
Resep Laksa Ala Singapura yang Gurih dan Enak untuk Menu Keluarga
“Laksa khas Singapura memiliki kuah bersantan kental dengan aneka lauk dengan rasa creamy dan pedas yang cukup tajam. Di Indonesia, jenis makanan ini populer dengan sebutan laksa Betawi, laksa Cibinong, atau laksa Bogor.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Laksa dan Kandungan Gizinya
- Manfaat Rempah dalam Kuah Laksa
- Cara Membuat Laksa Singapura Sehat
- Tips Mencegah Masalah Pencernaan
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Pencernaan? Tanya HILDA Dulu!
- FAQ
Laksa merupakan salah satu hidangan mi berkuah santan yang sangat populer di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kelezatan laksa terletak pada perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit asam yang berasal dari berbagai rempah-rempah tradisional. Namun, bagi kamu yang sedang menjaga kesehatan atau menjalani diet tertentu, kandungan santan dan garam yang tinggi dalam laksa sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri.
Memahami cara membuat laksa yang lebih sehat bukan berarti menghilangkan cita rasanya yang khas. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan teknik memasak yang lebih modern, kamu tetap bisa menikmati semangkuk laksa tanpa perlu merasa bersalah. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai nutrisi di balik bumbu laksa serta bagaimana mengolahnya agar tetap ramah bagi kesehatan jantung dan pencernaan kamu.
Sebagai seorang apoteker, saya sering melihat keluhan kesehatan muncul akibat pola makan yang kurang seimbang, terutama setelah mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan bumbu tajam. Penting untuk kamu ketahui bahwa kunci utama menikmati makanan enak adalah moderasi dan pemilihan bahan berkualitas. Mari pelajari lebih lanjut bagaimana menyajikan hidangan lezat ini dengan cara yang lebih bergizi.
Nah, mau tahu apa saja tips dan cara membuat laksa yang sehat serta rekomendasi penanganan jika pencernaan terganggu? Berikut ulasannya!
Mengenal Laksa dan Kandungan Gizinya
Laksa secara umum terbagi menjadi dua jenis besar: laksa kari yang menggunakan santan kental dan laksa asam yang menggunakan kaldu ikan dengan rasa asam yang dominan. Keduanya memiliki profil nutrisi yang berbeda. Laksa kari cenderung tinggi kalori karena penggunaan santan yang merupakan sumber lemak jenuh. Namun, di balik itu, laksa juga kaya akan protein dari bahan pendampingnya seperti udang, ayam, atau telur rebus.
Karbohidrat dalam laksa biasanya didapat dari mi beras atau bihun. Dari sisi kesehatan, mi beras memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan mi instan berbasis terigu, sehingga lebih aman untuk menjaga kestabilan gula darah. Selain itu, kehadiran sayuran seperti tauge dan daun kemangi memberikan asupan serat serta mikronutrien penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
Manfaat Rempah dalam Kuah Laksa
Sebagai produk kuliner yang kaya rempah, laksa mengandung banyak zat aktif farmakologis yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut adalah beberapa komponen utama dalam bumbu halus laksa:
1. Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat sebagai antiinflamasi alami. Zat ini sangat baik untuk membantu meredakan peradangan ringan dalam tubuh dan mendukung kesehatan fungsi hati. Dalam konteks farmakologi, kurkumin juga dikenal memiliki efek antioksidan yang kuat.
2. Lengkuas dan Jahe
Kedua rimpang ini berfungsi untuk merangsang sistem pencernaan dan mengurangi rasa mual atau kembung. Sifat hangatnya membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan rasa nyaman pada perut setelah makan makanan yang berat.
3. Bawang Putih dan Merah
Keduanya mengandung senyawa alisin dan flavonoid yang baik untuk kesehatan kardiovaskular. Bawang putih secara tradisional dipercaya dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat sebagai bagian dari pola makan sehat.
4. Cabai
Kandungan kapsaisin dalam cabai tidak hanya memberikan rasa pedas, tetapi juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh secara sementara (efek termogenik) dan melepaskan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati.
Cara Membuat Laksa Singapura Sehat
Untuk membuat laksa ala Singapura yang tetap enak namun lebih sehat, kamu bisa mengikuti panduan berikut ini. Fokus utamanya adalah mengurangi lemak jenuh tanpa mengorbankan konsistensi kuah yang kental.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:
- 200 gram mi beras atau bihun (direbus matang).
- 150 gram udang kupas (sumber protein rendah lemak).
- 100 gram dada ayam rebus, suwir-suwir.
- 2 butir telur rebus, belah dua.
- 100 gram tauge segar.
- 500 ml kaldu udang buatan sendiri (dari rebusan kulit udang).
- 250 ml susu evaporasi atau fiber creme sebagai pengganti santan kental.
- 1 batang serai, memarkan.
- 3 lembar daun jeruk.
