Ad Placeholder Image

Resep Pais Pisang Khas Banjar yang Lembut dan Legit

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Resep Pais Pisang Khas Banjar yang Lembut dan Legit

Resep Pais Pisang Khas Banjar yang Lembut dan LegitResep Pais Pisang Khas Banjar yang Lembut dan Legit

DAFTAR ISI


Kudapan tradisional Indonesia selalu memiliki daya tarik tersendiri, bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena metode pengolahannya yang sering kali lebih sehat dibandingkan camilan modern. Salah satu yang paling populer di Kalimantan Selatan adalah Pais Pisang. Makanan ini mirip dengan nagasari, namun memiliki karakteristik tekstur dan aroma yang khas karena penggunaan daun pisang sebagai pembungkusnya.

Bagi kamu yang sedang menjalankan pola hidup sehat, memilih camilan yang dikukus seperti pais adalah langkah yang cerdas. Pais pisang menggunakan bahan dasar buah pisang yang kaya akan kalium dan serat, dikombinasikan dengan tepung dan santan secukupnya. Proses pengukusan menjaga kandungan nutrisi dalam pisang tetap terjaga dengan baik tanpa tambahan lemak jenuh dari minyak goreng.

Namun, terkadang konsumsi makanan berbahan dasar tepung dan santan bisa memicu keluhan bagi pemilik lambung sensitif. Jika setelah makan kamu merasa perut tidak nyaman, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kesehatan pencernaanmu.

Nah, mau tahu bagaimana cara membuat kudapan ini tetap sehat dan apa saja manfaatnya bagi tubuh? Berikut ulasannya!

Mengenal Pais Pisang Khas Banjar

Pais pisang adalah hidangan tradisional yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Banjar. Kata “pais” sendiri dalam bahasa setempat merujuk pada metode memasak dengan cara membungkus makanan menggunakan daun pisang, yang kemudian dikukus atau dibakar. Untuk varian pais pisang, metode utamanya adalah dikukus hingga adonan menjadi padat namun tetap lembut di lidah.

Berbeda dengan jajanan pasar lainnya yang sering kali menggunakan bahan pengawet, pais pisang tradisional biasanya mengandalkan kesegaran buah pisang itu sendiri. Jenis pisang yang sering digunakan adalah pisang talas atau pisang kepok karena teksturnya yang tidak mudah hancur dan rasa manisnya yang pas saat matang.

Manfaat Kesehatan Bahan Utama Pais

Mengkonsumsi pais pisang dalam porsi yang wajar dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, terutama berasal dari bahan utamanya:

1. Pisang sebagai Sumber Kalium

Pisang dikenal luas sebagai buah yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. Kandungan kalium di dalamnya membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dan mendukung fungsi otot serta saraf.

2. Serat Pektin untuk Pencernaan

Pisang mengandung serat larut yang disebut pektin. Serat ini membantu melancarkan sistem pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok bagi kamu yang sedang menjaga berat badan.

3. Daun Pisang sebagai Antioksidan

Tahukah kamu bahwa membungkus makanan dengan daun pisang bukan hanya soal aroma? Daun pisang mengandung polifenol, sejenis antioksidan yang dapat meresap ke dalam makanan saat dikukus, membantu menangkal radikal bebas.

Tips Memilih Pisang untuk Pais
  1. Gunakan pisang kepok yang sudah sangat matang agar rasa manisnya alami tanpa perlu banyak tambahan gula pasir.
  2. Pastikan tekstur pisang masih kenyal dan tidak lembek berlebihan agar pais tidak hancur saat dikukus.
  3. Pilih pisang yang kulitnya sudah mulai muncul bintik hitam, karena biasanya kadar antioksidannya mencapai puncak pada tahap ini.

