Ad Placeholder Image

Resep Kembang Goyang, Gurih dan Mudah Dibuat

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

“Kembang goyang rumahan yang gurih bisa menjadi solusi jika kamu sulit menemukan camilan ini. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam batas wajar ya.”

Resep Kembang Goyang, Gurih dan Mudah DibuatResep Kembang Goyang, Gurih dan Mudah Dibuat

DAFTAR ISI


Kembang goyang adalah salah satu camilan tradisional khas Betawi yang tidak pernah lekang oleh waktu. Kue kering ini dinamakan “kembang goyang” karena bentuknya yang menyerupai kelopak bunga dan proses pembuatannya yang unik, yakni adonan harus digoyang-goyangkan di dalam minyak panas hingga terlepas dari cetakan. Teksturnya yang renyah dengan paduan rasa manis dan gurih membuat camilan ini kerap menjadi primadona, terutama saat perayaan hari besar seperti Lebaran atau acara kumpul keluarga.

Meskipun rasanya sangat memanjakan lidah, penting untuk diingat bahwa cara bikin kembang goyang tradisional melibatkan proses penggorengan dalam minyak banyak (deep-frying) serta penggunaan bahan-bahan seperti tepung beras, gula pasir, dan santan kelapa. Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan camilan yang cukup padat kalori, tinggi karbohidrat sederhana, dan mengandung lemak jenuh. Jika dikonsumsi tanpa batasan, asupan kalori dan lemak harian tubuh bisa melonjak drastis, yang berujung pada berbagai masalah metabolik.

Bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, kolesterol tinggi, atau diabetes, konsumsi camilan yang digoreng dan manis harus benar-benar dibatasi. Jika kamu sering mengalami gejala seperti tengkuk terasa berat atau pusing setelah mengonsumsi makanan berminyak, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter di Halodoc. Dokter dapat memberikan saran medis yang tepat dan merekomendasikan pemeriksaan profil lipid jika diperlukan, sehingga kamu bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menikmati kembang goyang sama sekali. Dengan porsi yang wajar dan sedikit modifikasi pada resepnya, kamu tetap bisa menikmati camilan lezat ini. Selain menjaga pola makan, kamu juga bisa melengkapinya dengan mengonsumsi suplemen kesehatan harian untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Penasaran bagaimana cara bikin kembang goyang yang renyah, lezat, dan bisa disesuaikan agar lebih ramah bagi tubuh? Berikut ulasan lengkapnya!

Kandungan Nutrisi di Balik Kembang Goyang

Sebelum masuk ke resepnya, ada baiknya kita membedah profil nutrisi dari sepotong kue kembang goyang. Pemahaman tentang nutrisi ini sangat penting agar kita bisa lebih bijak dalam mengatur porsi ngemil harian, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau diet khusus.

Satu buah kembang goyang dengan ukuran sedang (sekitar 15-20 gram) umumnya mengandung sekitar 50 hingga 70 kalori. Kalori ini sebagian besar disumbangkan oleh karbohidrat dari tepung beras dan gula pasir, serta lemak dari minyak goreng dan santan kelapa. Tepung beras memberikan karbohidrat sederhana yang cepat dipecah menjadi glukosa dalam darah, sehingga dapat menaikkan kadar gula darah dengan cukup cepat. Sementara itu, santan dan proses deep-frying menyumbang asupan lemak jenuh dan potensi lemak trans jika minyak digunakan berulang kali.

Selain kalori makro, kembang goyang tradisional hampir tidak memiliki kandungan serat pangan (dietary fiber) yang signifikan. Minimnya serat ini membuat rasa kenyang tidak bertahan lama, sehingga seseorang cenderung ingin makan kembang goyang terus-menerus tanpa sadar bahwa asupan kalorinya sudah berlebihan. Telur yang ada di dalam adonan memang memberikan sedikit protein, namun jumlahnya sangat kecil per porsinya dan tidak cukup untuk menyeimbangkan asupan karbohidrat dan lemak.

Resep dan Cara Bikin Kembang Goyang Renyah

Bagi kamu yang ingin mencoba membuat camilan ini di rumah, cara bikin kembang goyang sebenarnya cukup sederhana asalkan kamu mengetahui trik dan perbandingan bahan yang tepat. Berikut adalah resep dasar yang bisa kamu ikuti untuk menghasilkan kembang goyang yang renyah dan gurih.

1. Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Untuk membuat adonan yang sempurna, pastikan bahan-bahan ini sudah tersedia di dapur kamu:

  • 200 gram tepung beras kualitas baik.
  • 50 gram tepung sagu atau tapioka (untuk menambah kerenyahan).
  • 2 butir telur ayam ukuran sedang.
  • 50 gram gula pasir (bisa disesuaikan dengan selera).
  • 1/2 sendok teh garam halus.
  • 300 ml santan kelapa cair.
  • Minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak untuk metode deep-frying.
  • Cetakan kembang goyang (biasanya terbuat dari kuningan atau aluminium).

2. Langkah-Langkah Pembuatan

Setelah semua bahan siap, ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan:

  • Langkah 1: Siapkan wadah atau mangkuk besar. Masukkan telur dan gula pasir, lalu kocok menggunakan alat pengaduk (whisk) hingga gula larut sempurna dan campuran sedikit berbusa. Tidak perlu menggunakan mixer berkecepatan tinggi.
  • Langkah 2: Ayak tepung beras dan tepung sagu, lalu masukkan sedikit demi sedikit ke dalam kocokan telur. Aduk perlahan agar tidak ada tepung yang menggumpal (bergerindil).
  • Langkah 3: Tuangkan santan kelapa secara bertahap sambil terus diaduk rata. Tambahkan garam. Pastikan konsistensi adonan pas, tidak terlalu kental namun juga tidak terlalu encer.
  • Langkah 4: Panaskan minyak goreng di dalam wajan dengan api sedang. Kunci utama dari cara bikin kembang goyang adalah memanaskan cetakan terlebih dahulu dengan merendamnya di dalam minyak panas tersebut selama beberapa menit.
  • Langkah 5: Setelah cetakan cukup panas, celupkan cetakan ke dalam adonan. Ingat, jangan sampai adonan menutupi bagian atas cetakan agar kue bisa terlepas saat digoreng.
  • Langkah 6: Masukkan cetakan yang sudah berbalut adonan ke dalam minyak panas. Diamkan beberapa detik, lalu goyang-goyangkan cetakan secara perlahan hingga adonan terlepas dengan sendirinya.
  • Langkah 7: Goreng kembang goyang hingga berwarna kuning keemasan. Angkat, lalu tiriskan minyaknya dengan maksimal menggunakan kertas tisu dapur atau rak kawat. Setelah benar-benar dingin, simpan di dalam stoples kedap udara.
Tips Anti Gagal Membuat Kembang Goyang
  1. Suhu Cetakan Harus Pas: Jika cetakan kurang panas, adonan tidak akan menempel. Sebaliknya, jika terlalu panas, adonan akan matang sebelum masuk ke wajan.
  2. Aduk Adonan Berkala: Tepung beras mudah mengendap di dasar wadah. Selalu aduk adonan setiap kali kamu hendak mencelupkan cetakan.
  3. Gunakan Tisu Penyerap Minyak: Susun kembang goyang secara berdiri (vertikal) di atas kertas tisu setelah diangkat, agar sisa minyak menetes sempurna dan kue lebih tahan lama tidak berbau tengik.

Tips Membuat Kembang Goyang Lebih Sehat

Kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama. Jika kamu ingin menikmati camilan ini tanpa rasa bersalah yang berlebihan, ada beberapa modifikasi pada cara bikin kembang goyang yang bisa diterapkan agar camilan ini menjadi lebih ramah di tubuh.

1. Ganti Gula dengan Pemanis Alami Rendah Kalori

Gula pasir menyumbang kalori kosong yang tinggi. Kamu bisa menyiasatinya dengan mengganti sebagian atau seluruh gula pasir dengan pemanis rendah kalori yang aman untuk memasak, seperti stevia atau pemanis berbasis sukralosa. Jika menggunakan stevia, perhatikan takarannya karena stevia jauh lebih manis daripada gula biasa.

2. Modifikasi Penggunaan Santan

Santan kelapa tinggi akan lemak jenuh. Sebagai alternatif, kamu bisa mencampur santan dengan air atau menggantinya sepenuhnya dengan susu rendah lemak (low-fat milk) atau susu nabati seperti susu almond tanpa pemanis. Penggantian ini akan secara signifikan menurunkan kandungan kalori dan lemak jenuh dalam satu keping kue.

