Ad Placeholder Image

Recofol: Fungsi, Dosis, Efek Samping Obat Anestesi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Recofol: Fungsi, Dosis, Efek Samping Obat Anestesi

Recofol: Fungsi, Dosis, Efek Samping Obat AnestesiRecofol: Fungsi, Dosis, Efek Samping Obat Anestesi

Recofol: Informasi Lengkap Seputar Obat Anestesi

Recofol adalah obat anestesi umum yang digunakan untuk menginduksi dan memelihara kondisi tidak sadar selama prosedur operasi. Selain itu, obat ini juga dimanfaatkan sebagai sedasi di ruang ICU. Obat ini mengandung zat aktif Propofol dan bekerja dengan cepat menurunkan aktivitas otak dan sistem saraf. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Recofol, termasuk fungsi, penggunaan, dosis, dan efek sampingnya.

Apa Itu Recofol?

Recofol adalah obat anestesi intravena yang mengandung Propofol. Obat ini digunakan untuk:

  • Induksi anestesi (memulai kondisi tidak sadar).
  • Pemeliharaan anestesi umum selama operasi.
  • Sedasi pada pasien yang menggunakan ventilator di ICU.

Bagaimana Recofol Bekerja?

Recofol bekerja dengan cara memengaruhi aktivitas otak dan sistem saraf pusat. Propofol, sebagai zat aktif dalam Recofol, akan menurunkan aktivitas otak, sehingga pasien menjadi tidak sadar dan tidak merasakan sakit selama prosedur medis berlangsung. Efek ini terjadi dengan cepat setelah obat disuntikkan.

Sediaan dan Dosis Recofol

Recofol tersedia dalam bentuk sediaan injeksi, yaitu ampul atau vial. Biasanya, sediaan yang tersedia adalah Propofol 10 mg/mL atau 200 mg/20 mL.

Dosis Recofol akan ditentukan oleh dokter anestesi berdasarkan beberapa faktor, seperti:

  • Berat badan pasien
  • Usia pasien
  • Kondisi medis pasien
  • Jenis prosedur yang akan dilakukan

Sebagai contoh, untuk induksi anestesi pada orang dewasa, dosis yang umum digunakan adalah 1.5 – 2.5 mg/kg berat badan. Penting untuk diingat bahwa Recofol hanya boleh diberikan oleh tenaga medis terlatih di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memadai.

Penggunaan Recofol

Recofol digunakan dalam berbagai situasi medis, di antaranya:

  • Prosedur operasi yang memerlukan anestesi umum.
  • Sedasi pada pasien yang dirawat di ICU dan membutuhkan bantuan ventilator.
  • Induksi anestesi cepat, terutama dengan varian Recofol N.

Peringatan dan Kontraindikasi Recofol

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Recofol:

  • Recofol tidak disarankan untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun.
  • Jangan gunakan Recofol jika Anda memiliki alergi terhadap Propofol, telur, kacang kedelai, atau produk turunannya.
  • Informasikan kepada dokter tentang semua kondisi medis yang Anda miliki, termasuk alergi dan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Efek Samping Recofol

Penggunaan Recofol dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain:

  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Apnea (henti napas sementara)
  • Nyeri di tempat suntikan
  • Mual dan muntah

Efek samping lain mungkin terjadi. Jika Anda mengalami efek samping yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat Recofol

Recofol dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, yang dapat memengaruhi efektivitas atau meningkatkan risiko efek samping. Beri tahu dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal.

Pertanyaan Umum Seputar Recofol

Apakah Recofol aman?

Recofol aman digunakan jika diberikan oleh tenaga medis terlatih dan sesuai dengan dosis yang tepat. Namun, seperti semua obat, Recofol dapat menyebabkan efek samping.

Apakah Recofol membuat ketagihan?

Recofol adalah obat yang digunakan dalam pengaturan medis yang terkontrol dan tidak memiliki potensi adiktif jika digunakan sesuai dengan petunjuk dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Recofol adalah obat yang hanya diberikan oleh dokter ahli anestesi atau tenaga medis terlatih di rumah sakit. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan Recofol, konsultasikan dengan dokter Anda. Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.