Ad Placeholder Image

Ringing Artinya? Arti, Beda Calling dan Kondisi Lain

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Ringing Artinya? Arti & Perbedaan Calling WhatsApp

Ringing Artinya? Arti, Beda Calling dan Kondisi LainRinging Artinya? Arti, Beda Calling dan Kondisi Lain

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu sedang asyik bekerja atau bersantai, lalu tiba-tiba merasa mendengar suara telepon masuk atau calling, padahal saat dicek layar smartphone kamu gelap dan tidak ada panggilan sama sekali? Kondisi mendengar suara dering (ringing) yang sebenarnya tidak ada ini adalah fenomena yang semakin umum terjadi di era digital saat ini. Secara medis dan psikologis, fenomena ini sering dikaitkan dengan kewaspadaan berlebih pada otak kita terhadap gawai.

Kondisi di mana kamu merasa mendengar nada dering panggilan (calling) atau getaran telepon ini dikenal dengan istilah Phantom Ringing Syndrome atau Ringxiety (kombinasi dari ringing dan anxiety). Walaupun terdengar sepele, jika hal ini terjadi terus-menerus, ini bisa menjadi sinyal bahwa sistem saraf dan otak kamu sedang mengalami kelelahan, stres, atau kecemasan tingkat tinggi yang perlu segera ditangani.

Sangat penting untuk bisa membedakan apakah suara “dering” yang kamu dengar adalah hasil dari halusinasi pendengaran ringan akibat stres (phantom ringing) atau justru merupakan gejala dari kondisi medis fisik pada telinga seperti tinnitus. Penanganan yang salah atau pembiaran dapat menyebabkan kualitas tidur menurun dan meningkatkan risiko gangguan kecemasan yang lebih parah.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara sensasi mendengar calling fiktif dengan kondisi medis lainnya, dan bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya? Mari kita bahas secara mendalam ulasan medis dan psikologis di bawah ini!

Apa Itu Phantom Ringing Syndrome?

Phantom Ringing Syndrome adalah sebuah fenomena psikologis di mana seseorang meyakini bahwa mereka mendengar suara telepon genggam mereka berdering (ringing) atau menerima panggilan (calling), padahal pada kenyataannya tidak ada panggilan atau notifikasi apapun. Otak manusia pada dasarnya adalah mesin pengenal pola yang sangat canggih. Ketika kita terlalu terbiasa menerima rangsangan tertentu—seperti nada dering telepon—otak akan terus-menerus bersiap dan mengantisipasi rangsangan tersebut.

Dalam kondisi stres atau kelelahan, ambang batas otak untuk menginterpretasikan suara latar belakang (seperti suara kipas angin, mesin cuci, atau angin) menjadi nada dering telepon menjadi sangat rendah. Otak secara keliru “mengisi” kekosongan suara tersebut dengan suara yang paling sering diantisipasinya, yaitu panggilan telepon masuk. Ini adalah bentuk halusinasi pendengaran ringan yang dipicu oleh kecemasan antisipatif.

Beda “Calling”, “Ringing” Fiktif, dan Tinnitus

Banyak orang yang bingung membedakan antara phantom ringing akibat menunggu panggilan telepon dengan kondisi telinga berdenging atau tinnitus. Keduanya memang melibatkan persepsi suara tanpa adanya sumber suara eksternal, tetapi penyebab dan sifatnya sangat berbeda.

Tinnitus adalah kondisi medis fisik yang terjadi di telinga bagian dalam atau sistem saraf pendengaran. Suara yang didengar pada penderita tinnitus biasanya berupa dengingan melengking, suara berdesis, atau detak yang konstan. Penyebab tinnitus meliputi paparan suara bising dalam waktu lama, infeksi telinga, penumpukan kotoran telinga, atau penurunan fungsi pendengaran akibat usia (presbikusis). Tinnitus tidak ada hubungannya dengan antisipasi terhadap smartphone.

Sebaliknya, ringing fiktif atau mendengar calling dari telepon adalah murni fenomena psikologis-neurologis yang spesifik pada suara gawai kamu. Jika kamu mematikan telepon atau menjauhkannya selama beberapa hari, fenomena phantom ringing biasanya akan menghilang, sementara tinnitus akan tetap ada terlepas dari keberadaan gawai di dekatmu.

Faktor Pemicu Sensasi “Calling” Fiktif
  1. Stres Pekerjaan: Menunggu email atau panggilan penting dari atasan atau klien.
  2. Kelelahan Otak (Brain Fog): Kurangnya waktu tidur membuat otak salah memproses sinyal audio.
  3. Adiksi Gadget: Ketergantungan pada pelepasan dopamin setiap kali menerima notifikasi.

Penyebab Sering Mendengar Suara Telepon Berdering

Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa sangat sering mengalami kondisi mendengar dering telepon fiktif. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya dari kacamata medis dan psikologi:

1. Kecemasan dan Kewaspadaan Berlebih (Hypervigilance)

Saat kamu berada dalam situasi yang menegangkan atau memiliki anxiety, sistem saraf simpatik (mode fight or flight) akan aktif. Hal ini membuat panca indera, termasuk pendengaran, menjadi sangat sensitif. Otak berusaha mendeteksi ancaman atau informasi penting sekecil apapun, sehingga suara latar belakang yang netral pun diterjemahkan sebagai dering telepon.

2. Pareidolia Auditori

Sama seperti saat kita melihat bentuk wajah pada awan (pareidolia visual), otak juga bisa melakukan pareidolia auditori. Otak kita mengambil suara acak atau white noise dari lingkungan sekitar dan merangkainya menjadi pola suara yang sangat kita kenal, yaitu nada dering telepon. Kondisi ini bukan tanda gangguan jiwa berat, melainkan efek samping dari otak yang bekerja terlalu keras.

