Ad Placeholder Image

Rahang Bawah Maju: Apa dan Solusinya?

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Rahang bawah maju (underbite) dapat memengaruhi fungsi mengunyah, bicara, hingga penampilan.

Rahang Bawah Maju: Apa dan Solusinya?Rahang Bawah Maju: Apa dan Solusinya?

DAFTAR ISI


Gigi underbite, atau dalam istilah medis disebut sebagai maloklusi kelas III, adalah kondisi di mana gigi bawah dan rahang bawah menonjol melampaui gigi depan atas. Kondisi ini sering kali memberikan tampilan dagu yang terlalu maju atau “cameuh” dalam istilah lokal. Meskipun banyak yang menganggapnya hanya sebagai masalah estetika, underbite sebenarnya merupakan kondisi struktural yang dapat memengaruhi fungsi dasar mulut, mulai dari cara mengunyah, berbicara, hingga kesehatan sendi rahang.

Memahami kondisi ini sangat penting karena rahang yang tidak selaras dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang yang lebih serius. Tanpa penanganan yang tepat, tekanan yang tidak merata pada gigi dapat menyebabkan kerusakan enamel, penyakit gusi, hingga gangguan pada sendi temporomandibular (TMJ) yang sering kali menimbulkan rasa nyeri kronis di area wajah dan kepala.

Penanganan gigi underbite biasanya memerlukan intervensi dari dokter gigi spesialis ortodonti atau bedah mulut. Karena kondisi ini melibatkan struktur tulang rahang dan posisi gigi yang kompleks, pendekatan medis yang komprehensif sangat diperlukan. Bagi kamu yang ingin mendapatkan diagnosis awal, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk menentukan langkah perawatan yang paling sesuai dengan kondisi rahang kamu.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai penyebab, dampak, hingga prosedur medis yang efektif untuk mengatasi kondisi ini? Berikut ulasannya!

Apa itu Gigi Underbite (Maloklusi Kelas III)?

Secara anatomis, pada gigitan yang normal, gigi depan atas harus sedikit menutupi gigi depan bawah saat mulut dalam keadaan tertutup. Namun, pada pengidap underbite, posisi ini terbalik. Rahang bawah tumbuh lebih maju (prognatisme mandibula) atau rahang atas tumbuh kurang berkembang (hipoplasia maksila), sehingga gigi bawah berada di depan gigi atas.

Kondisi ini terbagi menjadi dua kategori utama:

  • Underbite Dental: Terjadi karena posisi gigi yang miring ke depan, meskipun struktur rahangnya sebenarnya normal.
  • Underbite Skeletal: Terjadi karena perbedaan ukuran atau posisi tulang rahang itu sendiri. Kondisi ini biasanya lebih sulit ditangani hanya dengan behel biasa dan sering kali memerlukan tindakan bedah.

Penyebab Utama Gigi Underbite

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya rahang bawah yang lebih maju dibandingkan rahang atas:

1. Faktor Genetika

Sebagian besar kasus underbite bersifat keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki struktur rahang yang menonjol, ada kemungkinan besar anak akan mewarisi bentuk wajah yang sama. Genetika menentukan ukuran tulang rahang dan posisi benih gigi sejak dalam kandungan.

2. Kebiasaan Masa Kecil yang Buruk

Beberapa kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus saat masa pertumbuhan anak dapat memengaruhi perkembangan rahang, antara lain:

  • Mengisap jempol (thumb sucking) dalam jangka waktu lama.
  • Penggunaan dot (pacifier) setelah usia 3 tahun.
  • Kebiasaan menjulurkan lidah ke arah gigi depan bawah (tongue thrusting).
  • Bernapas melalui mulut secara kronis, yang sering dikaitkan dengan pembesaran amandel atau polip hidung.

3. Cedera pada Wajah

Cedera berat pada tulang rahang akibat kecelakaan dapat menyebabkan pergeseran posisi tulang. Jika tulang rahang patah dan tidak sembuh dalam posisi yang simetris, risiko terjadinya maloklusi atau underbite sangat tinggi.

Tanda-Tanda Kamu Mengalami Underbite
  1. Dagu terlihat sangat menonjol dari profil samping.
  2. Kesulitan saat menggigit makanan dengan gigi depan.
  3. Suara cadel atau kesulitan melafalkan huruf tertentu (seperti ‘s’ atau ‘f’).
  4. Nyeri pada area rahang (TMJ) terutama saat membuka mulut lebar.

Dampak Kesehatan Akibat Gigi Underbite

Jangan menganggap remeh kondisi rahang yang tidak selaras. Underbite yang tidak dikoreksi dapat menimbulkan komplikasi berikut:

1. Masalah Pencernaan

Karena gigi atas dan bawah tidak bertemu dengan sempurna, proses penghancuran makanan menjadi tidak maksimal. Makanan yang masuk ke lambung dalam potongan yang masih besar dapat memperberat kerja sistem pencernaan dan menyebabkan masalah seperti kembung atau gangguan penyerapan nutrisi.

