Ad Placeholder Image

Rabun Dekat: Minus Atau Plus? Ini Jawabannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Rabun Dekat: Minus atau Plus? Ini Jawabannya!

Rabun Dekat: Minus Atau Plus? Ini Jawabannya!Rabun Dekat: Minus Atau Plus? Ini Jawabannya!

Mungkin Kamu pernah bertanya-tanya, rabun dekat itu disebut minus atau plus? Istilah ini seringkali membingungkan, terutama bagi yang baru pertama kali mengalami gangguan penglihatan. Mari kita bahas tuntas mengenai rabun dekat dan istilah yang tepat untuk mendeskripsikannya.

Definisi Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat, dalam dunia medis dikenal sebagai hipermetropi, adalah kondisi mata yang menyebabkan penglihatan kabur saat melihat objek dari jarak dekat. Sementara itu, objek yang jauh justru terlihat lebih jelas. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata fokus di belakang retina, bukan tepat di atasnya.

Berbeda dengan miopia (rabun jauh) di mana cahaya fokus di depan retina, hipermetropi menyebabkan kesulitan melihat detail pada objek yang dekat. Seringkali, orang dengan rabun dekat harus menjauhkan buku atau ponsel agar tulisannya terlihat lebih jelas.

Rabun Dekat Disebut Minus atau Plus?

Jawabannya, rabun dekat disebut sebagai mata plus (+). Lensa yang digunakan untuk mengoreksi rabun dekat adalah lensa cembung atau lensa positif (+). Lensa ini membantu memfokuskan cahaya tepat di retina, sehingga objek dekat dapat terlihat lebih jelas.

Sebaliknya, rabun jauh (miopia) disebut sebagai mata minus (-). Lensa yang digunakan untuk mengoreksi rabun jauh adalah lensa cekung atau lensa negatif (-).

Gejala Rabun Dekat (Hipermetropi)

Beberapa gejala umum yang mungkin dialami penderita rabun dekat antara lain:

  • Penglihatan kabur saat melihat objek dekat.
  • Mata terasa tegang atau lelah setelah membaca atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus jarak dekat.
  • Sering memicingkan mata untuk melihat lebih jelas.
  • Sakit kepala, terutama setelah melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus visual dalam waktu lama.

Penyebab Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Bola mata yang terlalu pendek, menyebabkan cahaya fokus di belakang retina.
  • Kornea yang terlalu datar, sehingga tidak cukup membiaskan cahaya ke retina.
  • Lensa mata yang tidak dapat memfokuskan cahaya dengan tepat.
  • Faktor genetik atau keturunan juga dapat berperan dalam menyebabkan rabun dekat.

Pada beberapa kasus, rabun dekat dapat terjadi sejak lahir. Namun, ada juga yang baru mengalaminya saat dewasa.

Pengobatan Rabun Dekat (Hipermetropi)

Koreksi rabun dekat bertujuan untuk memfokuskan cahaya tepat di retina. Beberapa metode koreksi yang umum dilakukan adalah:

  • Kacamata: Menggunakan lensa cembung (+) untuk membantu memfokuskan cahaya.
  • Lensa kontak: Alternatif pengganti kacamata dengan fungsi yang sama.
  • Operasi Lasik: Prosedur bedah refraktif untuk mengubah bentuk kornea secara permanen, sehingga cahaya dapat fokus dengan tepat di retina.

Konsultasikan dengan dokter mata untuk menentukan metode koreksi yang paling sesuai dengan kondisi mata Kamu.

Pencegahan Rabun Dekat (Hipermetropi)

Meskipun tidak semua penyebab rabun dekat dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:

  • Rutin memeriksakan mata ke dokter mata, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan gangguan penglihatan.
  • Istirahatkan mata secara berkala saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus jarak dekat.
  • Pastikan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan nutrisi penting untuk kesehatan mata, seperti vitamin A, C, dan E, serta lutein dan zeaxanthin.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan mata ke dokter jika Kamu mengalami gejala rabun dekat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata secara rutin penting untuk mendeteksi masalah penglihatan sejak dini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Jika Kamu mengalami masalah penglihatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata di Halodoc. Dengan penanganan yang tepat, kualitas penglihatan dapat ditingkatkan dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih nyaman.