Ad Placeholder Image

Ringing Artinya: Dering Telepon Aktif, Panggilan Masuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Ringing Artinya: Panggilanmu Berdering, Sudah Tersambung!

Ringing Artinya: Dering Telepon Aktif, Panggilan Masuk!Ringing Artinya: Dering Telepon Aktif, Panggilan Masuk!

Istilah “ringing” seringkali membingungkan karena memiliki beragam arti tergantung pada konteks penggunaannya. Secara umum, “ringing” dapat merujuk pada bunyi dering sebuah panggilan telepon yang masuk atau merujuk pada sensasi telinga berdenging dalam konteks kesehatan. Memahami perbedaan ini penting untuk mengidentifikasi situasi dengan tepat, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam mengenali potensi kondisi medis.

Apa Itu Ringing Artinya dalam Konteks Panggilan Telepon?

Dalam komunikasi modern, terutama melalui aplikasi seperti WhatsApp atau panggilan telepon biasa, “ringing” memiliki makna spesifik. Status “ringing” atau “berdering” mengindikasikan bahwa panggilan telepon yang dibuat telah berhasil diteruskan ke perangkat penerima. Ini berarti ponsel penerima sedang berbunyi, memberi tahu pengguna tentang adanya panggilan masuk.

Kondisi ini menandakan beberapa hal penting terkait perangkat penerima:

  • Perangkat tujuan terhubung ke internet (untuk panggilan online seperti WhatsApp) atau berada dalam jangkauan jaringan (untuk panggilan seluler).
  • Ponsel penerima tidak dalam mode pesawat atau mode yang memblokir semua panggilan masuk.
  • Penelepon tidak diblokir oleh penerima.

Perbedaan antara “ringing” dan “calling” juga signifikan. Jika statusnya “calling” atau “memanggil”, ini biasanya berarti perangkat tujuan tidak terhubung ke internet atau mungkin sedang mati. Sebaliknya, “ringing” menegaskan bahwa ponsel tujuan aktif dan siap menerima panggilan.

Meskipun panggilan berdering, tidak selalu berarti akan diangkat. “Ringing” bisa berarti panggilan akan segera dijawab, tidak terjawab karena ponsel penerima dalam mode senyap atau jauh dari jangkauan pemilik, atau bahkan sengaja ditolak oleh penerima.

Ringing Artinya: Sensasi Dering Telinga atau Tinnitus

Selain konteks panggilan telepon, kata “ringing” juga memiliki makna penting dalam dunia kesehatan. “Ringing in the ears” atau “telinga berdenging” dalam bahasa Indonesia adalah kondisi medis yang dikenal sebagai tinnitus. Tinnitus adalah persepsi suara di telinga atau kepala ketika tidak ada sumber suara eksternal.

Sensasi dering ini bisa bervariasi dari suara bernada tinggi hingga rendah, dan dapat terdengar seperti mendesis, menderu, berdesir, atau mengklik. Tinnitus bukan penyakit itu sendiri, melainkan gejala dari kondisi kesehatan yang mendasari.

Gejala Tinnitus yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama tinnitus adalah mendengar suara di telinga atau kepala yang tidak berasal dari lingkungan luar. Suara ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, meliputi:

  • Dering (ringing)
  • Desisan (hissing)
  • Deru (roaring)
  • Klik (clicking)
  • Berdengung (buzzing)

Tinnitus dapat terjadi pada satu telinga atau keduanya, bersifat konstan atau intermiten, dan tingkat keparahannya bervariasi. Bagi sebagian orang, suara ini hanya sedikit mengganggu, tetapi bagi yang lain, dapat sangat mengganggu konsentrasi, tidur, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penyebab Umum Tinnitus

Tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah telinga sederhana hingga kondisi medis yang lebih kompleks. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Paparan Suara Keras: Merupakan penyebab paling umum. Mendengarkan musik keras atau bekerja di lingkungan bising dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea telinga bagian dalam.
  • Penumpukan Kotoran Telinga: Kotoran telinga yang berlebihan atau tersumbat dapat mengubah tekanan di telinga, menyebabkan tinnitus.
  • Perubahan Tulang Telinga: Pengerasan tulang di telinga tengah (otosklerosis) dapat memengaruhi pendengaran dan menyebabkan tinnitus.
  • Penyakit Meniere: Gangguan telinga bagian dalam ini dapat menyebabkan pusing, gangguan pendengaran, dan tinnitus.
  • Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ): Masalah pada sendi yang menghubungkan rahang bawah ke tengkorak dapat memicu tinnitus.
  • Cedera Kepala atau Leher: Trauma pada area ini dapat memengaruhi saraf pendengaran atau aliran darah ke telinga.
  • Efek Samping Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat, seperti aspirin dosis tinggi, diuretik, dan antibiotik tertentu, dapat bersifat ototoksik (meracuni telinga) dan menyebabkan tinnitus.
  • Masalah Kardiovaskular: Dalam kasus yang jarang, kondisi seperti tekanan darah tinggi atau aterosklerosis dapat menyebabkan tinnitus pulsatile, di mana suara berdetak seirama dengan detak jantung.

Pengobatan dan Manajemen Tinnitus

Penanganan tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasari. Setelah diagnosis yang akurat oleh profesional medis, beberapa pendekatan pengobatan dan manajemen dapat dipertimbangkan:

  • Menghilangkan Penyebab yang Dapat Diobati: Jika tinnitus disebabkan oleh kotoran telinga, infeksi, atau efek samping obat, penanganannya mungkin melibatkan pembersihan kotoran telinga, pengobatan infeksi, atau perubahan resep obat.
  • Terapi Suara: Penggunaan perangkat seperti generator kebisingan putih (white noise machine), masker tinnitus, atau alat bantu dengar dapat membantu mengurangi persepsi tinnitus dengan menyediakan suara latar yang menutupi dering.
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Terapi ini membantu individu mengubah respons mereka terhadap tinnitus, mengurangi stres, kecemasan, dan gangguan tidur yang sering menyertai kondisi ini.
  • Terapi Relaksasi: Teknik seperti meditasi, yoga, atau biofeedback dapat membantu mengelola stres yang dapat memperburuk tinnitus.
  • Perubahan Gaya Hidup: Menghindari pemicu seperti kafein, nikotin, atau alkohol, serta menjaga pola tidur yang sehat dapat membantu mengurangi gejala.

Pencegahan Tinnitus

Meskipun tidak semua jenis tinnitus dapat dicegah, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko atau memperburuk kondisi:

  • Melindungi Telinga dari Suara Keras: Gunakan pelindung telinga (penyumbat telinga atau earmuff) saat terpapar suara bising, seperti di konser, lokasi konstruksi, atau saat menggunakan peralatan bertenaga.
  • Mengurangi Paparan Kebisingan Rekreasi: Batasi waktu mendengarkan musik melalui headphone dengan volume tinggi dan gunakan aturan 60/60 (60% volume, 60 menit durasi).
  • Menjaga Kesehatan Kardiovaskular: Kelola tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kondisi jantung lainnya melalui diet sehat, olahraga teratur, dan konsultasi medis.
  • Hindari Pemicu: Identifikasi dan hindari makanan, minuman, atau zat yang dapat memperburuk tinnitus, seperti kafein, alkohol, atau nikotin.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika mengalami tinnitus yang persisten, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain seperti pusing, gangguan pendengaran, atau nyeri, penting untuk segera mencari bantuan medis. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengelola kondisi dan meningkatkan kualitas hidup.

Kesimpulannya, istilah “ringing” memiliki dua arti utama: sebagai indikator panggilan telepon yang masuk dan sebagai sensasi dering telinga atau tinnitus. Memahami konteks penggunaan sangat penting. Jika mengalami sensasi dering di telinga yang tidak kunjung hilang, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Melalui platform Halodoc, dapat dengan mudah menghubungi dokter ahli THT untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang sesuai dengan kondisi.