
Ragu Produk Aman atau Tidak? Begini Cara Cek BPOM Skincare Secara Online
“Cek BPOM skincare bisa dilakukan secara online melalui website resmi BPOM atau aplikasi BPOM.”

DAFTAR ISI
- Pentingnya Izin BPOM pada Produk Kosmetik
- Bahaya Bahan Kimia dalam Kosmetik Tanpa Izin
- Cara Cek BPOM Skincare secara Online
- Mengenal Kode Registrasi BPOM untuk Kosmetik
- Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Kulit?
- Studi Terkait Keamanan Kosmetik
- FAQ
Tren kecantikan di Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari skincare lokal hingga produk impor, pilihan konsumen kini sangat beragam. Namun, di balik maraknya produk kecantikan ini, terselip risiko besar berupa peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya. Sebagai konsumen yang cerdas, kamu harus memastikan bahwa setiap produk yang menyentuh kulitmu telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BPOM memiliki peran krusial dalam mengawasi setiap produk kosmetik yang beredar di Indonesia. Proses registrasi yang ketat memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam produk tersebut aman untuk digunakan dalam jangka panjang dan tidak mengandung zat karsinogenik atau toksik. Sayangnya, masih banyak produk “abal-abal” yang mencatut nomor BPOM palsu atau bahkan tidak memilikinya sama sekali, namun tetap dijual bebas di e-commerce atau pasar tradisional.
Penting bagi kamu untuk mengetahui cara memverifikasi keaslian sebuah produk secara mandiri. Langkah ini bukan sekadar mengikuti aturan, melainkan bentuk perlindungan diri terhadap risiko kerusakan kulit permanen, kegagalan organ, hingga risiko kanker. Dengan kemudahan teknologi saat ini, pengecekan izin edar kosmetik bisa dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui ponsel pintar.
Nah, mau tahu apa saja tips dan cara cek BPOM kosmetik yang praktis serta mengapa hal ini sangat krusial bagi kesehatanmu? Berikut ulasannya!
Pentingnya Izin BPOM pada Produk Kosmetik
Izin BPOM bukan sekadar label formalitas. Di dalam dunia farmasi dan dermatologi, nomor registrasi BPOM adalah bukti bahwa suatu produk telah melewati uji toksisitas, uji stabilitas, dan verifikasi klaim. Produsen kosmetik wajib melaporkan setiap bahan yang terkandung di dalamnya. Jika suatu bahan dianggap melampaui batas aman, BPOM tidak akan mengeluarkan izin edar bagi produk tersebut.
Selain keamanan bahan, BPOM juga mengawasi cara produksi kosmetik yang baik (CPKB). Hal ini menjamin bahwa produk diproduksi dalam lingkungan yang higienis, bebas kontaminasi bakteri atau jamur yang dapat merusak kualitas produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Membeli produk yang terdaftar di BPOM memberikan rasa tenang karena ada lembaga resmi yang bertanggung jawab atas keamanan produk tersebut.
Bahaya Bahan Kimia dalam Kosmetik Tanpa Izin
Banyak kosmetik ilegal menjanjikan hasil instan, seperti kulit putih dalam hitungan hari atau jerawat yang hilang seketika. Namun, hasil instan ini seringkali didapat dari penggunaan bahan berbahaya seperti:
- Merkuri: Logam berat yang sangat toksik. Merkuri dapat merusak lapisan kulit, menyebabkan bintik hitam, hingga merusak sistem saraf dan ginjal jika terserap ke dalam aliran darah.
- Hidrokuinon (tanpa pengawasan): Meski digunakan dalam pengobatan medis, penggunaan hidrokuinon dosis tinggi tanpa resep dokter dapat menyebabkan ochronosis atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan yang permanen.
- Steroid: Sering disalahgunakan untuk memutihkan kulit secara cepat, namun penggunaan steroid jangka panjang dapat menyebabkan penipisan kulit (atrofi), munculnya stretch marks di wajah, dan pelebaran pembuluh darah (telangiektasis).
- Pewarna Karsinogenik: Beberapa pewarna tekstil (seperti Rhodamin B) sering ditemukan pada lipstik atau blush on murah yang dapat memicu kanker.
Tanda Produk Kosmetik Mencurigakan
- Bau logam yang tajam atau wangi parfum yang sangat menyengat untuk menutupi bau bahan kimia.
- Warna krim yang mencolok (biasanya kuning terang atau putih mengkilap).
- Tekstur lengket dan tidak menyatu (terpisah antara minyak dan krim).
- Tidak mencantumkan komposisi bahan dan nama produsen dengan jelas pada kemasan.
Cara Cek BPOM Skincare secara Online
Melakukan pengecekan mandiri sangatlah mudah. Kamu bisa menggunakan dua cara utama yang disediakan oleh BPOM:
1. Melalui Situs Web Resmi BPOM
Kamu bisa mengunjungi situs cekbpom.pom.go.id. Di sana, kamu dapat mencari produk berdasarkan nomor registrasi, nama produk, nama merek, atau nama pendaftar/produsen. Masukkan salah satu data tersebut pada kolom pencarian, dan sistem akan menampilkan informasi lengkap mulai dari tanggal terbit izin hingga masa berlakunya.