2. Kerusakan Gigi Prematur

Gigi yang tidak sejajar menyebabkan beban kunyah terkonsentrasi pada gigi tertentu saja. Hal ini mengakibatkan enamel gigi lebih cepat terkikis, gigi mudah retak, dan meningkatnya risiko karies (gigi berlubang) karena area tertentu menjadi sangat sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa.

3. Sleep Apnea

Beberapa studi menunjukkan bahwa struktur rahang yang tidak normal, terutama rahang atas yang sempit atau rahang bawah yang terlalu maju, dapat memengaruhi saluran napas. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan tidur seperti mendengkur keras hingga henti napas saat tidur (sleep apnea).

Cara Mengatasi Gigi Underbite Secara Medis

Penanganan underbite sangat bergantung pada usia pasien dan tingkat keparahan kelainan tulang rahang.

1. Penggunaan Behel (Kawat Gigi)

Untuk kasus yang ringan dan bersifat dental (hanya posisi gigi yang salah), penggunaan kawat gigi konvensional atau *clear aligners* biasanya sudah cukup untuk menarik gigi bawah ke belakang dan mendorong gigi atas ke depan agar terjadi tumpang tindih yang benar.

2. Facemask Orthodontic

Alat ini biasanya digunakan pada anak-anak yang rahangnya masih dalam masa pertumbuhan. Facemask menempel pada dahi dan dagu, lalu dihubungkan dengan karet ke gigi atas untuk menarik rahang atas agar tumbuh lebih maju, mengimbangi rahang bawah.

3. Bedah Rahang (Orthognathic Surgery)

Pada orang dewasa yang memiliki masalah skeletal berat, bedah rahang adalah solusi permanen. Dokter bedah mulut akan memotong sebagian tulang rahang bawah untuk didorong ke belakang atau memajukan tulang rahang atas. Prosedur ini biasanya dikombinasikan dengan penggunaan behel sebelum dan sesudah operasi.

Selama proses perawatan ortodonti, penting bagi kamu untuk menjaga kebersihan mulut agar tidak terjadi radang gusi. Jika kamu membutuhkan produk perawatan gigi pendukung, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan lebih praktis.

Studi Mengenai Gigi Underbite dan Kesehatan Sendi Rahang

The American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa pasien dengan maloklusi kelas III memiliki risiko 3 kali lebih tinggi terkena gangguan sendi temporomandibular (TMJ) dibandingkan mereka dengan gigitan normal.

Studi tersebut mengelaborasi bahwa ketidakseimbangan otot-otot pengunyah akibat posisi rahang yang salah menyebabkan stres mekanis yang berlebihan pada diskus sendi rahang. Hal ini memperkuat bukti bahwa koreksi dini, terutama pada masa kanak-kanak, sangat krusial untuk mencegah degradasi sendi di usia dewasa.

FAQ

1. Apakah underbite bisa sembuh sendiri seiring bertambahnya usia?

Tidak, underbite adalah masalah struktur tulang dan posisi gigi yang tidak akan membaik dengan sendirinya. Justru, tanpa penanganan, kondisi ini sering kali memburuk seiring pertumbuhan tulang rahang yang maksimal di masa remaja.

2. Apakah penggunaan behel saja cukup untuk memperbaiki rahang maju?

Tergantung penyebabnya. Jika masalahnya hanya pada posisi gigi, behel sangat efektif. Namun jika masalahnya ada pada tulang rahang yang terlalu besar atau kecil, behel mungkin hanya memperbaiki estetika gigi tanpa benar-benar menyelaraskan struktur wajah.

3. Berapa lama durasi pemakaian behel untuk memperbaiki underbite?

Rata-rata perawatan membutuhkan waktu 18 hingga 36 bulan. Durasi ini sangat bergantung pada tingkat keparahan kasus dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti instruksi dokter gigi.

4. Apakah operasi rahang untuk underbite berbahaya?

Setiap operasi memiliki risiko, namun bedah ortognatik adalah prosedur yang sangat terencana dan umum dilakukan oleh spesialis bedah mulut. Dengan teknologi digital masa kini, hasil operasi bisa diprediksi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.


Punya Keluhan Gigi atau Bentuk Rahang yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa posisi gigi bawahmu lebih maju dan mulai merasa tidak nyaman saat mengunyah? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Malocclusion (misaligned teeth).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Underbite: Causes, Symptoms and Treatment.
American Association of Orthodontists. Diakses pada 2026. Correcting an Underbite.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Underbite.
Journal of Clinical Medicine. Diakses pada 2026. The Impact of Skeletal Class III Malocclusion on Quality of Life.