Ad Placeholder Image

Resesi Gigi: Cara Mudah Atasi Gusi Turun dan Sensitif

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Mei 2026

Resesi Gigi Bikin Ngilu? Begini Cara Mengatasinya.

Resesi Gigi: Cara Mudah Atasi Gusi Turun dan SensitifResesi Gigi: Cara Mudah Atasi Gusi Turun dan Sensitif

Apa Itu Resesi Gigi (Gusi Turun)? Penyebab, Gejala, dan Perawatannya

Resesi gigi, atau yang lebih dikenal sebagai gusi turun, merupakan kondisi umum pada jaringan gusi. Kondisi ini terjadi ketika margin gusi yang mengelilingi gigi tertarik ke bawah atau menyusut, membuat bagian akar gigi menjadi terekspos. Akibatnya, gigi dapat tampak lebih panjang dari biasanya dan seringkali menimbulkan masalah kesehatan mulut yang serius.

Gusi yang turun tidak hanya mengganggu estetika senyum, tetapi juga meningkatkan sensitivitas gigi. Gigi bisa terasa ngilu atau nyeri saat terpapar makanan dan minuman panas, dingin, atau bahkan sentuhan. Paparan akar gigi juga membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan gigi, seperti karies (lubang) dan penyakit periodontal.

Mengenali Gejala Resesi Gigi

Mengidentifikasi gejala resesi gigi sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Gejala resesi gigi dapat bervariasi tingkat keparahannya pada setiap individu.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala umum resesi gigi yang patut diwaspadai:

  • Sensitivitas Gigi Meningkat: Ini adalah gejala paling umum, di mana gigi terasa ngilu atau nyeri saat mengonsumsi makanan/minuman panas, dingin, manis, atau asam. Paparan akar gigi yang tidak terlindungi gusi menjadi penyebab utama sensitivitas ini.
  • Gigi Terlihat Lebih Panjang: Akar gigi yang terekspos membuat gigi tampak lebih panjang dari gigi sebelahnya atau lebih panjang dari ukuran normalnya.
  • Perubahan Warna Gigi: Akar gigi memiliki warna yang sedikit lebih gelap atau kekuningan dibandingkan mahkota gigi. Ketika akar terekspos, dapat terlihat perbedaan warna yang mencolok.
  • Perubahan Tekstur pada Garis Gusi: Gusi mungkin terasa lembut, bengkak, atau merah di area yang mengalami resesi.
  • Gusi Berdarah Saat Menyikat Gigi atau Flossing: Meskipun ini lebih merupakan tanda penyakit gusi, dapat juga menjadi indikasi adanya resesi.
  • Napas Bau (Halitosis) dan Rasa Tidak Enak di Mulut: Penumpukan plak dan bakteri di area gusi yang meradang dapat menyebabkan masalah ini.

Penyebab Utama Resesi Gigi

Resesi gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang terkait dengan kebiasaan sehari-hari maupun kondisi kesehatan tertentu. Memahami penyebabnya membantu dalam upaya pencegahan dan penanganan yang tepat.

Kebiasaan Menyikat Gigi yang Salah

Menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi dengan bulu yang terlalu kaku dapat merusak jaringan gusi. Tekanan berlebihan saat menyikat dapat mengikis gusi seiring waktu, menyebabkan gusi tertarik ke bawah.

Penyakit Gusi (Periodontitis)

Penyakit gusi, seperti gingivitis (radang gusi) dan periodontitis (infeksi gusi serius), merupakan penyebab utama resesi. Bakteri dalam plak dan karang gigi memicu peradangan yang merusak jaringan gusi dan tulang penyangga gigi, menyebabkan gusi menyusut.

Trauma atau Cedera pada Gusi

Cedera fisik pada gusi akibat benturan, gigitan yang tidak rata (maloklusi), atau kebiasaan buruk seperti menggesekkan gigi (bruxism) juga bisa memicu resesi. Piercing pada bibir atau lidah yang bergesekan dengan gusi juga dapat menyebabkan trauma lokal.

Faktor Usia dan Genetik

Proses penuaan secara alami dapat menyebabkan gusi menjadi lebih rentan terhadap resesi. Selain itu, beberapa individu mungkin memiliki predisposisi genetik terhadap gusi yang tipis atau struktur tulang yang membuat mereka lebih rentan mengalami gusi turun.

Pilihan Pengobatan untuk Resesi Gigi

Penanganan resesi gigi bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Dokter gigi akan merekomendasikan opsi perawatan yang paling sesuai setelah pemeriksaan menyeluruh.

Perbaikan Teknik Menyikat Gigi

Jika penyebabnya adalah kebiasaan menyikat gigi yang salah, dokter gigi akan mengedukasi tentang teknik menyikat gigi yang benar. Penggunaan sikat gigi berbulu lembut dan tekanan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Scaling dan Root Planing

Prosedur ini melibatkan pembersihan karang gigi dan plak yang menumpuk di atas dan di bawah garis gusi. Root planing dilakukan untuk menghaluskan permukaan akar gigi, menghilangkan bakteri, dan membantu gusi melekat kembali pada gigi.

Prosedur Cangkok Jaringan Gusi

Untuk kasus resesi gigi yang parah, prosedur bedah cangkok jaringan gusi mungkin diperlukan. Dalam prosedur ini, dokter gigi mengambil sedikit jaringan gusi dari area lain di mulut (misalnya langit-langit mulut) atau menggunakan bahan cangkok sintetis. Jaringan ini kemudian ditransplantasikan ke area gusi yang mengalami resesi untuk menutupi akar gigi yang terekspos dan meregenerasi jaringan gusi yang hilang.

Perawatan Lainnya

Dokter gigi mungkin juga merekomendasikan penggunaan resin komposit untuk menutupi permukaan akar yang terekspos. Dalam beberapa kasus, perawatan ortodontik (kawat gigi) dapat membantu menyesuaikan posisi gigi dan gusi.

Pencegahan Resesi Gigi yang Efektif

Pencegahan adalah kunci untuk menjaga kesehatan gusi dan mencegah resesi gigi. Kebiasaan perawatan mulut yang baik dan kunjungan rutin ke dokter gigi sangat membantu.

  • Menjaga Kebersihan Mulut Optimal: Sikat gigi dua kali sehari dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Pastikan menggunakan teknik menyikat yang benar dengan gerakan melingkar atau vertikal, bukan horizontal. Jangan lupa membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) setiap hari.
  • Kunjungan Rutin ke Dokter Gigi: Lakukan pemeriksaan gigi dan pembersihan karang gigi (scaling) secara teratur, setidaknya enam bulan sekali. Ini membantu mendeteksi dan mengatasi masalah gusi sejak dini sebelum menjadi parah.
  • Mengelola Kebiasaan Buruk: Hindari kebiasaan seperti merokok, menggesekkan gigi (bruxism) dengan menggunakan pelindung mulut saat tidur, dan periksa penempatan piercing bibir atau lidah.
  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan batasi asupan gula yang dapat berkontribusi pada penumpukan plak.

Resesi gigi adalah kondisi yang perlu perhatian serius untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Jika mengalami gejala resesi gigi, segera konsultasikan dengan dokter gigi profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat, serta informasi mendetail tentang menjaga kesehatan gusi secara optimal.