Ad Placeholder Image

Resep Getuk Lindri, Kue Basah Jadul yang Banyak Penggemarnya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Penggemar kue basah tentu tak asing dengan getuk lindri. Kudapan berbahan dasar singkong ini punya rasa manis dan gurih, serta tekstur yang lembut.”

Resep Getuk Lindri, Kue Basah Jadul yang Banyak PenggemarnyaResep Getuk Lindri, Kue Basah Jadul yang Banyak Penggemarnya

DAFTAR ISI


Kue getuk adalah salah satu jajanan tradisional khas Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Terbuat dari bahan dasar singkong yang dikukus dan ditumbuk halus, getuk menawarkan cita rasa manis dan tekstur lembut yang khas. Meski sering dianggap sebagai kudapan sederhana, getuk sebenarnya menyimpan berbagai potensi nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dengan bijak.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa sumber karbohidrat kompleks seperti singkong dalam getuk dapat menjadi alternatif energi yang baik dibandingkan camilan olahan tepung terigu. Namun, pengolahannya yang sering melibatkan gula tambahan dan kelapa parut memerlukan perhatian khusus, terutama bagi kamu yang sedang menjaga asupan kalori atau memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes.

Dalam artikel ini, kita akan membedah lebih dalam mengenai profil nutrisi kue getuk, manfaatnya bagi kesehatan pencernaan, hingga tips membuatnya menjadi pilihan camilan yang lebih sehat. Jika kamu merasa ragu mengenai kecukupan nutrisi harian atau memiliki keluhan pencernaan setelah mengonsumsi makanan tertentu, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja keunggulan kue tradisional ini bagi kesehatanmu? Berikut ulasannya!

Mengenal Kue Getuk dan Nutrisinya

Kue getuk secara garis besar terbagi menjadi dua jenis populer: getuk biasa (getuk tumpuk) dan getuk lindri. Keduanya menggunakan singkong sebagai bahan utama. Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta) dikenal sebagai sumber energi yang kaya akan pati resisten, sejenis serat yang bekerja mirip dengan serat larut dalam sistem pencernaan.

Secara nutrisi, dalam 100 gram singkong kukus terkandung sekitar 160-190 kalori, yang sebagian besar berasal dari karbohidrat. Selain itu, singkong mengandung vitamin C yang cukup tinggi untuk mendukung imunitas, serta mineral penting seperti kalium yang menjaga keseimbangan elektrolit. Ketika diolah menjadi getuk, kandungan serat kasar dari singkong tetap terjaga, yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Manfaat Kue Getuk untuk Kesehatan

1. Sumber Energi yang Stabil

Karena berbahan dasar singkong, getuk mengandung karbohidrat kompleks. Berbeda dengan roti putih yang cepat meningkatkan gula darah, karbohidrat pada singkong memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga memberikan suplai energi yang lebih stabil bagi tubuh kamu dalam beraktivitas.

2. Bebas Gluten Secara Alami

Bagi penderita penyakit celiac atau mereka yang memiliki intoleransi gluten, kue getuk adalah pilihan camilan yang aman. Singkong secara alami tidak mengandung protein gluten, menjadikannya alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan kue-kue modern berbahan dasar gandum.

3. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Pati resisten dalam getuk berfungsi sebagai prebiotik bagi bakteri baik di usus. Hal ini membantu melancarkan metabolisme dan mencegah sembelit. Namun, jika kamu mengalami gangguan lambung setelah makan camilan manis, kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mengatasi keluhan ringan dengan cepat.

Tips Memilih Getuk yang Berkualitas
  1. Pastikan singkong yang digunakan segar dan tidak berwarna kebiruan (tanda adanya kadar sianida tinggi).
  2. Pilih getuk yang menggunakan pewarna alami, seperti daun suji untuk warna hijau.
  3. Perhatikan kesegaran kelapa parut yang digunakan sebagai topping agar tidak menyebabkan sakit perut.

Tips Mengonsumsi Getuk secara Sehat

Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari getuk, kamu bisa melakukan modifikasi kecil dalam konsumsinya. Salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan gula pasir dalam proses penumbukan dan menggantinya dengan sedikit gula aren atau bahkan tanpa gula tambahan jika singkong yang digunakan sudah memiliki rasa manis alami.

Selain itu, penggunaan kelapa parut sebaiknya dalam kondisi segar dan dikukus sebentar untuk memastikan kebersihannya. Batasi porsi konsumsi, terutama di malam hari, karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi bisa menyebabkan penumpukan kalori jika tidak dibakar dengan aktivitas fisik.

Studi Mengenai Konsumsi Singkong

Journal of Nutrition and Metabolism menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pati resisten dalam singkong dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah setelah makan. Hal ini menunjukkan bahwa singkong, jika diolah dengan benar tanpa kelebihan gula, memiliki profil glikemik yang lebih baik dibanding sumber karbohidrat murni lainnya.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kandungan serat dalam umbi-umbian seperti singkong berperan penting dalam pencegahan obesitas karena kemampuannya dalam menekan rasa lapar. Hal ini membuat kue getuk bisa menjadi opsi camilan diet yang mengenyangkan asalkan porsinya terkontrol.

Meskipun kue getuk memiliki banyak manfaat, sangat disarankan untuk tetap menjaga keseimbangan gizi harian. Jika kamu merasa memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes tipe 2, sebaiknya konsultasikan porsi konsumsi karbohidrat harianmu dengan tenaga medis profesional.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang kamu alami melalui layanan digital Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Cassava: Nutrition, Benefits, and Disadvantages.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Singkong.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Cassava.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Resistant Starch from Tropical Root Crops and Its Health Implications.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan kue getuk?

Boleh, namun dalam porsi yang sangat terbatas karena getuk mengandung karbohidrat tinggi dan biasanya diberi tambahan gula. Konsultasikan dengan dokter untuk pengaturan porsi yang aman.

2. Apakah getuk aman dikonsumsi setiap hari?

Selama dikonsumsi sebagai bagian dari gizi seimbang dan tidak berlebihan, getuk aman dimakan. Pastikan untuk tetap mengonsumsi protein dan sayuran di waktu makan utama.

3. Bagaimana cara menyimpan getuk agar tidak cepat basi?

Getuk yang mengandung kelapa parut sebaiknya segera dikonsumsi. Jika ingin disimpan, masukkan ke dalam wadah kedap udara dan simpan di lemari es maksimal selama 1-2 hari.

4. Apakah getuk mengandung lemak?

Singkong sendiri hampir tidak mengandung lemak. Lemak pada kue getuk biasanya berasal dari kelapa parut yang digunakan sebagai taburan.


Punya Keluhan Kesehatan Setelah Makan Camilan Tradisional? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, seperti perut kembung atau begah setelah makan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.