
Resep dan Cara Membuat Telur Gulung, Jajanan Jadul Favorit Anak
“Telur menjadi salah satu bahan makanan yang bisa kamu olah menjadi berbagai menu dengan rasa yang sangat enak, salah satunya telur gulung. Ketahui cara membuat telur gulung yang enak dan disukai anak-anak.”

DAFTAR ISI
- Pentingnya Kebersihan Makanan
- Kandungan Gizi dalam Sebutir Telur
- Resep dan Cara Membuat Telur Gulung Higienis
- Tips Memilih Minyak Goreng Sehat
- Bahaya Penggunaan Minyak Jelantah
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Siapa yang tidak kenal dengan telur gulung? Jajanan legendaris ini selalu berhasil membangkitkan kenangan masa kecil saat sekolah dasar. Teksturnya yang berserat, rasa gurih dari bumbu, serta sensasi mencelupkannya ke dalam saus sambal encer menjadikannya camilan favorit lintas generasi. Namun, di balik kelezatannya, sering kali muncul kekhawatiran mengenai aspek higienitas dan kualitas bahan baku jika kita membelinya sembarangan di pinggir jalan.
Membuat telur gulung sendiri di rumah adalah solusi terbaik bagi kamu yang ingin bernostalgia tanpa harus mengabaikan faktor kesehatan. Dengan memasaknya sendiri, kamu bisa memastikan telur yang digunakan masih segar, minyak goreng yang dipakai bukan minyak jelantah yang sudah hitam, serta kebersihan peralatan masak yang terjamin. Selain itu, kamu juga bisa mengatur kadar garam dan penyedap rasa sesuai dengan kebutuhan kesehatan keluarga.
Sebagai langkah pencegahan dari gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan yang kurang bersih, pastikan kamu selalu menyediakan produk kesehatan di rumah. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mengatasi gejala ringan seperti perut kembung atau mual setelah mengonsumsi makanan berminyak. Edukasi mengenai cara pengolahan pangan yang benar sangat krusial untuk mencegah risiko penyakit bawaan makanan (foodborne diseases).
Nah, mau tahu bagaimana cara buat telur gulung yang anti gagal, renyah, dan tetap sehat? Simak ulasan mendalam mengenai teknik memasak dan panduan medis terkait konsumsi gorengan berikut ini!
Pentingnya Kebersihan Makanan
Sebelum masuk ke dapur, penting untuk memahami mengapa kebersihan pangan (food safety) menjadi prioritas utama. Makanan yang diolah dengan tidak higienis dapat menjadi sarana penyebaran bakteri seperti Salmonella atau E. coli. Bakteri ini sering ditemukan pada telur yang tidak dicuci bersih atau area memasak yang terkontaminasi. Gejala keracunan makanan bisa bervariasi, mulai dari diare ringan hingga dehidrasi berat.
Dalam dunia medis, sangat disarankan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh bahan makanan dan memastikan telur yang digunakan memiliki cangkang yang utuh serta tidak retak. Telur yang retak memiliki risiko tinggi telah dimasuki oleh kuman dari lingkungan luar. Selain itu, pastikan alat penggorengan dan tusuk sate yang digunakan dalam kondisi steril untuk menghindari kontaminasi silang.
Kandungan Gizi dalam Sebutir Telur
Telur adalah salah satu sumber protein hewani terbaik yang sangat mudah didapat. Di dalam sebutir telur, terdapat berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, B2, B12, fosfor, dan selenium. Protein dalam telur mengandung asam amino esensial lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Namun, metode pengolahan dengan cara digoreng (seperti telur gulung) tentu akan meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori dari minyak goreng.
Bagi kamu yang memiliki kondisi medis tertentu seperti kolesterol tinggi atau hipertensi, sangat disarankan untuk membatasi asupan makanan yang digoreng dalam minyak banyak (deep frying). Meskipun telur gulung sangat lezat, konsumsinya harus dibatasi dan diimbangi dengan asupan serat dari sayur-sayuran untuk membantu mengikat lemak di dalam saluran pencernaan.
Tips Mengurangi Dampak Lemak Jenuh
- Gunakan minyak goreng yang baru dan jernih, bukan minyak bekas pakai.
- Tiriskan telur gulung di atas tisu pengisap minyak (paper towel) sebelum dikonsumsi.
- Gunakan telur ayam kampung atau telur omega-3 untuk nilai gizi yang lebih tinggi.
Resep dan Cara Membuat Telur Gulung Higienis
Membuat telur gulung memerlukan teknik khusus agar telur bisa berserat dan mudah menempel pada tusuk sate. Berikut adalah bahan dan langkah-langkah yang perlu kamu ikuti:
1. Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- 3 butir telur ayam segar.
- 50-70 ml air matang (kunci agar telur berserat).
- 1/2 sdt kaldu jamur atau garam secukupnya.
- 1/4 sdt merica bubuk.
- Minyak goreng secukupnya untuk teknik deep frying.
- Tusuk sate secukupnya.
2. Langkah-Langkah Pembuatan
Langkah pertama, pecahkan telur ke dalam wadah, lalu tambahkan kaldu jamur, merica, dan air matang. Kocok telur hingga benar-benar cair dan berbusa. Pastikan air dan telur menyatu dengan sempurna; jika kurang rata, telur akan sulit menggumpal di dalam minyak.
