Ad Placeholder Image

Restless Legs Syndrome: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Februari 2026

Restless Leg Syndrome: Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi

Restless Legs Syndrome: Gejala, Penyebab, & Cara MengatasiRestless Legs Syndrome: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Restless Legs Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Restless Legs Syndrome (RLS) atau Sindrom Kaki Gelisah adalah kondisi neurologis yang menyebabkan dorongan tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Sensasi tidak nyaman seperti merayap, geli, atau kesemutan sering menyertai dorongan ini. Gejala RLS cenderung memburuk saat istirahat, duduk, atau berbaring, yang sering kali menyebabkan insomnia parah dan kelelahan di siang hari.

Daftar Isi:

* [Apa Itu Restless Legs Syndrome (RLS)?](#apa-itu-restless-legs-syndrome-rls)
* [Gejala Restless Legs Syndrome](#gejala-restless-legs-syndrome)
* [Penyebab Restless Legs Syndrome](#penyebab-restless-legs-syndrome)
* [Diagnosis Restless Legs Syndrome](#diagnosis-restless-legs-syndrome)
* [Cara Mengatasi Restless Legs Syndrome](#cara-mengatasi-restless-legs-syndrome)
* [Komplikasi Restless Legs Syndrome](#komplikasi-restless-legs-syndrome)
* [Kapan Harus ke Dokter?](#kapan-harus-ke-dokter)
* [Hubungan RLS dengan Kondisi Lain](#hubungan-rls-dengan-kondisi-lain)
* [Pencegahan Restless Legs Syndrome](#pencegahan-restless-legs-syndrome)

Apa Itu Restless Legs Syndrome (RLS)?

RLS, juga dikenal sebagai penyakit Willis-Ekbom, adalah gangguan sistem saraf yang menimbulkan keinginan kuat untuk menggerakkan kaki. Kondisi ini sering disertai dengan sensasi tidak nyaman yang dijelaskan sebagai merayap, menarik, berdenyut, sakit, gatal, atau seperti sengatan listrik. Gejala-gejala ini cenderung lebih terasa saat sedang beristirahat, terutama di malam hari.

Gejala Restless Legs Syndrome

Gejala utama RLS adalah dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, terutama saat berbaring atau duduk. Sensasi tidak nyaman sering menyertai dorongan ini. Menggerakkan kaki, seperti berjalan atau meregangkan, dapat meredakan sensasi tersebut untuk sementara waktu. Gejala RLS sering kali lebih buruk pada malam hari.

Berikut adalah gejala umum RLS:

  • Dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, terutama saat istirahat.
  • Sensasi tidak nyaman seperti merayap, geli, atau kesemutan di kaki.
  • Gejala memburuk pada malam hari.
  • Mereda dengan gerakan.

Penyebab Restless Legs Syndrome

Penyebab RLS seringkali tidak diketahui (idiopatik). Namun, beberapa faktor dapat berperan dalam perkembangan RLS.

Berikut adalah beberapa potensi penyebab dan faktor risiko RLS:

  • Defisiensi zat besi: Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat memicu atau memperburuk RLS.
  • Kondisi kronis: Penyakit ginjal, diabetes, dan penyakit Parkinson dapat meningkatkan risiko RLS.
  • Kehamilan: Beberapa wanita mengalami RLS selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir.
  • Genetik: RLS dapat memiliki komponen genetik, dengan riwayat keluarga yang meningkatkan risiko.

Diagnosis Restless Legs Syndrome

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis RLS. Dokter biasanya mendiagnosis RLS berdasarkan deskripsi gejala, riwayat medis, dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin juga melakukan tes darah untuk memeriksa kadar zat besi dan menyingkirkan kondisi lain.

Cara Mengatasi Restless Legs Syndrome

Pengobatan RLS bertujuan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas tidur. Pengobatan dapat meliputi perubahan gaya hidup dan pengobatan.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi RLS:

  • Perubahan gaya hidup:
    • Menjaga jadwal tidur yang teratur.
    • Olahraga teratur (hindari olahraga berat menjelang tidur).
    • Berhenti merokok.
    • Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.
    • Mandi air hangat atau melakukan pijat kaki.
  • Pengobatan:
    • Agonis dopamin: Obat ini membantu menyeimbangkan dopamin di otak.
    • Levodopa: Obat ini juga meningkatkan kadar dopamin.
    • Gabapentinoid: Obat ini membantu mengurangi nyeri dan sensasi tidak nyaman.
    • Opioid: Dalam kasus yang parah, opioid dapat digunakan untuk meredakan gejala.

Komplikasi Restless Legs Syndrome

Komplikasi utama RLS adalah gangguan tidur kronis yang parah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk:

  • Kantuk berlebihan di siang hari.
  • Penurunan produktivitas.
  • Iritabilitas.
  • Penurunan kualitas hidup.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala RLS yang mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat membantu mendiagnosis RLS dan merekomendasikan pengobatan yang tepat. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Hubungan RLS dengan Kondisi Lain

Banyak orang dengan RLS juga menderita Periodic Limb Movement Disorder (PLMD), yang menyebabkan gerakan kaki yang tidak terkendali atau sentakan saat tidur. RLS juga dapat dikaitkan dengan kondisi lain seperti neuropati perifer.

Pencegahan Restless Legs Syndrome

Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah RLS, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko atau mengurangi keparahan gejala:

  • Memastikan asupan zat besi yang cukup.
  • Mengelola kondisi kronis seperti diabetes dan penyakit ginjal.
  • Menghindari alkohol dan kafein, terutama menjelang tidur.
  • Melakukan olahraga teratur.
  • Menjaga jadwal tidur yang teratur.

RLS dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, gejala RLS dapat dikelola dengan baik. Jika Anda mengalami gejala RLS, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.