Ad Placeholder Image

Rhinofaringitis Akut: Ini Flu Biasa, Kok!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Rhinofaringitis Akut: Gejala Flu Biasa dan Cara Mengobati

Rhinofaringitis Akut: Ini Flu Biasa, Kok!Rhinofaringitis Akut: Ini Flu Biasa, Kok!

Rhinofaringitis Akut adalah: Pahami Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Rhinofaringitis akut adalah kondisi medis yang merujuk pada infeksi serta peradangan akut yang terjadi pada nasofaring. Area nasofaring merupakan saluran di hidung dan tenggorokan bagian atas. Kondisi ini seringkali dikenal dengan sebutan “flu biasa” atau common cold.

Penyakit ini sangat umum terjadi, terutama pada anak-anak, dan memiliki tingkat penularan yang tinggi. Meskipun demikian, rhinofaringitis akut umumnya bersifat swasirna atau dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga satu minggu.

Apa Saja Gejala Rhinofaringitis Akut?

Mengenali gejala rhinofaringitis akut sangat penting untuk penanganan dini. Gejala yang muncul biasanya ringan hingga sedang dan berkembang secara bertahap.

Berikut adalah beberapa gejala umum dari rhinofaringitis akut:

  • Hidung meler atau tersumbat, yang dapat bervariasi dari ingus encer hingga kental.
  • Tenggorokan terasa tidak nyaman atau nyeri, terutama saat menelan.
  • Bersin-bersin yang sering.
  • Batuk, yang bisa berupa batuk kering atau batuk berdahak ringan.
  • Lakrimasi atau mata berair.
  • Demam ringan, dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi.
  • Kelemasan atau rasa tidak enak badan.

Gejala-gejala ini biasanya mencapai puncaknya dalam 2-3 hari pertama dan kemudian berangsur membaik.

Penyebab Rhinofaringitis Akut

Penyebab utama dari rhinofaringitis akut adalah infeksi virus. Ada beberapa jenis virus yang paling sering bertanggung jawab atas kondisi ini.

Virus-virus penyebab rhinofaringitis akut meliputi:

  • Rhinovirus, yang merupakan penyebab paling umum.
  • Coronavirus, salah satu jenis virus yang juga dapat menyebabkan flu biasa.
  • Adenovirus, yang juga dapat memicu berbagai infeksi pernapasan.

Infeksi bakteri jarang menjadi penyebab utama rhinofaringitis akut. Hal ini menjelaskan mengapa antibiotik tidak efektif untuk mengobati kondisi ini.

Bagaimana Rhinofaringitis Akut Menular?

Rhinofaringitis akut adalah penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi melalui beberapa cara, terutama dari orang ke orang.

Cara penularan rhinofaringitis akut meliputi:

  • Melalui udara, ketika penderita batuk atau bersin. Percikan air liur atau droplet yang mengandung virus akan menyebar ke udara dan dapat terhirup oleh orang lain.
  • Melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi. Virus dapat bertahan hidup di permukaan benda-benda seperti gagang pintu, meja, atau ponsel. Ketika seseorang menyentuh benda terkontaminasi lalu menyentuh wajahnya (hidung, mulut, mata), virus dapat masuk ke dalam tubuh.

Mengingat kemudahan penularannya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

Pengobatan Rhinofaringitis Akut

Pengobatan rhinofaringitis akut bersifat suportif, artinya bertujuan untuk meredakan gejala dan mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Tidak ada obat antivirus spesifik untuk flu biasa, dan antibiotik tidak diperlukan karena penyebabnya adalah virus.

Beberapa terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi rhinofaringitis akut adalah:

  • Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.
  • Hidrasi yang baik dengan minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah, atau sup. Ini membantu menjaga tenggorokan tetap lembap dan mencegah dehidrasi.
  • Menggunakan parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri, seperti sakit kepala atau nyeri tenggorokan.
  • Obat kumur antiseptik atau lozenges tenggorokan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada tenggorokan.
  • Semprot hidung saline dapat digunakan untuk membantu meringankan hidung tersumbat.

Rhinofaringitis akut umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Pencegahan Rhinofaringitis Akut

Mencegah rhinofaringitis akut melibatkan langkah-langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko penularan.

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk, bersin, atau menyentuh benda di tempat umum.
  • Menghindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, untuk mencegah masuknya virus.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Menggunakan masker di tempat umum, terutama saat musim flu.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan berolahraga secara teratur.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun rhinofaringitis akut umumnya ringan dan dapat sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung reda atau bertambah parah.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Nyeri dada atau nyeri di wajah yang parah.
  • Gejala yang tidak membaik setelah 10 hari.
  • Gejala yang tiba-tiba memburuk setelah beberapa hari membaik.
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil atau pusing.

Konsultasi dengan dokter dapat membantu memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain yang lebih serius.

Rhinofaringitis akut adalah kondisi yang umum, namun memahami gejalanya, penyebab, dan cara penanganannya dapat membantu mengelola penyakit ini dengan lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, Halodoc selalu siap menjadi sumber terpercaya dalam memberikan panduan kesehatan yang akurat dan komprehensif.