Ad Placeholder Image

Resep Kolak Biji Salak yang Praktis untuk Berbuka Puasa

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Kolak biji salak adalah salah satu hidangan manis yang praktis diolah untuk dinikmati ketika berbuka puasa. 

Resep Kolak Biji Salak yang Praktis untuk Berbuka PuasaResep Kolak Biji Salak yang Praktis untuk Berbuka Puasa

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak mengenal biji salak? Camilan tradisional khas Indonesia ini selalu menjadi primadona, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu takjil yang menyegarkan dan mengenyangkan. Teksturnya yang kenyal berpadu dengan kuah gula merah yang manis serta siraman santan gurih membuat siapa pun sulit menolaknya. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kelezatannya, cara bikin biji salak yang benar tidak hanya soal rasa, tetapi juga pemilihan bahan yang menyehatkan bagi tubuh?

Bahan utama biji salak umumnya adalah ubi jalar, baik yang berwarna kuning, oranye, maupun ungu. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan. Meski sering dianggap sebagai makanan “berat”, jika diolah dengan proporsi yang tepat, biji salak bisa menjadi sumber energi yang baik untuk memulihkan stamina setelah beraktivitas seharian atau setelah berpuasa. Kuncinya terletak pada keseimbangan antara penggunaan tepung, jenis ubi, dan tingkat kemanisan kuahnya.

Sebagai masyarakat yang peduli kesehatan, penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara menyajikan hidangan tradisional ini tanpa harus khawatir akan lonjakan gula darah yang drastis atau gangguan pencernaan. Terkadang, mengonsumsi makanan manis dan bersantan secara berlebihan dapat memicu keluhan seperti perut kembung atau rasa tidak nyaman di lambung. Jika hal ini terjadi, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan gejala pencernaan yang ringan.

Nah, mau tahu bagaimana cara bikin biji salak yang praktis, kenyal, namun tetap memperhatikan aspek kesehatan? Mari kita bahas seluk-beluk pembuatannya, mulai dari kandungan nutrisinya hingga langkah-langkah memasaknya yang paling mudah diikuti di rumah!

Nutrisi di Balik Bahan Utama Biji Salak

Sebelum masuk ke langkah cara bikin biji salak, ada baiknya kita membedah apa saja kandungan nutrisi yang ada pada bahan-bahan utamanya. Memahami nutrisi ini akan membantu kamu mengatur porsi makan yang bijak agar tetap sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.

1. Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Ubi jalar adalah bintang utama dalam resep ini. Ubi oranye sangat kaya akan beta-karoten, yang merupakan prekursor vitamin A. Vitamin ini sangat krusial untuk kesehatan mata dan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, ubi jalar mengandung serat pangan yang tinggi. Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan mikrobiota usus dan mencegah konstipasi. Dibandingkan dengan kentang biasa, ubi jalar memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah, yang berarti energi dilepaskan secara perlahan ke dalam aliran darah.

2. Tepung Tapioka atau Sagu

Tepung inilah yang memberikan tekstur kenyal pada biji salak. Tepung tapioka murni hampir seluruhnya terdiri dari karbohidrat tanpa banyak protein atau lemak. Secara alami, tepung tapioka juga bebas gluten (gluten-free), sehingga aman bagi mereka yang memiliki sensitivitas gluten atau penyakit celiac. Namun, karena ini adalah karbohidrat murni, penggunaannya dalam cara bikin biji salak perlu dibatasi agar bola-bola ubi tidak terlalu keras dan tidak terlalu tinggi kalori.

3. Gula Merah atau Gula Kelapa

Kuah biji salak menggunakan gula merah yang memberikan aroma khas dan warna cokelat yang cantik. Gula merah sering dianggap lebih “sehat” dibanding gula pasir karena mengandung sedikit mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Meski begitu, gula merah tetaplah gula. Konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak memicu obesitas atau resistensi insulin dalam jangka panjang.

