Wajib Tahu! Area Tubuh yang Tak Boleh Dikerok

DAFTAR ISI
- Makna di Balik Gambar Kerokan Punggung
- Mekanisme Medis Kerokan: Apa yang Terjadi pada Kulit?
- Bahaya Kerokan yang Dilakukan Secara Berlebihan
- Area Tubuh yang Pantang Dikerok
- Tips Melakukan Kerokan yang Aman
- Studi Terkait
- FAQ
Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “masuk angin”. Fenomena kesehatan ini sering kali diatasi dengan metode tradisional yang turun-temurun, yaitu kerokan. Jika kamu melihat gambar kerokan punggung seseorang, biasanya akan tampak pola garis-garis merah yang mengikuti tulang rusuk. Pola ini bukan sekadar seni, melainkan teknik yang dipercaya dapat mengeluarkan “angin” dari dalam tubuh.
Meskipun sering dianggap sebagai pengobatan rumahan yang sederhana, kerokan sebenarnya memiliki penjelasan medis yang cukup kompleks. Dalam dunia medis internasional, praktik ini mirip dengan teknik Gua Sha dari pengobatan tradisional Tiongkok. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan kerokan saat merasa tidak enak badan, penting untuk memahami bagaimana prosedur ini bekerja pada jaringan kulit dan pembuluh darah kita.
Bagi banyak orang, kerokan dianggap sebagai solusi cepat untuk mengatasi pegal-pegal, sakit kepala, hingga mual. Namun, jika gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai fakta medis di balik fenomena ini? Berikut ulasan lengkapnya!
Makna di Balik Gambar Kerokan Punggung
Saat melihat gambar kerokan punggung, hal pertama yang menarik perhatian adalah warna kemerahan yang dihasilkan. Banyak orang percaya bahwa semakin merah warna yang muncul, semakin banyak pula “angin” yang berhasil dikeluarkan. Secara medis, warna merah ini disebut sebagai petechiae atau ecchymosis, yaitu pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit akibat tekanan benda tumpul.
Pola garis yang mengikuti tulang rusuk bukan tanpa alasan. Pola ini bertujuan untuk memaksimalkan luas area yang dipijat tanpa mengenai tulang secara langsung, yang bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Garis-garis ini juga sering kali dianggap sebagai tanda bahwa sirkulasi darah mulai lancar kembali. Namun, perlu diingat bahwa warna merah tersebut sebenarnya adalah peradangan ringan yang sengaja diciptakan untuk memicu respons penyembuhan alami tubuh.
Mekanisme Medis Kerokan: Apa yang Terjadi pada Kulit?
Kerokan bekerja dengan prinsip meningkatkan suhu tubuh dan melancarkan aliran darah di area yang dikerok. Saat koin atau alat kerok digosokkan ke kulit dengan minyak atau balsam, terjadi gesekan yang menghasilkan panas. Panas ini menyebabkan pembuluh darah melebar (vasodilatasi). Aliran darah yang lebih lancar membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke jaringan otot yang tegang, sehingga memberikan efek relaksasi.
Selain itu, kerokan juga memicu pelepasan endorfin, yaitu hormon alami tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan memberikan efek tenang. Inilah alasan mengapa setelah dikerok, seseorang biasanya akan merasa lebih nyaman dan mengantuk. Namun, bagi kamu yang ingin meredakan gejala masuk angin dengan bantuan suplemen, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Poin Penting Sebelum Melakukan Kerokan
- Pastikan alat kerok (koin atau alat khusus) dalam keadaan bersih dan tidak tajam.
- Gunakan pelumas seperti minyak zaitun, minyak kayu putih, atau balsam untuk mengurangi gesekan langsung yang bisa melukai kulit.
- Jangan menekan terlalu keras; tujuan utamanya adalah memperlancar aliran darah, bukan melukai jaringan.
Bahaya Kerokan yang Dilakukan Secara Berlebihan
Meskipun memberikan efek nyaman, kerokan yang dilakukan terlalu sering atau terlalu keras dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
1. Risiko Infeksi Kulit
Gesekan yang terlalu kuat dapat menyebabkan luka mikro pada kulit. Jika alat yang digunakan tidak steril, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi kulit atau iritasi kronis.
2. Pecahnya Pembuluh Darah Secara Masif
Tujuan kerokan adalah memicu pecahnya kapiler kecil, namun jika dilakukan secara brutal, pembuluh darah yang lebih besar bisa ikut terganggu. Hal ini dapat menyebabkan memar yang luas dan nyeri otot yang justru memperparah kondisi tubuh.
3. Ketergantungan dan Penurunan Ambang Nyeri
Terlalu sering melakukan kerokan dapat membuat seseorang merasa “tidak sembuh” jika tidak dikerok. Secara psikologis, ini bisa menimbulkan ketergantungan pada rasa sakit yang diikuti oleh pelepasan endorfin tersebut.
Area Tubuh yang Pantang Dikerok
Tidak semua bagian tubuh aman untuk dikerok. Jika kamu melihat gambar kerokan punggung yang benar, area tulang belakang (tulang tengah) biasanya dihindari. Berikut adalah area yang pantang dikerok:
- Tulang Belakang: Menekan langsung pada tulang belakang dapat menyebabkan trauma pada saraf atau tulang itu sendiri.
- Leher Bagian Depan: Area ini memiliki pembuluh darah besar (arteri karotis) dan kelenjar tiroid yang sangat sensitif terhadap tekanan.
- Area Luka atau Benjolan: Jangan pernah mengerok area yang sedang mengalami luka terbuka, jerawat meradang, atau benjolan yang tidak diketahui penyebabnya.
Tips Melakukan Kerokan yang Aman
Agar manfaatnya maksimal dan risikonya minimal, ikuti langkah-langkah berikut:
Pertama, pastikan tubuh dalam kondisi yang cukup istirahat. Kerokan paling efektif dilakukan saat gejala awal masuk angin muncul. Kedua, gunakan media pelicin yang memiliki efek menghangatkan. Ketiga, setelah dikerok, sangat disarankan untuk tidak langsung mandi, terutama dengan air dingin. Hal ini dikarenakan pori-pori kulit sedang terbuka lebar, sehingga paparan suhu dingin secara mendadak bisa menyebabkan otot kembali menegang.
Studi Mengenai Terapi Kerokan (Gua Sha)
The Journal of Alternative and Complementary Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa terapi semacam kerokan (Gua Sha) dapat meningkatkan mikrosirkulasi permukaan kulit secara signifikan. Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan aliran darah ini membantu dalam pembersihan sisa metabolisme di otot yang menyebabkan nyeri.
Penelitian tersebut juga mencatat adanya peningkatan aktivitas enzim antioksidan setelah terapi dilakukan. Hal ini mendukung klaim bahwa kerokan dapat membantu meningkatkan sistem imun jangka pendek pada orang yang mengalami kelelahan atau nyeri otot kronis.
Jika setelah melakukan kerokan dan beristirahat gejala masuk angin seperti demam tinggi, sesak napas, atau nyeri dada tidak kunjung hilang, jangan tunda untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.
FAQ
1. Kenapa gambar kerokan punggung selalu berwarna merah?
Warna merah tersebut berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah kulit akibat tekanan. Ini menunjukkan adanya peningkatan aliran darah di area tersebut sebagai respons terhadap gesekan.
2. Apakah kerokan bisa menyebabkan stroke?
Hingga saat ini belum ada bukti medis kuat yang menghubungkan kerokan di punggung dengan stroke. Namun, kerokan di area leher depan harus dihindari karena terdapat pembuluh darah utama yang menuju ke otak.
3. Bolehkah anak kecil dikerok?
Kulit anak-anak jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa. Sebaiknya hindari kerokan pada anak-anak. Sebagai gantinya, berikan pijatan lembut dengan minyak hangat untuk memberikan rasa nyaman.
4. Apakah kerokan benar-benar mengeluarkan angin?
Secara medis, “angin” tidak keluar melalui kulit. Efek sendawa atau buang angin yang sering terjadi saat dikerok adalah hasil dari relaksasi otot-otot di sekitar saluran pencernaan dan peningkatan suhu tubuh yang mempercepat metabolisme.
Referensi:
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Gua Sha for Migraine in Inpatient Care: A Case Report.
Journal of Traditional and Complementary Medicine. Diakses pada 2026. Effect of Gua Sha therapy on perimenopausal syndrome.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Understanding the placebo effect.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Masuk Angin dan Cara Penanganannya.
## Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba kerokan atau merasa masuk angin tak kunjung sembuh? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