2. Menggunakan Aplikasi BPOM Mobile
Aplikasi ini sangat berguna saat kamu sedang berbelanja langsung di toko. Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi “BPOM Mobile” di Play Store atau App Store. Gunakan fitur Scan QR Code atau masukkan nomor registrasi yang tertera di kemasan. Jika produk asli, aplikasi akan menampilkan detail produk tersebut secara otomatis.
Mengenal Kode Registrasi BPOM untuk Kosmetik
Pernahkah kamu memperhatikan kode pada kemasan skincare? Untuk kategori kosmetik, kode registrasi biasanya diawali dengan huruf “N” yang diikuti dengan satu huruf lain yang menunjukkan wilayah asal produk, yaitu:
- NA: Produk kosmetik dari Asia (termasuk produk lokal Indonesia).
- NB: Produk kosmetik dari Australia.
- NC: Produk kosmetik dari Eropa.
- ND: Produk kosmetik dari Afrika.
- NE: Produk kosmetik dari Amerika.
Setelah dua huruf tersebut, akan diikuti oleh 11 digit angka. Jika kode yang kamu temukan tidak mengikuti format ini atau tidak ditemukan saat dicek online, kamu patut waspada.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Kulit?
Membeli produk yang sudah BPOM adalah langkah pencegahan awal. Namun, reaksi alergi atau ketidakcocokan produk bisa tetap terjadi karena kondisi kulit setiap orang berbeda. Kamu disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc jika mengalami gejala berikut setelah menggunakan produk kosmetik:
- Kulit terasa panas, perih, atau gatal yang luar biasa.
- Muncul kemerahan atau ruam yang tidak kunjung hilang.
- Kulit mengelupas secara ekstrem disertai luka.
- Muncul jerawat meradang secara masif di area yang sebelumnya bersih.
Untuk kebutuhan perawatan harian, pastikan kamu selalu mendapatkan produk kesehatan dan kecantikan dari sumber yang terpercaya untuk menghindari pemalsuan barang meskipun merek tersebut sudah terdaftar BPOM.
Studi Mengenai Keamanan Kosmetik
Environmental Health Perspectives menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa paparan terus-menerus terhadap bahan kimia pengganggu endokrin (seperti ftalat dan paraben yang melampaui batas) dalam produk perawatan pribadi dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan metabolisme manusia.
Penelitian ini menekankan pentingnya regulasi ketat seperti yang dilakukan oleh badan pengawas nasional (seperti BPOM di Indonesia) untuk membatasi konsentrasi bahan-bahan tertentu agar tetap berada dalam ambang batas aman bagi penggunaan manusia jangka panjang.
Sebagai kesimpulan, pastikan kamu selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk apa pun. Jangan tergiur dengan harga murah atau testimoni berlebihan tanpa ada jaminan keamanan dari pihak berwenang.
Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kulitmu akibat penggunaan produk tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Penanganan yang cepat dapat mencegah kerusakan kulit yang lebih parah.
Punya Masalah Kulit Akibat Kosmetik tapi Bingung Harus Tanya ke Siapa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu mengalami iritasi kulit atau ingin tahu lebih banyak tentang keamanan suatu bahan skincare, tapi bingung harus mulai bertanya dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Cara Cek Produk BPOM Online.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mercury in Skin Lightening Products.
Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Diakses pada 2026. Common Allergens in Cosmetics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Contact Dermatitis: Symptoms and Causes.
FAQ
1. Apakah semua kosmetik harus punya nomor BPOM?
Ya, sesuai regulasi di Indonesia, setiap kosmetik yang diproduksi secara massal dan dijual bebas wajib memiliki izin edar dari BPOM untuk menjamin keamanannya bagi konsumen.
2. Bagaimana jika produk luar negeri tidak ada BPOM-nya?
Jika produk impor tersebut dijual secara resmi melalui distributor di Indonesia, produk tersebut wajib didaftarkan ke BPOM. Jika kamu membeli lewat jasa titip (jastip), risiko keamanan bahan sepenuhnya berada di tangan pembeli karena tidak melewati pengawasan lokal.
3. Apakah nomor BPOM bisa dipalsukan?
Sangat mungkin. Oleh karena itu, jangan hanya melihat nomor yang tertera di kemasan, tetapi selalu lakukan verifikasi ulang melalui situs cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile.
4. Apakah produk berbahan alami/organik bebas dari izin BPOM?
Tidak. Meskipun menggunakan bahan alami, produk kecantikan tetap harus didaftarkan agar BPOM bisa memverifikasi bahwa bahan alami tersebut tidak terkontaminasi mikroba berbahaya dan proses produksinya higienis.