4. Santan Kelapa

Santan memberikan cita rasa gurih (umami) yang menyeimbangkan rasa manis gula merah. Santan mengandung asam laurat, sejenis lemak rantai sedang yang memiliki sifat antimikroba. Namun, karena santan tinggi lemak jenuh, bagi mereka yang memantau kadar kolesterol, penggunaan santan encer atau menggantinya dengan krimer nabati rendah lemak bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Cara Bikin Biji Salak yang Kenyal dan Sehat

Membuat biji salak sebenarnya tidak sulit, namun membutuhkan kesabaran dalam membentuk bola-bolanya satu per satu. Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara bikin biji salak yang bisa kamu praktikkan di dapur sendiri.

Bahan-bahan yang Dibutuhkan:

  • 500 gram ubi jalar (kuning atau ungu), kupas dan kukus hingga lunak.
  • 150-200 gram tepung tapioka (sesuaikan dengan kadar air ubi).
  • 1/2 sendok teh garam.
  • 1.500 ml air (untuk kuah).
  • 250 gram gula merah, sisir halus.
  • 2 lembar daun pandan, ikat simpul.
  • Larutan maizena sedikit saja (untuk mengentalkan kuah jika suka).

Bahan Saus Santan:

  • 300 ml santan (bisa gunakan santan peras asli atau santan instan yang diencerkan).
  • 1/4 sendok teh garam.
  • 1 lembar daun pandan.

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Menghaluskan Ubi: Setelah ubi jalar dikukus hingga benar-benar empuk, segera haluskan saat masih panas menggunakan garpu atau penumbuk kentang. Pastikan tidak ada gumpalan agar tekstur biji salak halus merata.

2. Membuat Adonan: Campurkan ubi yang sudah halus dengan tepung tapioka dan garam. Masukkan tepung secara bertahap. Jangan menuang semua tepung sekaligus, karena kadar air ubi bisa berbeda-beda. Uleni dengan tangan hingga adonan kalis dan bisa dipulung (tidak lengket di tangan). Jika terlalu kering, tambahkan satu sendok makan air.

3. Membentuk Bola: Ambil sedikit adonan, lalu bulatkan seukuran kelereng atau sedikit lebih besar sesuai selera. Lakukan hingga semua adonan habis. Pastikan ukurannya seragam agar matang bersamaan saat direbus.

4. Memasak Kuah Gula: Rebus air bersama gula merah dan daun pandan hingga gula larut sempurna. Saring air gula untuk membuang kotoran yang mungkin terbawa dari gula merah. Didihkan kembali air gula yang sudah disaring.

5. Merebus Biji Salak: Masukkan bola-bola ubi ke dalam air gula yang sedang mendidih. Masak hingga bola-bola tersebut mengapung. Bola yang sudah mengapung menandakan bahwa tepung tapioka di dalamnya sudah matang sempurna. Jika ingin kuah yang lebih kental, tambahkan sedikit larutan maizena dan aduk rata.

6. Menyiapkan Saus Santan: Di panci terpisah, rebus santan, garam, dan daun pandan. Aduk terus perlahan agar santan tidak pecah. Angkat setelah mendidih.

7. Penyajian: Sajikan biji salak di dalam mangkuk, lalu siram dengan saus santan gurih di atasnya. Biji salak siap dinikmati selagi hangat atau ditambahkan es batu jika ingin versi dingin.

Tips Anti Gagal Membuat Biji Salak
  1. Pilih Ubi Berkualitas: Pastikan ubi segar dan tidak layu agar rasa manis alaminya menonjol.
  2. Keseimbangan Tepung: Terlalu banyak tepung tapioka akan membuat biji salak menjadi sangat keras saat dingin. Gunakan secukupnya saja asal adonan bisa dibentuk.
  3. Saring Gula Merah: Gula merah tradisional sering kali mengandung residu kelapa atau pasir, penyaringan adalah kunci kuah yang bersih dan elegan.

Tips Sehat Mengonsumsi Takjil Manis

Setelah mengetahui cara bikin biji salak, kamu juga perlu memperhatikan cara mengonsumsinya agar kesehatan tetap terjaga. Makanan manis dan bersantan jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko metabolisme yang kurang baik.

