidepresan standar, dokter mungkin menambahkan quetiapine dosis rendah sebagai terapi “add-on” untuk memperkuat efek pengobatan utama.
Efek Samping dan Peringatan Penting
Seperti obat keras lainnya, quetiapine memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Efek samping yang paling umum meliputi rasa mengantuk yang hebat, pusing, mulut kering, konstipasi, dan peningkatan berat badan. Pada penggunaan jangka panjang, quetiapine juga dapat memengaruhi kadar gula darah dan kolesterol.
Salah satu peringatan serius (black box warning) untuk quetiapine adalah peningkatan risiko kematian pada lansia dengan demensia yang mengalami psikosis. Selain itu, pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda, obat ini dapat meningkatkan risiko pemikiran atau perilaku bunuh diri pada fase awal pengobatan.
Jika dokter memberikan resep, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah dengan aman.
Interaksi Quetiapine dengan Obat Lain
Penggunaan quetiapine bersamaan dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Beberapa interaksi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Obat Antijamur dan Antibiotik: Seperti ketoconazole atau erythromycin dapat meningkatkan kadar quetiapine dalam tubuh.
- Obat Kejang: Seperti phenytoin atau carbamazepine dapat menurunkan efektivitas quetiapine.
- Alkohol: Mengonsumsi alkohol saat dalam terapi quetiapine dapat memperburuk efek mengantuk dan gangguan koordinasi motorik secara signifikan.
Studi Mengenai Quetiapine
The Lancet Psychiatry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa quetiapine menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menstabilkan suasana hati pada pasien bipolar dibandingkan dengan plasebo.
Penelitian tersebut menekankan bahwa meskipun efektif, pemantauan metabolik (berat badan, gula darah, dan profil lipid) secara berkala sangat disarankan bagi pasien yang menjalani terapi jangka panjang guna mencegah risiko sindrom metabolik.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun sedang dalam pengobatan, kamu harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami tanda-tanda reaksi alergi berat (ruam, gatal, bengkak di wajah/tenggorokan, sesak napas). Selain itu, waspadai gejala seperti kekakuan otot yang parah, demam tinggi, atau gerakan otot yang tidak terkendali (tardive dyskinesia) pada area wajah atau lidah.
Jangan pernah mendiagnosis diri sendiri atau meminjam obat orang lain meskipun gejalanya tampak serupa. Pengobatan masalah kejiwaan bersifat sangat personal dan membutuhkan pengawasan ahli.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat melalui resep dokter di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Quetiapine (Oral Route) Description and Brand Names.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Quetiapine: antipsychotic medicine to treat schizophrenia and bipolar disorder.
WebMD. Diakses pada 2026. Quetiapine Fumarate – Uses, Side Effects, and More.
MedlinePlus. Diakses pada 2026. Quetiapine: MedlinePlus Drug Information.
FAQ
1. Apakah quetiapine bisa digunakan untuk mengatasi susah tidur (insomnia)?
Meskipun quetiapine memiliki efek sedasi (mengantuk), secara medis obat ini bukan obat tidur lini pertama. Dokter mungkin meresepkannya untuk insomnia hanya jika pasien memiliki kondisi penyerta gangguan mental tertentu, namun penggunaan “off-label” untuk tidur saja sangat dibatasi.
2. Berapa lama quetiapine mulai menunjukkan hasil?
Setiap individu berbeda, namun biasanya perbaikan gejala awal seperti perbaikan pola tidur atau penurunan kecemasan terlihat dalam 1-2 minggu. Untuk efek penuh terhadap halusinasi atau stabilisasi mood, mungkin diperlukan waktu 4-6 minggu.
3. Apakah quetiapine menyebabkan ketergantungan?
Quetiapine tidak dianggap sebagai obat yang menyebabkan adiksi atau “ketagihan” seperti narkotika. Namun, tubuh dapat beradaptasi dengan kehadiran obat, sehingga penghentian mendadak dapat menyebabkan efek putus obat.
4. Bolehkah ibu hamil mengonsumsi quetiapine?
Penggunaan pada ibu hamil hanya diperbolehkan jika manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya terhadap janin. Konsultasikan secara mendalam dengan psikiater dan dokter kandungan jika kamu sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