Cara Membuat Pais Pisang yang Sehat

Membuat pais pisang di rumah memungkinkan kamu untuk mengontrol kualitas bahan. Berikut adalah langkah-langkah simpel untuk membuat pais pisang yang lembut dan legit:

Bahan-bahan:

  • 500 gram pisang kepok matang, haluskan kasar.
  • 150 gram tepung beras kualitas baik.
  • 50 gram tepung tapioka (untuk tekstur kenyal).
  • 200 ml santan encer (bisa diganti dengan santan kedelai untuk opsi lebih rendah lemak).
  • Sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa.
  • Daun pisang secukupnya, layukan di atas api kecil agar tidak mudah sobek.

Cara Membuat:

  1. Campurkan pisang yang sudah dihaluskan dengan tepung beras, tapioka, dan garam. Aduk hingga merata.
  2. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga menjadi adonan yang kental.
  3. Ambil selembar daun pisang, letakkan 2-3 sendok makan adonan di tengahnya.
  4. Lipat daun pisang dengan rapi dan sematkan lidi di kedua ujungnya.
  5. Kukus selama 25-30 menit hingga matang sempurna dan aroma daun pisang tercium harum.
  6. Angkat dan dinginkan sebelum disajikan.

Tips Menikmati Pais Tanpa Rasa Begah

Meski sehat, penggunaan tepung dan santan kadang membuat perut terasa penuh. Jika kamu sering mengalami keluhan lambung setelah makan camilan tradisional, pastikan kamu mengunyahnya dengan perlahan. Proses pengunyahan yang sempurna membantu enzim di mulut memecah karbohidrat lebih awal sebelum masuk ke lambung.

Apabila gejala perut kembung atau perih tetap muncul, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti antasida atau suplemen enzim pencernaan agar kenyamananmu tetap terjaga. Selalu perhatikan porsi konsumsi, terutama jika kamu memiliki riwayat diabetes karena pisang matang memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi.

Studi Mengenai Manfaat Makanan yang Dikukus

The British Journal of Nutrition menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa metode pengolahan makanan dengan pengukusan (steaming) secara signifikan lebih baik dalam mempertahankan profil vitamin larut air seperti Vitamin C dan Vitamin B dibandingkan dengan merebus atau menggoreng.

Dalam konteks pais pisang, pengukusan memastikan bahwa vitamin B6 yang tinggi pada pisang tetap terjaga. Vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme protein dan pembentukan sel darah merah di dalam tubuh manusia.

Jika kamu merasakan perubahan kesehatan yang tidak biasa setelah mencoba resep baru, atau ingin mengetahui diet yang tepat untuk kondisi medis tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan yang akurat serta konsultasi profesional dengan praktis dan cepat melalui Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 11 Evidence-Based Health Benefits of Bananas.
Journal of Food Science and Technology. Diakses pada 2026. Impact of Cooking Methods on the Nutritional Quality of Vegetables.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Kandungan Gizi dan Manfaat Pisang.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary Fiber: Essential for a Healthy Diet.

FAQ

1. Apakah pais pisang aman untuk penderita asam lambung?

Umumnya aman karena teksturnya lembut dan dikukus. Namun, kurangi jumlah santan kental dan pastikan pisang yang digunakan benar-benar matang agar tidak mengandung pati resisten yang sulit dicerna.

2. Jenis pisang apa yang paling cocok untuk membuat pais?

Pisang kepok adalah pilihan terbaik karena memiliki tekstur yang tetap padat setelah dikukus dan rasa yang manis alami.

3. Bagaimana cara menyimpan pais pisang agar tahan lama?

Pais pisang dapat disimpan di dalam lemari es selama 2-3 hari. Sebelum dikonsumsi, kamu bisa mengukusnya kembali sebentar agar teksturnya kembali lembut.

4. Bisakah gula dalam resep pais diganti dengan pemanis lain?

Tentu saja. Kamu bisa menggunakan stevia atau madu sebagai pengganti gula pasir untuk mengurangi asupan kalori dan menjaga kadar gula darah.


## Punya Keluhan Pencernaan Setelah Makan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sering merasa perut begah atau tidak nyaman setelah menikmati camilan tradisional? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.