Ad Placeholder Image

Rhesus Negatif Menikah Rh Positif? Bisa Kok!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Nikah Beda Rhesus: Tetap Aman, Begini Caranya

Rhesus Negatif Menikah Rh Positif? Bisa Kok!Rhesus Negatif Menikah Rh Positif? Bisa Kok!

Memahami Rhesus Negatif Menikah dengan Rhesus Positif

Pernikahan antara wanita dengan golongan darah Rhesus (Rh) negatif dan pria Rh positif berpotensi menimbulkan kondisi yang disebut inkompatibilitas Rhesus selama kehamilan. Kondisi ini terjadi apabila janin yang dikandung mewarisi faktor Rh positif dari ayah, sementara ibu memiliki Rh negatif. Tubuh ibu dapat merespons sel darah merah janin yang berbeda ini sebagai benda asing. Respons tersebut memicu pembentukan antibodi yang berpotensi menyerang sel darah merah janin.

Meskipun pada kehamilan pertama risiko biasanya tidak terlalu parah karena tubuh ibu membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi, janin pertama tetap bisa terpapar. Namun, masalah serius umumnya muncul pada kehamilan kedua dan seterusnya. Potensi masalah yang bisa terjadi pada janin meliputi anemia hingga penyakit kuning. Penting untuk diketahui bahwa kondisi ini dapat dicegah dan dikelola dengan deteksi dini melalui tes darah rutin serta suntikan imunoglobulin, seperti Rho(D) Immune Globulin.

Apa Itu Faktor Rhesus?

Faktor Rhesus atau faktor Rh adalah jenis protein yang ditemukan pada permukaan sel darah merah. Individu dengan protein ini dikategorikan Rh positif, sedangkan yang tidak memilikinya adalah Rh negatif. Status Rh merupakan bagian dari golongan darah seseorang, yang diwarisi dari kedua orang tua. Penentuan status Rh ini penting dalam konteks kehamilan.

Penyebab Inkompatibilitas Rhesus dalam Kehamilan

Inkompatibilitas Rhesus terjadi ketika ada perbedaan faktor Rh antara ibu dan janin. Seorang wanita Rh negatif yang mengandung janin Rh positif berisiko mengalami kondisi ini. Paparan sel darah merah janin Rh positif ke dalam aliran darah ibu Rh negatif dapat memicu sistem kekebalan tubuh ibu. Hal ini menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi spesifik.

Antibodi ini dirancang untuk menyerang sel darah merah Rh positif yang dianggap sebagai ancaman. Umumnya, paparan awal terjadi selama persalinan pertama atau melalui perdarahan saat kehamilan. Setelah antibodi terbentuk, kehamilan berikutnya dengan janin Rh positif dapat berisiko lebih tinggi. Antibodi ibu dapat melewati plasenta dan menyerang sel darah merah janin, menyebabkan berbagai komplikasi.

Risiko dan Komplikasi pada Janin

Jika antibodi Rh terbentuk dalam tubuh ibu, potensi masalah pada janin dapat meningkat. Risiko utama meliputi:

  • Anemia Hemolitik pada Bayi: Antibodi ibu menyerang sel darah merah janin, menghancurkannya. Ini dapat menyebabkan anemia parah pada janin.
  • Penyakit Kuning pada Bayi: Penghancuran sel darah merah menghasilkan bilirubin berlebih. Janin tidak mampu memproses bilirubin ini dengan cepat, menyebabkan penumpukan yang bisa memicu penyakit kuning parah setelah lahir.
  • Hidrops Fetalis: Pada kasus yang ekstrem, anemia parah dan kerusakan organ bisa menyebabkan penumpukan cairan yang signifikan di berbagai bagian tubuh janin. Ini adalah kondisi yang sangat serius dan mengancam jiwa.
  • Masalah Neurologis: Bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi baru lahir, dikenal sebagai kernicterus.

Perlu diingat bahwa pada kehamilan pertama, risiko komplikasi cenderung lebih rendah. Hal ini karena pembentukan antibodi membutuhkan waktu. Namun, setiap kehamilan Rh positif berikutnya dapat menghadapi risiko yang lebih besar karena tubuh ibu sudah memiliki “memori” antibodi.

Pencegahan Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus sebagian besar dapat dicegah dengan intervensi medis yang tepat. Kunci pencegahan adalah deteksi dini dan pemberian imunoglobulin Rh.

  • Tes Darah Rutin: Semua wanita hamil disarankan untuk melakukan tes golongan darah dan faktor Rh pada kunjungan prenatal pertama. Jika ibu Rh negatif, tes tambahan untuk mencari antibodi Rh (skrining antibodi) akan dilakukan.
  • Suntikan Imunoglobulin Rho(D) (RhoGAM): Ini adalah langkah pencegahan paling efektif. Suntikan ini mengandung antibodi Rh yang akan “menipu” sistem kekebalan tubuh ibu. Apabila ada paparan sel darah merah Rh positif janin, imunoglobulin ini akan menghancurkannya sebelum sistem kekebalan ibu sempat membentuk antibodinya sendiri.

Suntikan Rho(D) Immune Globulin biasanya diberikan pada wanita Rh negatif pada waktu-waktu tertentu. Ini termasuk sekitar minggu ke-28 kehamilan dan lagi dalam 72 jam setelah melahirkan bayi Rh positif. Suntikan juga diberikan setelah prosedur medis invasif selama kehamilan, seperti amniosentesis, atau setelah keguguran, kehamilan ektopik, atau aborsi.

Pengelolaan Jika Antibodi Terbentuk

Apabila antibodi Rh sudah terbentuk dalam tubuh ibu, kehamilan akan dipantau lebih ketat. Pemantauan meliputi pemeriksaan darah berkala untuk mengukur kadar antibodi Rh. Ultrasonografi dan Doppler juga dapat digunakan untuk memantau kesehatan janin dan tanda-tanda anemia. Dalam kasus anemia janin yang parah, transfusi darah intrauterine dapat dilakukan. Ini adalah prosedur di mana darah ditransfusikan langsung ke janin saat masih di dalam rahim. Setelah lahir, bayi mungkin memerlukan fototerapi untuk penyakit kuning atau transfusi darah jika anemia parah.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting bagi setiap wanita yang berencana hamil atau sedang hamil untuk mengetahui golongan darah dan faktor Rh-nya. Jika diketahui seorang wanita Rh negatif menikah dengan pria Rh positif, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi dini memungkinkan dokter merencanakan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dan memantau kehamilan dengan cermat. Deteksi dan penanganan yang cepat adalah kunci untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.

Kesimpulan

Pernikahan antara rhesus negatif dan rhesus positif memiliki potensi risiko kehamilan yang serius, namun dapat dicegah dan dikelola secara efektif. Kunci utamanya adalah kesadaran dini dan kepatuhan terhadap rekomendasi medis. Melakukan tes darah untuk mengetahui status Rhesus sejak sebelum atau awal kehamilan sangat penting. Jika ada perbedaan Rhesus, suntikan imunoglobulin Rho(D) dapat secara signifikan mengurangi risiko. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, disarankan untuk segera menghubungi dokter atau ahli kandungan melalui layanan Halodoc guna mendapatkan panduan dan perawatan yang tepat.