Ad Placeholder Image

Rahang Berbunyi: Penyebab, Cara Mengatasi dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Rahang Berbunyi: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Rahang Berbunyi: Penyebab, Cara Mengatasi dan Kapan ke DokterRahang Berbunyi: Penyebab, Cara Mengatasi dan Kapan ke Dokter

Rahang Berbunyi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Rahang berbunyi, baik berupa bunyi klik atau krek, umumnya disebabkan oleh masalah pada sendi temporomandibular (TMJ). Kondisi ini seringkali tidak berbahaya, tetapi penting untuk mengetahui penyebab dan kapan harus mencari pertolongan medis.

Apa Itu Rahang Berbunyi?

Rahang berbunyi adalah kondisi ketika terdengar suara tidak normal dari sendi yang menghubungkan tulang rahang atas dan bawah (TMJ) saat membuka atau menutup mulut, mengunyah, atau berbicara. Bunyi ini bisa berupa klik, krek, atau popping.

Gejala Rahang Berbunyi

Selain bunyi pada rahang, gejala lain yang mungkin menyertai meliputi:

  • Nyeri pada rahang, wajah, atau telinga
  • Kesulitan membuka atau menutup mulut
  • Pembengkakan di sekitar sendi rahang
  • Rahang terasa kaku atau terkunci
  • Sakit kepala atau pusing

Jika rahang berbunyi tidak disertai nyeri atau gejala lain, biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika muncul gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter gigi.

Penyebab Umum Rahang Berbunyi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan rahang berbunyi, di antaranya:

Gangguan Sendi Temporomandibular (TMD)

TMD terjadi ketika ada masalah pada sendi TMJ, otot-otot yang mengendalikan gerakan rahang, atau keduanya. Pergeseran diskus (bantalan) sendi TMJ saat rahang bergerak adalah salah satu penyebab umum TMD.

Bruksisme (Menggertakkan Gigi)

Kebiasaan menggertakkan atau mengepalkan gigi, terutama saat tidur, dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi TMJ dan menyebabkan rahang berbunyi. Stres seringkali menjadi pemicu bruksisme.

Maloklusi

Susunan gigi yang tidak rata atau masalah gigitan (maloklusi) dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada otot rahang dan sendi TMJ, sehingga memicu bunyi pada rahang.

Kebiasaan Buruk

Kebiasaan seperti mengunyah permen karet terlalu sering, menggigit kuku, menopang dagu, atau menelpon dengan menjepit telepon di antara bahu dan telinga dapat memberikan tekanan berlebih pada rahang.

Faktor Lain

Penyebab lain rahang berbunyi meliputi:

  • Stres dan kecemasan
  • Cedera pada rahang atau wajah
  • Arthritis (peradangan pada sendi)

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter gigi jika rahang berbunyi disertai gejala-gejala berikut:

  • Nyeri pada rahang, wajah, atau telinga yang持续性
  • Kesulitan membuka atau menutup mulut secara normal
  • Pembengkakan di sekitar sendi rahang
  • Rahang terasa kaku atau terkunci
  • Perubahan pada gigitan

Cara Mengatasi Sementara (Jika Tidak Nyeri)

Jika rahang berbunyi tidak disertai nyeri, Anda dapat mencoba beberapa cara berikut untuk mengurangi ketegangan pada rahang:

  • Hindari membuka mulut terlalu lebar saat menguap atau tertawa
  • Konsumsi makanan lunak dan hindari makanan keras atau lengket
  • Kelola stres dengan baik melalui meditasi atau relaksasi
  • Kompres hangat atau dingin pada area rahang yang tidak nyaman

Penanganan Medis untuk Rahang Berbunyi

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab rahang berbunyi dan merekomendasikan penanganan yang sesuai. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Pelindung gigi (splint/night guard) untuk mengurangi tekanan pada rahang saat tidur
  • Latihan peregangan rahang untuk meningkatkan fleksibilitas otot
  • Kawat gigi (jika masalahnya adalah maloklusi)
  • Terapi fisik (fisioterapi) untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi rahang
  • Obat anti-nyeri atau pereda otot untuk meredakan nyeri
  • Dalam kasus yang ekstrem, reposisi manual atau operasi mungkin diperlukan

Pencegahan Rahang Berbunyi

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah rahang berbunyi meliputi:

  • Mengelola stres dengan baik
  • Menghindari kebiasaan menggertakkan gigi
  • Memperbaiki susunan gigi yang tidak rata (maloklusi)
  • Menghindari kebiasaan buruk yang memberikan tekanan berlebih pada rahang

Jika Anda mengalami rahang berbunyi yang mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter gigi di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Jangan tunda, karena penanganan dini dapat mencegah masalah yang lebih serius.