Ad Placeholder Image

Quetiapine: Kegunaan, Cara Kerja, Efek Samping, dan Hal yang Perlu Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 25 Maret 2026

Quetiapine Bikin Ngantuk? Pahami Cara Kerjanya

Quetiapine: Kegunaan, Cara Kerja, Efek Samping, dan Hal yang Perlu DiketahuiQuetiapine: Kegunaan, Cara Kerja, Efek Samping, dan Hal yang Perlu Diketahui

Quetiapine adalah obat yang termasuk dalam golongan antipsikotik atipikal. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan pada kondisi tertentu dapat digunakan sebagai bagian dari terapi depresi mayor sesuai pertimbangan dokter.

Sebagian orang mengenal quetiapine sebagai obat yang dapat menyebabkan kantuk. Hal ini membuat tidak sedikit orang mengira quetiapine merupakan obat penenang atau obat tidur. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Quetiapine bukanlah obat penenang seperti benzodiazepin. Efek mengantuk yang ditimbulkan merupakan salah satu efek farmakologis obat ini, bukan tujuan utama penggunaannya. Karena termasuk obat keras, quetiapine hanya boleh digunakan berdasarkan resep dan pengawasan dokter.

Quetiapine Merupakan Obat Antipsikotik

Quetiapine bekerja pada sistem saraf pusat untuk membantu menyeimbangkan aktivitas zat kimia (neurotransmiter) di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati, emosi, dan proses berpikir.

Di Indonesia, quetiapine digunakan sebagai terapi pada beberapa kondisi, antara lain:

  • Skizofrenia.
  • Gangguan bipolar, baik fase mania maupun depresi.
  • Terapi tambahan pada depresi mayor dalam kondisi tertentu sesuai penilaian dokter.

Karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat, penggunaan quetiapine harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Dokter akan menentukan dosis, lama penggunaan, serta melakukan pemantauan selama terapi.

Bagaimana Cara Kerja Quetiapine?

Quetiapine bekerja dengan memengaruhi beberapa reseptor neurotransmiter di otak, terutama reseptor dopamin (D₂) dan serotonin (5-HT₂A). Mekanisme ini membantu mengurangi gejala psikosis sekaligus menstabilkan suasana hati pada pasien dengan gangguan mental tertentu.

Selain itu, quetiapine juga memengaruhi reseptor histamin (H₁) dan alfa-adrenergik. Aktivitas pada reseptor histamin inilah yang menyebabkan sebagian pengguna merasa mengantuk setelah mengonsumsi obat ini.

Meski demikian, efek kantuk bukan berarti quetiapine ditujukan sebagai obat tidur. Penggunaan obat ini tetap harus berdasarkan indikasi medis yang ditetapkan dokter.

Mengapa Quetiapine Dapat Menyebabkan Kantuk?

Rasa kantuk merupakan salah satu efek samping yang cukup sering terjadi pada penggunaan quetiapine, terutama pada awal pengobatan atau ketika dokter menyesuaikan dosis.

Efek ini terjadi karena quetiapine memengaruhi reseptor histamin di otak, yaitu reseptor yang juga berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun.

Pada sebagian pasien, efek mengantuk akan berkurang setelah tubuh mulai beradaptasi terhadap pengobatan. Namun, pada sebagian lainnya, rasa kantuk masih dapat dirasakan selama menjalani terapi.

Karena dapat menyebabkan kantuk, pasien sebaiknya menghindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi sampai mengetahui bagaimana tubuh merespons obat ini.

Efek Samping Quetiapine

Seperti obat lainnya, quetiapine juga dapat menimbulkan efek samping. Tidak semua orang akan mengalaminya, tetapi penting untuk mengenali gejalanya.

Efek samping yang cukup sering dilaporkan antara lain:

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Sembelit.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Berat badan bertambah.

Pada penggunaan jangka panjang, dokter juga akan memantau kemungkinan perubahan metabolisme, seperti peningkatan kadar gula darah, kolesterol, atau trigliserida.

Dalam kasus yang jarang terjadi, quetiapine juga dapat menyebabkan efek samping serius, seperti gangguan irama jantung, gerakan tubuh yang tidak terkendali, atau reaksi alergi berat. Segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi obat ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Quetiapine

Karena termasuk obat keras, quetiapine tidak boleh digunakan tanpa resep dokter ataupun dipinjam dari orang lain meskipun memiliki keluhan yang mirip.

Sebelum meresepkan quetiapine, dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Riwayat penyakit jantung.
  • Diabetes atau kadar gula darah tinggi.
  • Penyakit hati.
  • Riwayat kejang.
  • Riwayat glaukoma.
  • Obat lain yang sedang dikonsumsi.

Selain itu, jangan menghentikan penggunaan quetiapine secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penghentian mendadak dapat menyebabkan munculnya gejala putus obat atau kekambuhan penyakit yang sedang ditangani.

Bagaimana Jika Mengalami Gangguan Tidur?

Gangguan tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kecemasan, gangguan kesehatan mental, hingga penyakit tertentu.

Jika mengalami insomnia yang berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Dokter akan mencari penyebabnya terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan yang paling sesuai.

Selain pengobatan bila memang diperlukan, dokter juga dapat menyarankan perubahan gaya hidup untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, seperti:

  • Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Menghindari penggunaan ponsel atau perangkat elektronik sebelum tidur.
  • Membatasi konsumsi kafein pada sore dan malam hari.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan gelap.

Pendekatan tersebut sering kali menjadi langkah awal dalam mengatasi gangguan tidur, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila:

  • Gangguan tidur berlangsung lebih dari beberapa minggu.
  • Mengalami kantuk berlebihan yang mengganggu aktivitas.
  • Muncul efek samping setelah mengonsumsi quetiapine.
  • Timbul perubahan suasana hati yang drastis, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau gejala psikosis.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah pengobatan perlu disesuaikan atau diperlukan penanganan lainnya.

Kesimpulan

Quetiapine merupakan obat antipsikotik yang digunakan untuk menangani gangguan kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia dan gangguan bipolar. Meskipun dapat menyebabkan rasa kantuk sebagai salah satu efek sampingnya, quetiapine bukanlah obat penenang maupun obat tidur yang dapat digunakan secara bebas.

Karena termasuk obat keras, penggunaan quetiapine harus sesuai dengan resep dan pengawasan dokter. Jika mengalami gangguan tidur atau memiliki pertanyaan mengenai penggunaan obat ini, jangan mengubah dosis atau menggunakannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.