
Resep dan Cara Membuat Telur Gulung, Jajanan Jadul Favorit Anak
“Telur menjadi salah satu bahan makanan yang bisa kamu olah menjadi berbagai menu dengan rasa yang sangat enak, salah satunya telur gulung. Ketahui cara membuat telur gulung yang enak dan disukai anak-anak.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Jajanan Telur Gulung
- Kandungan Gizi Telur Ayam
- Bahan dan Alat yang Diperlukan
- Langkah-Langkah Membuat Telur Gulung
- Tips Agar Berhasil Menggulung Telur
- Aspek Kesehatan dan Keamanan Konsumsi
- Studi Terkait
- FAQ
Telur gulung merupakan salah satu jajanan legendaris yang selalu berhasil membangkitkan kenangan masa sekolah bagi banyak orang di Indonesia. Kudapan sederhana ini terbuat dari adonan telur yang digoreng dalam minyak panas, lalu digulung menggunakan tusuk sate kayu. Meski terlihat mudah, membuat telur gulung yang sempurna dengan serat-serat yang cantik memerlukan teknik khusus dan komposisi bahan yang tepat.
Membuat telur gulung sendiri di rumah sebenarnya jauh lebih aman dan sehat dibandingkan membelinya di pinggir jalan. Kamu bisa memastikan kualitas telur yang digunakan masih segar, serta minyak goreng yang dipakai bukan minyak yang telah dipanaskan berulang kali (minyak jelantah). Selain itu, kamu juga bisa mengatur kadar garam atau penyedap rasa agar sesuai dengan kebutuhan kesehatan keluarga.
Penting untuk diingat bahwa telur adalah sumber protein berkualitas tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan. Namun, teknik memasak dengan metode deep frying (menggoreng dengan minyak banyak) perlu diperhatikan frekuensinya agar tidak menyebabkan asupan lemak jenuh yang berlebihan. Dengan membuat telur gulung sendiri, kamu memiliki kendali penuh atas kebersihan dan kandungan gizinya.
Nah, mau tahu apa saja tips dan langkah-langkah membuat telur gulung yang antigagal serta sehat untuk camilan keluarga? Berikut ulasannya!
Mengenal Jajanan Telur Gulung
Telur gulung telah lama menjadi primadona di kalangan anak-anak sekolah dasar (SD) di Indonesia. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam, dipadukan dengan saus sambal encer yang khas, membuatnya sulit ditolak. Fenomena telur gulung tidak hanya berhenti pada nostalgia masa kecil, tetapi kini telah naik kelas menjadi jajanan yang sering dijumpai di pusat perbelanjaan maupun festival kuliner.
Secara teknis, telur gulung memanfaatkan prinsip koagulasi protein telur saat terkena panas yang sangat cepat. Adonan telur yang encer disemprotkan ke dalam minyak panas, sehingga membentuk serat-serat halus. Serat inilah yang kemudian “ditangkap” oleh tusuk sate dan digulung hingga membentuk lapisan padat yang gurih.
Kandungan Gizi Telur Ayam
Sebelum masuk ke cara pembuatannya, kamu perlu memahami mengapa telur sering disebut sebagai superfood. Sebutir telur ayam ukuran sedang mengandung protein sekitar 6-7 gram. Protein ini mengandung asam amino esensial lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk membangun jaringan otot, memproduksi hormon, dan memperkuat sistem imun.
Selain protein, telur mengandung kolin yang sangat penting bagi kesehatan otak dan fungsi saraf. Terdapat juga kandungan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium untuk tulang, serta lutein dan zeaxanthin yang berperan menjaga kesehatan mata. Jika kamu ingin memastikan asupan nutrisi harian tercukupi, kamu bisa melengkapinya dengan mengonsumsi produk kesehatan tambahan seperti vitamin yang tersedia di Halodoc.
Bahan dan Alat yang Diperlukan
Untuk membuat telur gulung yang sempurna, kamu tidak butuh banyak bahan. Kuncinya terletak pada perbandingan antara telur dan air. Berikut adalah daftar bahan yang kamu butuhkan:
- 2 butir telur ayam segar (suhu ruang, bukan dari kulkas).
- 4-5 sendok makan air putih (air membantu menciptakan tekstur serat yang halus).
- 1/2 sendok teh kaldu jamur atau kaldu ayam bubuk.
- Sedikit garam dan merica bubuk sesuai selera.
- Minyak goreng secukupnya (pastikan cukup untuk merendam telur).
- Tusuk sate bambu secukupnya.
Alat yang digunakan juga sederhana, yaitu wajan yang agak cekung (wok) untuk memudahkan proses menggulung, serta wadah botol saus plastik atau gelas bermulut kecil untuk menuangkan adonan telur ke dalam minyak.
Langkah-Langkah Membuat Telur Gulung
Ikuti langkah-langkah berikut ini agar telur gulung buatanmu berhasil dan tidak buyar saat digoreng:
1. Menyiapkan Adonan Telur
Pecahkan telur ke dalam wadah, lalu tambahkan air, garam, merica, dan kaldu bubuk. Kocok telur secara intensif menggunakan whisk atau garpu selama minimal 1-2 menit. Pastikan adonan benar-benar encer dan menyatu sempurna antara putih telur, kuning telur, dan air. Jika ada busa halus di permukaan, itu pertanda adonan sudah siap.
2. Memanaskan Minyak
Tuangkan minyak goreng ke dalam wajan. Gunakan api sedang cenderung besar. Minyak harus benar-benar panas agar saat adonan dituangkan, telur langsung menyebar dan membentuk serat. Kamu bisa mengetes panasnya dengan meneteskan sedikit adonan; jika langsung mengapung dan berbuih, berarti panasnya sudah pas.
3. Teknik Menuangkan Telur
Pegang botol atau wadah berisi adonan telur pada ketinggian sekitar 15-20 cm di atas permukaan minyak. Tuangkan secukupnya (sekitar 2 sendok makan) dengan gerakan melingkar atau zig-zag agar telur menyebar luas di permukaan minyak.
4. Proses Menggulung
Segera setelah telur dituangkan, ambil satu tusuk sate. Letakkan tusuk sate di tengah-tengah kumpulan serat telur, lalu putar-putar tusuk sate tersebut dengan cepat ke arah pinggir wajan. Tekan-tekan sedikit ke dinding wajan agar telur menempel kuat pada tusuk sate dan minyaknya berkurang. Angkat dan tiriskan.
Tips Agar Berhasil Menggulung Telur
Penyebab Telur Gulung Gagal
- Minyak kurang panas: Telur akan mengendap di bawah wajan dan tidak berserat, sehingga sulit digulung.
- Kurang air: Adonan telur yang terlalu kental akan membentuk gumpalan tebal dan berat saat digoreng, sehingga tidak mau menempel pada tusuk sate.
- Terlalu lama menunggu: Jika telur sudah kering dan kecokelatan sebelum digulung, seratnya akan kaku dan tidak bisa menempel.
Aspek Kesehatan dan Keamanan Konsumsi
Meskipun telur gulung adalah camilan yang lezat, kamu perlu memerhatikan porsinya. Karena metode pengolahannya adalah digoreng, telur gulung mengandung kalori dari lemak yang cukup tinggi. Untuk menjaga kesehatan jantung, pastikan kamu selalu menggunakan minyak goreng baru dan tidak memakai minyak bekas pakai.
Selain itu, perhatikan juga kebersihan tusuk sate yang digunakan. Pastikan tusuk sate dalam kondisi kering dan bebas jamur. Bagi kamu yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, batasi konsumsi kuning telur secara berlebihan dalam satu waktu.
Jika setelah mengonsumsi makanan tertentu kamu merasakan gejala seperti mual, perut kembung, atau diare, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Menjaga kualitas makanan adalah langkah awal untuk hidup sehat.
Studi Mengenai Konsumsi Telur dan Kesehatan
Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa telur merupakan sumber nutrisi yang padat (nutrient-dense) yang penting bagi semua kelompok umur, terutama anak-anak. Studi ini menekankan bahwa protein telur memiliki daya cerna yang sangat baik.
Meskipun telur mengandung kolesterol, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam batas wajar (1-2 butir per hari) tidak memiliki dampak signifikan terhadap risiko penyakit kardiovaskular pada individu sehat. Namun, teknik memasak tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas nutrisinya.
Telur gulung bisa menjadi alternatif cara mengenalkan protein telur pada anak yang sulit makan (picky eater). Namun, orang tua harus bijak dalam memberikan saus pendamping. Saus botolan komersial seringkali mengandung kadar natrium dan pengawet yang tinggi. Sebagai gantinya, buatlah saus tomat atau saus kacang sendiri di rumah untuk versi yang lebih sehat.
Apabila gejala alergi atau keluhan pencernaan muncul setelah mengonsumsi telur, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional. Kamu bisa mendapatkan bantuan medis kapan saja melalui platform kesehatan digital yang terpercaya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba berbagai resep baru di dapur, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Nutrients Journal. Diakses pada 2026. Eggs: Healthy Food Choice.
Healthline. Diakses pada 2026. Top 10 Health Benefits of Eating Eggs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang.
FAQ
1. Kenapa adonan telur gulung harus ditambah air?
Air berfungsi untuk mengencerkan protein telur sehingga saat dituangkan ke minyak panas, telur tidak langsung menggumpal padat tetapi menyebar membentuk serat-serat halus yang mudah digulung.
2. Berapa perbandingan telur dan air yang ideal?
Perbandingan yang umum digunakan adalah 1 butir telur berbanding 2-3 sendok makan air. Pastikan kocokan telur benar-benar encer untuk hasil terbaik.
3. Apakah telur gulung sehat untuk anak-anak?
Ya, sebagai sumber protein telur sangat baik. Namun, karena cara memasaknya digoreng (deep frying), sebaiknya diberikan dalam frekuensi yang wajar dan pastikan menggunakan minyak yang bersih.
4. Bisakah membuat telur gulung tanpa minyak banyak?
Secara tradisional, telur gulung membutuhkan teknik deep frying untuk menciptakan serat. Namun, kamu bisa menggunakan wajan anti lengket kecil untuk meminimalkan penggunaan minyak, meski hasilnya mungkin tidak seserat versi pedagang.