Panaskan minyak dalam jumlah banyak di wajan dengan api sedang cenderung besar. Minyak harus benar-benar panas agar saat adonan dituangkan, telur langsung menyebar dan membentuk jaring-jaring halus. Tuangkan sekitar 2-3 sendok makan adonan telur dari jarak agak tinggi (sekitar 20 cm dari permukaan minyak).
Segera ambil tusuk sate, lalu tarik telur dari bagian tengah menuju pinggir wajan dan putar-putar hingga telur terlilit sempurna pada tusuk sate. Tekan-tekan sedikit di pinggir wajan agar sisa minyak keluar, lalu angkat. Ulangi proses ini sampai adonan habis.
Tips Memilih Minyak Goreng Sehat
Kualitas minyak goreng sangat menentukan profil kesehatan dari telur gulung yang kamu buat. Minyak goreng yang baik adalah minyak yang memiliki titik asap (smoke point) yang tinggi, sehingga tidak mudah teroksidasi saat digunakan untuk menggoreng pada suhu panas. Pilihlah minyak nabati seperti minyak kelapa atau minyak sawit berkualitas yang kaya akan vitamin E sebagai antioksidan alami.
Penggunaan minyak zaitun (extra virgin olive oil) tidak disarankan untuk membuat telur gulung karena titik asapnya rendah, yang artinya nutrisinya akan rusak dan justru membentuk radikal bebas jika dipanaskan secara ekstrem. Jika kamu ingin opsi yang lebih sehat, minyak dedak padi (rice bran oil) bisa menjadi alternatif yang baik untuk teknik goreng merendam.
Bahaya Penggunaan Minyak Jelantah
Minyak jelantah atau minyak yang digunakan berulang kali mengandung senyawa akrolein yang bersifat iritan dan karsinogenik. Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah dapat menyebabkan radang tenggorokan, meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), serta memperberat kerja organ hati. Inilah alasan utama mengapa telur gulung di pinggir jalan sering kali dianggap kurang sehat, karena pedagang cenderung menggunakan minyak yang sama selama berjam-jam bahkan berhari-hari.
Jika setelah mengonsumsi makanan berminyak kamu merasa tenggorokan gatal atau tidak nyaman, segeralah minum air putih hangat dalam jumlah banyak. Kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis terkait gangguan pada saluran pernapasan atau pencernaan yang mungkin muncul.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski terlihat sepele, konsumsi makanan yang tidak tepat atau terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Kamu harus segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala berikut setelah mengonsumsi telur gulung atau makanan lainnya:
- Muntah yang terus-menerus dan tidak bisa masuk cairan sama sekali.
- Diare cair yang frekuensinya lebih dari 5 kali dalam sehari.
- Demam tinggi di atas 38,5 derajat Celcius.
- Nyeri perut yang hebat atau kram perut yang tidak tertahankan.
- Tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, pusing, dan urine berwarna sangat gelap.
Studi Mengenai Keamanan Pangan Lokal
Journal of Health and Food Safety menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa jajanan kaki lima memiliki risiko tinggi kontaminasi mikroba jika tidak dikelola dengan standar sanitasi yang ketat. Studi tersebut menekankan pentingnya edukasi bagi pengolah makanan mengenai suhu optimal memasak telur untuk membunuh bakteri patogen.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa pemanasan ulang minyak goreng berkali-kali secara signifikan meningkatkan kadar asam lemak trans, yang berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang. Oleh karena itu, pembuatan telur gulung di rumah dengan prosedur yang benar sangat direkomendasikan secara medis untuk menjaga kesehatan jantung dan pencernaan.
Membuat telur gulung memang menyenangkan dan bisa menjadi aktivitas seru bersama keluarga di akhir pekan. Dengan mengikuti tips kesehatan dan teknik memasak yang tepat, kamu tetap bisa menikmati jajanan favorit tanpa rasa khawatir. Namun, jika gejala gangguan pencernaan atau alergi telur muncul, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan profesional.
Kamu bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc secara praktis.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba berbagai resep makanan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2024. Food Safety.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Salmonella and Eggs.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tips Mengolah Makanan yang Sehat dan Higienis.
Journal of Food Science and Nutrition. Diakses pada 2024. Impact of Reheated Oils on Health.
FAQ
1. Kenapa telur gulung saya tidak bisa menempel di tusuk sate?
Hal ini biasanya terjadi karena minyak kurang panas atau adonan telur terlalu kental. Pastikan minyak sudah berasap tipis sebelum menuang telur dan tambahkan sedikit air lagi ke adonan agar lebih cair.
2. Berapa kalori dalam satu tusuk telur gulung?
Rata-rata satu tusuk telur gulung mengandung sekitar 50-70 kalori, tergantung pada ukuran telur dan jumlah minyak yang terserap. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, total kalorinya bisa setara dengan satu porsi makan besar.
3. Apakah penderita kolesterol boleh makan telur gulung?
Penderita kolesterol sebaiknya membatasi konsumsi telur gulung karena metode penggorengan deep frying meningkatkan asupan lemak jenuh. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai batasan konsumsi harian.
4. Bolehkah bayi diberikan telur gulung?
Telur gulung teksturnya cukup sulit dikunyah oleh bayi dan mengandung banyak minyak serta garam. Sebaiknya berikan olahan telur yang lebih lembut seperti telur kukus atau orak-arik tanpa banyak bumbu untuk MPASI.