Bumbu Halus:
- 5 butir bawang merah.
- 3 siung bawang putih.
- 2 ruas kunyit bakar.
- 1 ruas lengkuas.
- 2 butir kemiri sangrai.
- 3 buah cabai merah keriting (sesuaikan selera pedas).
- 1 sendok teh terasi bakar (opsional).
Langkah Pembuatan:
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa hingga harum dan matang sempurna. Pastikan bumbu tidak mentah agar rasa “langu” hilang.
- Masukkan serai dan daun jeruk untuk menambah aroma segar.
- Tuangkan kaldu udang, masak hingga mendidih. Kaldu udang alami memberikan rasa umami yang kuat tanpa perlu banyak tambahan penyedap rasa (MSG).
- Kecilkan api, lalu masukkan susu evaporasi atau bubuk fiber creme. Aduk terus agar tidak pecah. Penggunaan bahan ini secara signifikan mengurangi kadar lemak jenuh dibandingkan santan tradisional.
- Masukkan udang, masak hingga berubah warna menjadi kemerahan. Jangan masak terlalu lama agar tekstur udang tetap kenyal.
- Tata mi beras, tauge, dan ayam suwir di dalam mangkuk saji.
- Siram dengan kuah panas yang gurih.
- Hiasi dengan telur rebus dan daun kemangi atau daun ketumbar sesuai selera.
Tips Makan Sehat Saat Mengonsumsi Laksa
- Batasi Kuah: Meskipun enak, sebagian besar sodium (garam) dan lemak ada pada kuahnya. Cobalah untuk tidak menghabiskan seluruh kuah hingga tetes terakhir.
- Perbanyak Sayur: Tambahkan lebih banyak tauge atau potongan mentimun untuk meningkatkan asupan serat agar perut kenyang lebih lama.
- Pilih Protein Tanpa Lemak: Gunakan lebih banyak udang atau dada ayam daripada jeroan atau daging berlemak.
Tips Mencegah Masalah Pencernaan
Makanan bersantan dan pedas seperti laksa terkadang bisa memicu masalah pencernaan, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat maag atau GERD. Jika setelah makan kamu merasakan gejala seperti nyeri ulu hati, kembung, atau begah, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.
Pertama, hindari langsung berbaring setelah makan. Berikan waktu minimal 2 jam agar proses pengosongan lambung berjalan lancar. Kedua, kamu bisa menyiapkan obat-obatan umum untuk lambung. Jika gejala ringan menetap, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang tersedia untuk membantu menetralisir asam lambung atau mengurangi gas di perut.
Namun, jika nyeri perut terasa sangat hebat, terjadi diare terus-menerus, atau disertai demam, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc. Mendapatkan diagnosis yang tepat dari tenaga medis profesional sangat penting agar kondisi kamu tidak semakin memburuk.
Studi Mengenai Rempah dan Kesehatan Pencernaan
Foods Journal menerbitkan studi di tahun 2017 yang menjelaskan bahwa kurkumin dalam kunyit memiliki potensi besar dalam mengelola kondisi peradangan pada saluran pencernaan. Studi ini menyoroti bahwa kurkumin dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus yang berperan penting dalam imunitas tubuh.
Selain itu, penggunaan rempah seperti jahe yang sering ditemukan dalam bumbu laksa telah terbukti secara klinis dapat mempercepat proses pengosongan lambung (gastric emptying). Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang sering mengalami dispepsia atau rasa penuh di perut setelah mengonsumsi makanan kaya lemak.
Dengan demikian, bumbu-bumbu yang ada di dalam semangkuk laksa bukan sekadar penambah rasa, melainkan juga “obat alami” yang jika diolah dengan benar, memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang kamu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut kembung atau begah setelah makan laksa, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Turmeric and Curcumin: Health Benefits and Uses.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fats: Know which to choose.
NCBI – PMC. Diakses pada 2026. Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Ginger.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Profil Nutrisi dan Manfaat Rempah Asli Indonesia.
FAQ
1. Apakah penderita maag boleh makan laksa?
Boleh saja, asalkan tingkat kepedasan dikurangi dan santan diganti dengan alternatif yang lebih ringan seperti susu rendah lemak atau fiber creme untuk mencegah iritasi lambung.
2. Apa pengganti santan yang paling sehat untuk laksa?
Susu evaporasi, susu almond tanpa pemanis, atau krimer nabati tinggi serat (fiber creme) adalah pilihan yang lebih baik karena mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan santan kental.
3. Mengapa laksa sering membuat perut terasa begah?
Hal ini disebabkan oleh kombinasi lemak tinggi dari santan dan karbohidrat dari mi yang memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung.
4. Apakah mi beras dalam laksa bebas gluten?
Ya, mi yang terbuat murni dari tepung beras secara alami bebas gluten, sehingga aman bagi penderita intoleransi gluten atau penyakit celiac.