3. Gangguan Tidur dan Kelelahan Mental

Kurang tidur secara drastis menurunkan kemampuan korteks prefrontal di otak untuk menyaring informasi sensorik yang masuk. Jika kamu mengalami gangguan tidur, stres, atau anxiety yang memburuk, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan ahlinya. Jangan biarkan kelelahan kronis merusak kualitas hidup dan persepsi sensorik kamu sehari-hari.

Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran Fiktif dan Stres

Jika intensitas mendengar suara panggilan atau ringing fiktif ini mulai mengganggu konsentrasi, ada beberapa langkah perubahan gaya hidup dan manajemen stres yang bisa kamu terapkan:

1. Lakukan Diet Digital (Digital Detox)

Cobalah untuk menjauhkan telepon genggam dari jangkauan pandangan dan pendengaran pada jam-jam tertentu, misalnya satu jam sebelum tidur. Nonaktifkan notifikasi yang tidak penting. Hal ini akan “melatih ulang” otak kamu untuk tidak terus-menerus mengantisipasi suara panggilan masuk.

2. Ubah Nada Dering (Ringtone) Secara Berkala

Mengubah nada dering dapat memecah pola kebiasaan di otak. Jika otak terbiasa mengantisipasi satu jenis nada, mengubahnya menjadi nada yang benar-benar berbeda dapat mengurangi kejadian phantom ringing karena otak harus membangun pola asosiasi yang baru.

3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Sistem Saraf

Terkadang, kelelahan saraf dan sensitivitas sensorik yang berlebihan juga dipengaruhi oleh kurangnya asupan vitamin neurotropik. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan saraf dengan mengonsumsi vitamin, suplemen kesehatan, atau vitamin B kompleks yang bisa kamu dapatkan dengan mudah secara online. Nutrisi yang tepat sangat membantu memperkuat sel-sel saraf dalam merespons stres.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar kasus mendengar panggilan fiktif (phantom ringing) tidak berbahaya, ada kalanya gejala ini menjadi alarm untuk masalah kesehatan yang lebih serius. Kamu harus segera mencari bantuan medis profesional jika:

  • Suara deringan tidak lagi terdengar seperti nada dering telepon, melainkan suara desisan, dengungan konstan, atau detak jantung (indikasi kuat Tinnitus).
  • Kondisi ini disertai dengan rasa sakit di dalam telinga, keluarnya cairan dari telinga, atau penurunan daya pendengaran secara tiba-tiba.
  • Sensasi mendengar suara fiktif berubah menjadi suara percakapan, perintah, atau halusinasi auditori kompleks lainnya, yang bisa mengindikasikan masalah kejiwaan serius.
  • Menyebabkan insomnia parah atau serangan panik.

Studi Mengenai Phantom Ringing Syndrome

Computers in Human Behavior menerbitkan studi di tahun 2016 yang menjelaskan bahwa lebih dari 80% mahasiswa yang disurvei melaporkan pernah mengalami Phantom Vibration Syndrome atau Phantom Ringing.

Studi tersebut menemukan korelasi positif yang kuat antara tingkat stres psikologis dan frekuensi mengalami sindrom ini. Peneliti menyimpulkan bahwa teknologi telah menjadi ekstensi dari sistem saraf manusia modern, sehingga antisipasi terhadap interaksi sosial digital mengubah cara kerja korteks auditori di otak dalam memproses suara sehari-hari.

Menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan dunia digital adalah kunci utama. Jika gejala yang kamu rasakan semakin memberat dan memengaruhi fungsi pendengaran, jangan ragu untuk memeriksakan diri.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan saraf dan telinga dengan praktis dan cepat di aplikasi kesehatan terpercaya.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis THT atau psikolog klinis terkait masalah pendengaran atau stres yang sedang dialami agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah sering mendengar nada dering panggilan (calling) fiktif tanda gangguan jiwa?

Tidak selalu. Pada sebagian besar kasus, ini hanyalah fenomena psikologis ringan yang disebut Phantom Ringing Syndrome akibat stres, kelelahan, dan terlalu sering menatap gawai. Namun, jika suara yang didengar berupa bisikan atau perintah, itu bisa mengarah pada kondisi kejiwaan.

2. Apa bedanya kondisi ini dengan tinnitus?

Phantom ringing sangat spesifik pada suara gawai atau notifikasi yang diantisipasi oleh otak. Sementara tinnitus adalah masalah fisik pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran, di mana penderitanya mendengar suara denging, desis, atau detak yang konstan dan tidak berkaitan dengan telepon.

3. Bagaimana cara praktis menghilangkan kebiasaan mendengar dering fiktif ini?

Langkah paling praktis adalah menjauhkan ponsel dari jangkauan pandangan, mematikan notifikasi tidak penting, dan mengganti nada dering (ringtone) kamu. Mengistirahatkan otak dengan tidur yang cukup juga sangat membantu memulihkan kemampuan sensorik otak.

4. Apakah stres bisa merusak pendengaran secara fisik?

Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke telinga bagian dalam. Walaupun stres tidak merusak pendengaran secara langsung, stres kronis dapat memperburuk gejala tinnitus dan membuat otak salah mengartikan sinyal suara dari lingkungan sekitar.

Referensi:
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Tinnitus.
WebMD. Diakses pada 2024. Phantom Vibration Syndrome: Is It Real?
American Psychological Association. Diakses pada 2024. Stress effects on the body.
Computers in Human Behavior Journal. Diakses pada 2024. Phantom vibrations among undergraduates: Prevalence and associated psychological characteristics.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT atau Psikiater via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT atau Psikiater terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang