Retraksi Puting: Pahami Artinya, Kapan Harus Diperiksa

Retraksi puting, atau dikenal juga sebagai puting tertarik ke dalam atau puting inversi, merupakan kondisi ketika ujung puting payudara masuk ke dalam. Kondisi ini bisa bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Penting untuk memahami bahwa retraksi puting dapat bersifat bawaan sejak lahir atau muncul tiba-tiba di kemudian hari, yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Apa itu Retraksi Puting?
Retraksi puting adalah kondisi anatomis di mana puting payudara tidak menonjol keluar, melainkan tertarik ke dalam atau sejajar dengan areola (area gelap di sekitar puting). Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua puting.
Secara umum, retraksi puting bisa dikategorikan menjadi beberapa tingkatan. Tingkat ringan mungkin memungkinkan puting untuk keluar dengan rangsangan dingin atau sentuhan, sementara tingkat yang lebih parah membuat puting tetap tertarik ke dalam.
Jika retraksi puting muncul sejak lahir, seringkali merupakan variasi normal dari anatomi puting dan umumnya tidak berbahaya. Namun, jika kondisi ini baru terjadi secara tiba-tiba, terutama hanya pada satu sisi payudara, hal ini memerlukan evaluasi medis segera untuk menyingkirkan kemungkinan masalah serius.
Gejala dan Tanda Bahaya Retraksi Puting
Gejala utama retraksi puting adalah posisi puting yang tertarik ke dalam atau tidak menonjol keluar. Puting bisa terlihat datar atau benar-benar terbalik ke dalam.
Beberapa tanda bahaya yang menyertai retraksi puting dan memerlukan pemeriksaan dokter antara lain:
- Puting yang sebelumnya normal tiba-tiba tertarik ke dalam.
- Retraksi puting hanya terjadi pada satu sisi payudara.
- Keluarnya cairan tidak normal dari puting, seperti darah atau cairan bening yang tidak terkait kehamilan atau menyusui.
- Teraba adanya benjolan atau penebalan jaringan di sekitar puting atau di payudara.
- Perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan, bengkak, atau berkerut seperti kulit jeruk.
- Rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang tidak biasa pada payudara.
Penyebab Retraksi Puting
Penyebab retraksi puting sangat bervariasi, mulai dari kondisi jinak hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Pemahaman mengenai penyebab ini krusial untuk menentukan penanganan yang tepat.
Berikut adalah beberapa penyebab umum retraksi puting:
-
Kelainan Bawaan (Kongenital)
Ini adalah penyebab paling umum. Puting bisa tertarik ke dalam sejak lahir karena perkembangan saluran susu yang lebih pendek dari normal, atau kurangnya jaringan penyokong di sekitar puting. Kondisi ini biasanya jinak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan, meskipun dapat memengaruhi menyusui atau menjadi perhatian kosmetik.
-
Jaringan Parut
Cedera pada payudara, operasi sebelumnya, atau infeksi dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut. Jaringan parut ini kemudian dapat menarik puting ke dalam. Ini seringkali terjadi setelah trauma atau peradangan.
-
Peradangan atau Infeksi (Mastitis)
Infeksi pada payudara, seperti mastitis, dapat menyebabkan peradangan dan pembentukan abses. Peradangan kronis ini bisa menyebabkan fibrosis (penebalan jaringan) yang menarik puting ke dalam. Mastitis non-laktasi, misalnya, dapat memicu retraksi.
-
Tumor atau Kanker Payudara
Ini adalah penyebab yang paling serius dan memerlukan perhatian medis segera. Tumor yang tumbuh di payudara, terutama di belakang puting, dapat menarik puting ke dalam saat ia berkembang. Kanker payudara inflamasi juga dapat menyebabkan retraksi puting disertai perubahan kulit payudara lainnya. Retraksi puting yang baru muncul dan hanya pada satu sisi adalah salah satu tanda yang patut diwaspadai sebagai gejala kanker payudara.
-
Ektasia Duktus Payudara
Kondisi ini terjadi ketika saluran susu di bawah puting melebar dan dindingnya menebal, seringkali disertai dengan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan puting tertarik ke dalam dan kadang disertai keluarnya cairan lengket.
Diagnosis Retraksi Puting
Diagnosis retraksi puting dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, termasuk kapan retraksi puting pertama kali disadari, apakah ada perubahan ukuran atau bentuk payudara, dan gejala lain yang menyertai.
Pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan, seperti mammografi, USG payudara, atau MRI payudara, untuk mengevaluasi jaringan payudara di bawahnya. Biopsi jaringan mungkin dilakukan jika ditemukan area yang mencurigakan untuk menentukan penyebab pasti retraksi.
Pengobatan Retraksi Puting
Penanganan retraksi puting sangat tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Jika penyebabnya adalah kelainan bawaan dan tidak menimbulkan masalah, mungkin tidak diperlukan pengobatan khusus.
Beberapa opsi penanganan meliputi:
-
Teknik Manual
Untuk retraksi puting ringan yang bersifat bawaan, teknik manual seperti manuver Hoffman dapat dicoba. Metode ini melibatkan peregangan areola secara perlahan untuk membantu puting menonjol keluar. Alat isap khusus atau cangkir puting juga bisa digunakan.
-
Operasi
Intervensi bedah mungkin dipertimbangkan untuk retraksi puting yang parah, yang mengganggu menyusui, atau demi alasan kosmetik. Prosedur operasi bertujuan untuk memotong saluran susu atau jaringan ikat yang menarik puting ke dalam, memungkinkan puting untuk menonjol keluar secara permanen.
-
Pengobatan Penyakit Penyebab
Jika retraksi puting disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau tumor, pengobatan akan difokuskan pada kondisi primernya. Ini bisa meliputi antibiotik untuk infeksi, obat anti-inflamasi, atau perawatan kanker seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi.
Kapan Harus ke Dokter?
Sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika retraksi puting baru muncul secara tiba-tiba, terutama jika hanya terjadi pada salah satu payudara. Prioritaskan kunjungan medis apabila disertai dengan keluarnya cairan dari puting, teraba benjolan baru di payudara, atau perubahan pada kulit payudara.
Pemeriksaan dini membantu memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang cepat, terutama jika ada indikasi kondisi serius seperti kanker payudara.
Kesimpulan
Retraksi puting adalah kondisi yang dapat memiliki berbagai penyebab, dari yang tidak berbahaya hingga indikator masalah kesehatan serius. Memahami perbedaannya dan mengenali tanda-tanda bahaya sangat penting untuk kesehatan payudara.
Jika mengalami retraksi puting yang baru atau mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Dapatkan saran dan diagnosis yang tepat dari dokter melalui Halodoc untuk penanganan terbaik.



