Ramai di China, Kenali Tren Bailan dan Dampak Psikologisnya
“Berhenti berjuang untuk kedamaian hati sementara bukanlah solusi. Seberat apapun masalah, sebaik-baiknya yang kamu lakukan adalah tidak menyerah. Sebagai gantinya, ambil jeda sementara untuk kemudian bisa melanjutkan hidup kembali.”

Halodoc, Jakarta – Tekanan hidup, pertumbuhan ekonomi yang lesu, persaingan ketat, dan tuntutan hidup untuk selalu maju membuat budaya bailan menjadi tren di China. Bailan adalah istilah untuk menggambarkan kondisi menyerah terhadap situasi dengan jalan mempercepat kekalahan, supaya kekalahan tidak terlalu telak.
Bailan sendiri sebenarnya adalah sistem koping dari rasa lelah terhadap kehidupan. Hanya saja, apakah menjadi menjadi kaum rebahan dan menerapkan bailan adalah jawaban untuk masalah kehidupan? Dan, spakah berhenti berjuang untuk kedamaian hati adalah solusi satu-satunya yang ada sekarang?
Nah, informasi selengkapnya mengenai bailan dan dampak psikologisnya bisa dibaca di sini!
Penyebab Bailan, Kondisi Menyerah pada Kehidupan
Kehidupan modern, terutama pasca pandemi COVID-19 memang memberikan tekanan kepada orang-orang. Namun, berhenti dari pekerjaan tidak akan pernah menjadi obat untuk semua masalah kesehatan mental yang mendasarinya.
Seharusnya, kamu mengambil jeda jangka pendek dari tekanan kehidupan dapat meningkatkan fokus. Ini bisa sama seperti kamu mengambil cuti beberapa hari saat mengalami burn-out akibat pekerjaan di kantor.
Berhenti bekerja berarti kamu menghilangkan satu tujuan hidup dan ini akan menempatkan kamu mengalami kesulitan baru. Bailan pun jadi semacam “lari dari masalah”, tanpa menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya.
Nah, ada beberapa hal yang memicu orang di era sekarang justru memiliki tingkati stres yang lebih tinggi, yaitu:
1. Keterhubungan Digital
Keterhubungan digital yang terus menerus terjadi di sosial media. Laman-laman internet membuat orang-orang di masa sekarang mengalami kelebihan keterhubungan. Arus informasi dan hiburan yang menderas membuat kamu terpapar informasi lebih dari yang dibutuhkan.
Paparan informasi berlebihan inilah yang memicu ketidakpuasan, membandingkan diri dengan kehidupan orang lain, penempatan standarisasi yang salah, panutan yang salah, dan lain sebagainyal.
2. Mencoba Terlalu Banyak
Mencoba terlalu banyak hal juga dapat memicu stres. Melihat orang di luar sana melakukan ini itu, tren A sampai Z, nyatanya membuat kamu ingin melakukan hal yang sama.
Tidak ingin tertinggal dan ingin sama dengan situasi yang ada atau disebut juga FOMO (Fear of Missing Out) sekarang juga bisa memberikan tekanan tersendiri. Tekanan untuk mempertahankan citra kesempurnaan dan tetap menjadi sesuai dengan tren yang ada akan melelahkan. Namun, itulah yang dijalani orang-orang di masa sekarang.
3. Kehilangan Prioritas
Seiring dengan mencoba melakukan terlalu banyak, orang akan kehilangan prioritas yang menyebabkannya hidup tanpa fokus, tujuan, atau tujuan yang sebenarnya. Hal ini dapat mengakibatkan perasaan kurangnya pencapaian, kelelahan yang meningkat dan beban kerja yang menumpuk.
4. Mekanisme Pelepasan Stres yang Buruk
Stres adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan modern. Sayangnya, kebanyakan orang menggunakan mekanisme pelepasan stres yang buruk. Misalnya dengan minum alkohol, minum kafein atau gula, ataupun makan makanan berlemak. Mekanisme pelepasan stres yang buruk ini dapat membuat orang semakin terjerumus dalam kondisi psikologi yang lebih buruk.
Bailan Bukan Solusi Kesehatan Mental
Pada jangka pendek, bailan memang dapat membuat kamu tidak berkejaran dengan waktu dan seolah hidup membaik. Namun, kelegaan ini hanya bersifat sementara. Pada akhirnya, kamu tetap perlu membiayai hidup, menyelesaikan tanggung jawab, serta hal-hal lainnya.
Mengambil jeda sejenak, tidak terlalu ambisius, bersyukur, dan menjalani hidup dengan legowo adalah langkah yang lebih baik. Jadi, jangan “rebahan” atau menyerah, usahakan untuk tetap menjalani hidup apa adanya.
Apalagi kalau memang lebih dari sekadar kelelahan bekerja dan melakoni tuntutan hidup, bisa jadi ada gangguan kesehatan mental yang harus diselesaikan. Bila ini terjadi, bailan tidak menjadi solusi masalah. Sebaliknya, kamu perlu menyelesaikan masalahmu dengan berkonsultasi dengan profesional medis untuk mendapatkan saran tepat terkait kesehatan mental.
Itulah informasi mengenai bailan sebagai tren yang sedang ramai di China serta dampak psikologisnya. Butuh informasi lebih lengkap mengenai penanganan kesehatan mental? Kamu bisa dapatkan dengan cara download aplikasi Halodoc, ya!