3. Pilihan Minyak Goreng yang Lebih Baik

Gunakan minyak goreng yang memiliki titik asap (smoke point) tinggi dan profil lemak tidak jenuh yang lebih baik, seperti minyak kanola atau minyak biji bunga matahari (sunflower oil). Selain itu, pastikan untuk tidak menggunakan minyak secara berulang kali. Minyak yang sudah dipakai berulang akan mengalami oksidasi dan menghasilkan lemak trans yang sangat berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Gorengan Berlebih

Mengetahui cara bikin kembang goyang yang renyah memang menyenangkan, namun kamu tidak boleh mengabaikan fakta medis di baliknya. Makanan yang digoreng, terutama yang mengandung adonan tepung, menyerap minyak dalam jumlah besar. Jika konsumsi kembang goyang dan gorengan lainnya tidak dibatasi, ada beberapa risiko kesehatan serius yang mengintai.

1. Lonjakan Kadar Kolesterol dan Penyakit Jantung

Makanan yang digoreng sering dikaitkan dengan peningkatan kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat, serta penurunan HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik. Lemak jenuh dan lemak trans dari minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi dapat menumpuk di dinding arteri (aterosklerosis), menyempitkan pembuluh darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.

2. Obesitas dan Penumpukan Lemak Viseral

Kombinasi antara karbohidrat olahan dan lemak membuat camilan seperti kembang goyang sangat tinggi kalori. Asupan kalori yang melebihi kebutuhan energi harian akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Lemak yang menumpuk di area perut (lemak viseral) sangat berbahaya karena mengelilingi organ vital dan memicu peradangan sistemik di dalam tubuh.

3. Resistensi Insulin dan Diabetes Tipe 2

Lonjakan gula darah yang terus-menerus terjadi akibat konsumsi tepung olahan dan gula membebani kinerja pankreas dalam memproduksi insulin. Lama-kelamaan, sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin (resistensi insulin), yang merupakan cikal bakal terjadinya diabetes melitus tipe 2.

Studi Mengenai Konsumsi Makanan Digoreng

The BMJ (British Medical Journal) menerbitkan studi komprehensif yang mengobservasi hubungan antara frekuensi konsumsi makanan yang digoreng dengan kejadian penyakit kardiovaskular dan angka kematian. Studi ini menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang digoreng (seperti camilan berbahan tepung yang di-deep fry) satu porsi atau lebih setiap hari secara signifikan berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular secara keseluruhan.

Studi ini menegaskan bahwa metode memasak sangat memengaruhi profil kesehatan makanan. Oleh karena itu, menikmati camilan tradisional sesekali dalam perayaan khusus diperbolehkan, namun menjadikannya sebagai camilan sehari-hari sangat tidak direkomendasikan secara medis. Mengontrol asupan porsi dan memperbanyak serat harian adalah strategi terbaik.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Bahaya Mengonsumsi Gorengan Berlebih Bagi Kesehatan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. REPLACE action package: A guide to eliminate industrially produced trans-fatty acids from the global food supply.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. The Nutrition Source: Fats and Cholesterol.
The BMJ. Diakses pada 2024. Association of fried food consumption with all cause, cardiovascular, and cancer mortality: prospective cohort study.
American Heart Association. Diakses pada 2024. Saturated Fat.

FAQ

1. Berapa kalori dalam satu buah kue kembang goyang?

Satu buah kue kembang goyang ukuran sedang umumnya mengandung sekitar 50 hingga 70 kalori. Angka ini bisa lebih tinggi jika ukuran kue lebih besar, ketebalan adonan lebih padat, atau jika kue menyerap terlalu banyak minyak selama proses penggorengan.

2. Apakah penderita kolesterol tinggi boleh makan kembang goyang?

Penderita kolesterol tinggi sebaiknya sangat membatasi konsumsi makanan yang digoreng, termasuk kembang goyang. Lemak jenuh dari santan dan minyak goreng dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika tetap ingin makan, batasi hanya 1-2 keping saja sebagai pelepas selera.

3. Kenapa adonan kembang goyang sering menempel dan sulit lepas dari cetakan?

Masalah adonan lengket biasanya terjadi karena suhu cetakan yang belum cukup panas sebelum dicelupkan ke dalam adonan, atau adonan dibiarkan menutupi seluruh bagian atas cetakan. Pastikan cetakan direndam cukup lama dalam minyak panas sebelum digunakan.

4. Bisakah cara bikin kembang goyang diubah menggunakan air fryer untuk menghindari minyak?

Sayangnya, kembang goyang sulit dibuat menggunakan air fryer. Kue ini terbuat dari adonan cair yang membutuhkan minyak panas dalam jumlah banyak (deep-frying) agar adonan bisa mekar, terlepas dari cetakan, dan membentuk tekstur yang renyah sempurna secara instan.