Ad Placeholder Image

Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebab dan Solusi

Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya!Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya!

Rasa nyeri saat buang air kecil, atau dikenal dengan istilah medis disuria, merupakan sensasi tidak nyaman berupa rasa perih, terbakar, atau sakit yang muncul selama atau setelah proses berkemih. Kondisi ini sering kali menjadi tanda adanya masalah pada saluran kemih atau organ terkait lainnya. Disuria dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita.

Apa itu Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil (Disuria)?

Disuria merujuk pada rasa sakit, tidak nyaman, atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Sensasi ini dapat dirasakan di saluran kemih, kandung kemih, atau area genital. Nyeri dapat muncul di awal proses berkemih, selama proses berlangsung, atau setelahnya. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan sebuah gejala dari suatu kondisi medis yang memerlukan perhatian.

Gejala yang Menyertai Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Selain rasa sakit atau perih, disuria seringkali disertai gejala lain yang dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya. Gejala penyerta ini bervariasi tergantung pada kondisi yang mendasarinya.

  • Sering ingin pipis atau dorongan buang air kecil yang mendesak.
  • Anyang-anyangan, yaitu perasaan ingin buang air kecil tetapi hanya sedikit urine yang keluar.
  • Urine keruh atau berbau menyengat.
  • Urine bercampur darah.
  • Demam, menggigil, atau nyeri di punggung bagian bawah.
  • Keluar cairan tidak biasa dari vagina atau penis.
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.

Penyebab Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Banyak kondisi medis yang dapat memicu timbulnya disuria. Memahami penyebabnya penting untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyebab paling umum dari disuria, terutama pada wanita. ISK terjadi ketika bakteri, seperti Escherichia coli (E. coli), masuk ke saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak. Kebersihan yang kurang baik menjadi faktor risiko utama.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa Infeksi Menular Seksual (IMS) juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil. IMS seperti klamidia, gonore, dan herpes genital dapat mengiritasi uretra, menyebabkan peradangan dan nyeri saat berkemih.

Batu Ginjal

Batu ginjal yang bergerak melalui saluran kemih dapat menyebabkan rasa nyeri yang tajam dan menusuk. Jika batu tersebut tersangkut di ureter, saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih, rasa nyeri saat buang air kecil dapat muncul.

Prostatitis

Pada pria, peradangan kelenjar prostat atau prostatitis dapat menyebabkan disuria. Kelenjar prostat yang meradang dapat menekan uretra, menyebabkan kesulitan dan nyeri saat buang air kecil. Prostatitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau kondisi non-infeksi.

Iritasi Non-Infeksi

Iritasi pada area genital atau uretra tanpa adanya infeksi juga dapat menyebabkan disuria. Contohnya meliputi:

  • Penggunaan sabun, produk pembersih kewanitaan, atau semprotan genital yang mengandung bahan kimia keras.
  • Aktivitas fisik tertentu seperti bersepeda yang terlalu lama atau intens, dapat menyebabkan gesekan dan iritasi.
  • Alergi terhadap bahan pakaian dalam atau deterjen.

Kondisi Lain

Beberapa kondisi medis lain yang kurang umum seperti sistitis interstitial (sindrom nyeri kandung kemih), vaginitis (peradangan vagina), atau uretritis non-spesifik juga dapat menjadi penyebab disuria.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Penting untuk segera mencari penanganan medis apabila disuria disertai dengan gejala berikut:

  • Demam tinggi atau menggigil.
  • Nyeri hebat di punggung atau samping tubuh.
  • Urine berdarah.
  • Muntah atau mual.
  • Nyeri saat buang air kecil yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Tidak dapat buang air kecil sama sekali.

Gejala-gejala tersebut bisa menandakan infeksi yang lebih serius atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan dokter segera.

Pengobatan Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Pengobatan untuk disuria sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Setelah diagnosis ditegakkan oleh dokter, rencana pengobatan akan disesuaikan.

  • Antibiotik: Jika disuria disebabkan oleh ISK atau IMS bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai petunjuk hingga habis.
  • Obat Antiviral: Untuk disuria yang disebabkan oleh IMS virus seperti herpes, obat antiviral dapat diresepkan untuk mengelola gejala dan mencegah kekambuhan.
  • Obat Pereda Nyeri: Dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas atau meresepkan obat yang lebih kuat untuk mengurangi ketidaknyamanan selama pengobatan.
  • Perubahan Gaya Hidup: Untuk kasus iritasi non-infeksi, dokter mungkin menyarankan perubahan dalam penggunaan produk kebersihan atau modifikasi aktivitas tertentu.

Pencegahan Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Meskipun tidak semua penyebab disuria dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko munculnya kondisi ini.

  • Jaga Kebersihan Area Genital: Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri masuk ke uretra, terutama pada wanita.
  • Minum Air Putih Cukup: Konsumsi air putih yang cukup membantu membilas bakteri dari saluran kemih.
  • Hindari Produk Iritan: Batasi penggunaan sabun wangi, semprotan kewanitaan, atau produk lain yang dapat mengiritasi area genital.
  • Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks: Hal ini dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra selama aktivitas seksual.
  • Pilih Pakaian Dalam yang Tepat: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar untuk menjaga area genital tetap kering dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Kesimpulan

Rasa nyeri saat buang air kecil merupakan gejala yang tidak boleh diabaikan. Meskipun sering kali disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih yang dapat diobati, disuria juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis lain yang lebih serius. Penting untuk mencari evaluasi medis yang tepat untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang sesuai. Apabila mengalami rasa nyeri saat buang air kecil atau gejala penyerta lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang terpercaya dan penanganan yang cepat.