Advertisement

Ramai Dibahas, Ini Pro dan Kontra Seputar Menunda Menikah

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   22 Desember 2022

“Menikah di usia muda memang sarat akan perdebatan, khususnya kematangan dari sisi mental. Namun, menunda menikah juga tidak sepenuhnya baik karena bagi wanita, kehamilan di atas usia 35 sampai umur 40 tahun dapat meningkatkan risiko masalah kehamilan.”

Ramai Dibahas, Ini Pro dan Kontra Seputar Menunda MenikahRamai Dibahas, Ini Pro dan Kontra Seputar Menunda Menikah

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, media sosial Twitter ramai membahas tentang nasihat dari orang yang sudah menikah terhadap mereka yang masih melajang. Nah, kebanyakan orang yang sudah menikah menyarankan untuk orang yang masih lajang untuk tidak buru-buru menikah. 

Hal ini tentunya membuat banyak netizen saling bertukar argumen terkait alasan untuk tidak buru-buru menikah. Ada yang merasa setuju, ada juga yang merasa tidak setuju. Berdasarkan fenomena di dunia maya ini, sebenarnya memang ada pro dan kontra seputar menunda menikah. 

Pro dan Kontra Seputar Menunda Menikah

Berikut adalah penjelasan mengenai pro dan kontra seputar menunda menikah:

1. Pro Menunda Menikah 

Beberapa budaya menekan masyarakatnya untuk menikah pada usia tertentu. Mereka yang melampaui ini, dianggap memberontak atau dipandang rendah karena belum bisa menikah. Padahal, menikah cepat hanya karena tuntutan konstruksi sosial atau budaya, tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Sebab, ada beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan sebagai pertimbangan, meliputi: 

  • Ketertarikan Hanya pada Seks

Bagi mereka yang saat ini tengah berpacaran dan memutuskan untuk menikah di usia muda, penting untuk mempertimbangkan hal ini. Sebab, pernikahan bukanlah sebatas menjadi ‘teman tidur’ karena menikah berarti berbagi kehidupan bersama. Sebagian orang bisa saja menyesal telah menikah cepat hanya dikarenakan ketertarikan akan nafsu semata, bukan benar-benar perasaan. 

  • Menikah dengan Orang yang Tidak Tepat

Menikah di usia muda memang sarat akan perdebatan, khususnya kematangan dari sisi mental. Nah, pada sebagian kasus, orang yang menikah di usia muda belum benar-benar memiliki pemahaman terkait masa depan yang mereka impikan nantinya. Alhasil, pernikahan dijadikan sebagai sesuatu yang perlu dijalani saja, alih-alih merencanakan hal yang ingin dicapai secara matang. 

Selain itu, anak muda biasanya diklaim tidak cakap memilih pasangan yang benar-benar satu visi, cocok, dan mendukung impian masing-masing. Jika pasangan tidak bisa mencari solusi atas ketidakcocokan yang ada, hal ini tentunya berisiko sebabkan perceraian. 

2. Kontra menunda pernikahan 

Mengutip Liputan6, kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memiliki pandangan berbeda seputar menunda menikah. Terkait cuitan yang sedang ramai dibahas di media sosial, Hasto menyatakan bahwa dirinya tidak sepenuhnya sependapat dengan menunda pernikahan. 

Menurutnya, pernikahan memang harus disiapkan, terapi dirinya tak sepenuhnya sepakat kalau menikah tak harus buru-buru. Apalagi bagi mereka yang sudah berusia di atas usia 30 tahun. Sebab, salah satu aspek yang disorot dirinya adalah usia ideal reproduksi perempuan untuk hamil dan melahirkan. 

Hasto menambahkan kalau kehamilan di atas usia 35 tahun dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Sebab, kehamilan di atas 35 sampai umur 40 tahun dapat meningkatkan risiko kelainan kongenital atau cacat bawaan kromosom pada bayi. Selain itu, kemungkinan bayi lahir prematur dan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah juga semakin besar. Maka, dapat disimpulkan kalau menunda pernikahan untuk perempuan, apalagi yang sudah berusia di atas 30 tahun, merupakan hal yang tidak baik. Terutama bagi perempuan yang memang mendambakan kehadiran seorang anak. 

Bagaimana dengan Pria?

Di sisi lain, menunda pernikahan bagi pria sebenarnya aman-aman saja, karena pria yang berusia di atas usia 40 tahun tidak memiliki masalah biologis dalam aspek pembuahan. Lantaran kualitas sperma pada usia 40-an tahun juga akan tetap baik. 

Itulah penjelasan mengenai pro dan kontra menunda pernikahan. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar usia ideal menikah atau mengalami keluhan medis, segeralah hubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Liputan 6. Diakses pada 2022. Ramai Dibahas Warganet Soal Wejangan agar Tidak Buru-Buru Nikah, Kepala BKKBN Angkat Bicara. 
Marriage. Diakses pada 2022. 10 Signs You’re Rushing Into Marriage and Reasons Why You Shouldn’t. 
Times of India. Diakses pada 2022. Why marrying late is better than marrying the wrong person early. 
Kompas. Diakses pada 2022. 15 Penyesalan Terbesar akibat Nikah Muda. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pregnancy after 35: Healthy pregnancies, healthy babies.