1. Perhatikan Porsi

Satu mangkuk biji salak bisa mengandung kalori yang cukup tinggi karena kombinasi karbohidrat dari ubi, tapioka, dan gula. Batasi konsumsi hanya satu porsi kecil dalam sehari. Jangan jadikan biji salak sebagai pengganti makanan utama yang seharusnya mengandung protein dan serat sayuran lebih banyak.

2. Substitusi Bahan yang Lebih Sehat

Untuk versi yang lebih ramah diet atau penderita diabetes ringan, kamu bisa mengganti gula merah dengan pemanis rendah kalori atau mengurangi jumlah gula secara signifikan. Santan juga bisa diganti dengan susu kedelai tanpa gula atau susu rendah lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh.

3. Imbangi dengan Air Putih

Setelah makan yang manis-manis, pastikan kamu minum air putih yang cukup. Air putih membantu melancarkan pencernaan dan membantu tubuh memproses kelebihan gula lebih efisien.

4. Jangan Makan Terlalu Larut Malam

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula sesaat sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan tumpukan energi yang tidak terpakai menjadi lemak. Sebaiknya konsumsi biji salak beberapa jam sebelum tidur.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau gangguan lambung kronis, ada baiknya untuk tetap waspada. Bila setelah makan kamu merasa ada keluhan yang tidak biasa, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendapatkan saran medis yang tepat.

Studi Mengenai Nutrisi Ubi Jalar

Journal of Medicinal Food menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa ubi jalar memiliki potensi anti-inflamasi dan anti-oksidan yang tinggi. Kandungan senyawa fenolik dalam ubi jalar berperan penting dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa asupan serat dari umbi-umbian seperti ubi jalar dalam takaran yang pas dapat membantu menjaga stabilitas gula darah jika dibandingkan dengan konsumsi tepung-tepungan olahan lainnya. Relevansi temuan ini mendukung penggunaan ubi sebagai bahan utama biji salak yang lebih baik daripada hanya menggunakan adonan tepung semata.

Meskipun biji salak adalah hidangan yang lezat, keseimbangan nutrisi harian tetap menjadi prioritas utama. Pastikan asupan makananmu tetap bervariasi dengan menyertakan protein, buah, dan sayuran hijau lainnya.

Bagi kamu yang sedang dalam program diet khusus atau memiliki kondisi medis tertentu, penting untuk selalu memantau asupan kalori harian. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terkait pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuhmu melalui layanan Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan setelah Makan Manis? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mengonsumsi camilan manis, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Sweet Potatoes: Nutrition Facts and Health Benefits.
Kementerian Kesehatan RI (P2PTM). Diakses pada 2026. Berapa Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per Hari?
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the benefits of sweet potatoes?
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Tapioca.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan biji salak?

Penderita diabetes sebaiknya membatasi atau menghindari biji salak karena kandungan gula merah dan tapioka yang tinggi karbohidrat. Jika ingin mengonsumsi, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai porsi yang aman atau gunakan pengganti gula rendah kalori.

2. Kenapa biji salak buatan saya terasa keras saat sudah dingin?

Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan tepung tapioka yang terlalu banyak dibandingkan perbandingan ubi jalarnya. Selain itu, pastikan ubi dihaluskan dengan sempurna saat masih panas agar teksturnya lembut.

3. Apa perbedaan biji salak dengan bubur candil?

Meski terlihat mirip, biji salak terbuat dari campuran ubi jalar dan tepung tapioka. Sedangkan bubur candil biasanya murni terbuat dari tepung ketan dan air tanpa campuran umbi-umbian.

4. Berapa lama biji salak bisa disimpan di kulkas?

Biji salak yang sudah matang dalam kuah gula bisa bertahan sekitar 2-3 hari di dalam lemari es. Pastikan disimpan dalam wadah tertutup rapat dan panaskan kembali sebelum disajikan.